Micro-Sleeping, Musuh Utama Pengendara
Oktober 25th, 2011 § 11 Komentar
Ngantuk lagi bawa kendaraan, pasti semua orang pernah. Tapi ketiduran saat bawa kendaraan? Jawaban mayoritas, pasti belom pernah. Padahal mungkin, ketiduran saat bawa kendaraan itu mungkin saja terjadi.
Yep, ketiduran saat bawa kendaraan itu namanya micro-sleeping. Lagi-lagi, istilah ini saya dapet waktu pelatihan soal safety (keselamatan dan kesehatan kerja) waktu masih kerja di migas dulu. Dan, hal ini walaupun normal terjadi pada setiap orang, tapi sangat berbahaya apabila terjadi pada orang-orang yang sedang mengemudi, apapun bentuk kendaraannya — mau itu mobil, motor, dll.
Penasaran gimana itu micro-sleeping? Singkat kata, begini — Pernah ga lagi bawa kendaraan (mobil/motor, baik nyetir sendiri atau sama orang lain), dan tiba-tiba ngerasa ngantuk banget. Udah kucek-kucek mata, tapi karena ngerasa masih kuat dan segar jadinya maksa buat terus jalan. Tapi di suatu titik, ada semacam perasaan “blank” dan begitu sadar lagi, kondisi jalanan yang dilalui sudah berbeda? Nah, itulah micro-sleeping. Bukan salah satu scene atau kejadian inception yak.
Fatalnya, kejadian micro-sleeping itu bisa menyebabkan hilangnya konsentrasi saat berkendara. Dan, ya.. namanya juga hilang konsentrasi, tentunya kendali atas kendaraan pun akan goyah. Dan udah bisa ditebak, ujung-ujungnya bisa jadi akan celaka.
Faktor-faktor micro-sleeping sendiri sudah jamak diketahui sebenarnya. Yang paling utama adalah, kondisi badan yang tidak fit. Maksud tidak fit di sini adalah, tidak bisa berkendara dengan penuh konsentrasi. Micro-sleeping itu bisa muncul akibat lelah beraktivitas, kurang tidur, sampai terlalu lama berkendara. Dan, munculnya agak sulit untuk ditebak, karena micro-sleeping itu bisa dibilang “hanya” pikiran kita yang meminta tidur, akan tetapi badan kita masih menjalankan fungsi berkendara. Bingung, ‘kan?
Oke. Ringkasnya gini aja. Kalo lagi berkendara, dan tiba-tiba ngerasa rasa lelah yang begitu hebat — ga perlu sampe lemes, dan mata sudah mulai perih — tapi bukan karena kelilipan/kena angin, rasa ngantuk mulai terasa, ada baiknya menepilah sejenak. Bagi pengendara motor, lepaskan helm, turun dari motor, dan duduk-duduk sejenak di pinggir jalan sambil menikmati hembusan angin. Nikmati saja lelahnya. Bagi pengendara mobil, cukup menepi, matikan mesin kendaraan, dan buka jendela. Nikmati hembusan angin. Nikmati saja lelahnya.
Oiya, sepertinya micro-sleeping juga merupakan pertanda bahwa kepala kita butuh istirahat. Karena terkadang otak-kepala-pikiran kita sudah lelah dan butuh istirahat, akan tetapi karena energi kita masih banyak maka tubuh pun tak hendak menurut. Jadi ya, kalo lagi berkendara, ingat saja.. micro-sleeping itu berbahaya. Dialah musuh utama saat berkendara.
Safety riding, ya!
kalo tiba-tiba ada bencana
Oktober 20th, 2011 § 1 Komentar
dulu, waktu masih kerja di oilfield services sempet dapet pelatihan dari trainer HSE (health, safety, environment) soal bencana. katanya ada 2 prinsip yang baiknya dilakukan kalo terjadi bencana secara tiba-tiba:
1. safe yourself.
2. after you safe, safe (people/things) which is around you.
prinsip itu kurang lebih ngajarin kita supaya jangan (sok jadi) pahlawan, karena kemampuan kita sebagai manusia itu terbatas, meski kita yakin kita bisa.
dan, nyelamatin diri sendiri itu bukan tindakan egois, tapi merupakan tindakan untuk mengurangi korban yang bisa timbul saat terjadi bencana. namanya juga bencana, tindakan logis pun bisa menjadi ga logis, dan orang yang biasanya teliti/cekatan bisa jadi ceroboh.
well, terlepas dari benar apa engga, prinsip itu layak dilakukan sih. beberapa kali saya udah pake prinsip itu, baik saat ada drill (latihan bencana), maupun saat ada bencana beneran — yang syukurnya, dan jangan sampai, di sekitar saya timbul korban.
lagi keinget aja ini sih