kejahatan di jalan raya

Juni 21st, 2011 § 8 Komentar

jalan raya, atau biasa disebut jalanan, punya berbagai sisi. yang udah pasti ada, sisi positif dan negatifnya. positifnya, jalan raya bisa menghubungkan satu tempat dan tempat lainnya, baik pake kendaraan umum ataupun pribadi. jarak yang jauh, dan hampir mustahil ditempuh, bisa dicapai dengan jalan raya. meski memang, di beberapa kota besar, kemacetan mulai melanda jalan raya tersebut. Jakarta misalnya.

tapi ya, saya di sini ga bakal ngomongin macet di Jakarta itu. karena biar gimanapun, udah pasti terjadi, dan cukup sulit untuk dikurangi. apalagi dengan pola konsumsi dan juga pola transportasi seperti saat ini. perlu seorang gubernur yang hebat, sekaligus pemimpin yang benar-benar kuat pemikiran, strategi, dan juga pendirian untuk bisa membuat kemacetan di Jakarta berkurang, atau bahkan mendekati nol.

nah, daripada makin ngawur ngomongin soal macet di Jakarta, saya mau ngobrol soal sisi negatif jalan raya. sebuah hal yang udah sering terjadi, dan masih terjadi di saat saya nulis postingan ini, atau di saat kamu baca tulisan ini. iya, kejahatan di jalan raya.

kejahatan di jalan raya yang saya maksud, bukanlah kecelakaan atau semacamnya, tapi lebih ke soal penjambretan, pencurian, penodongan, perampasan, dan hal-hal yang sejenis. iya, kejahatan itu sering terjadi di jalan raya kota Jakarta, yang notabene merupakan ibukota negara Indonesia.

jangan salah, kejahatan di jalan raya Jakarta makin lama makin nekat. sekarang ini makin sering denger berita tas atau barang berharga dijambret melalui motor yang melaju, atau memecahkan kaca jendela mobil yang sedang diam menunggu lampu merah dan kemudian barang berharga di dalam mobil diambil. iya, para pelaku kejahatan itu makin lama makin nekat dan makinĀ  cerdas.

saya menyebut mereka sebagai pelaku kejahatan dan bukannya penjahat, lebih karena asas praduga tak bersalah. belum tentu para pelaku tersebut melakukan kejahatan, karena mereka memang jahat. asas kebutuhan dan juga rasa kepepet akibat kondisi, adalah motif mereka melakukan kejahatan.

dan, sekadar berbagi informasi pula, sesuai dengan judul postingan blog ini, berikut beberapa lokasi dan juga cara kejahatan yang bisa dilakukan oleh para pelaku tersebut. tidak menutup kemungkinan, ada cara dan lokasi lainnya yang bisa dilakukan oleh para pelaku tersebut.

  1. jalan raya simatupang, tepatnya kisaran ruas cilandak town square (citos) sampai trakindo. di kedua ruas, baik itu yang mengarah pasar minggu atau lebak bulus, seringkali terjadi kejahatan. caranya antara lain menggembosi ban, dan kemudian menjambret barang berharga, memberitahu info palsu bahwa ban mobil kempes, padahal tidak dan kemudian memaksa menepi sambil menjambret barang berharga, hingga pemaksaan untuk menepi. jam kejahatan sering terjadi: 05.00-08.00, dan 17.00-22.00.
  2. (masih) jalan raya simatupang, kali ini di kisaran ruas perempatan ragunan hingga gedung antam. iya, di jalanan ini juga cukup sering terjadi kejahatan. caranya antara lain penyebaran paku yang menggembosi ban kendaraan, sehingga akhirnya harus menepi dan kemudian ditodong atau dijambret. jam kejahatan sering terjadi 22.00-24.00.

saya baru bisa kasih 2 contoh, karena 2 tempat itu seringkali saya lewati. dan, saya sendiri kadang ban kendaraan kena paku, tapi syukurnya ga sampe dijambret/dirampas.

silakan, kalo ada lagi info-info soal tempat kejadian kejahatan di jalan raya Jakarta, boleh komen, nanti saya apdet di sini..

Pokoknya, hati-hati ketika berkendara di Jakarta!

Di mana saya?

You are currently viewing the archives for Juni, 2011 at i don't drink coffee but cappuccino.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.