Ketika Selera Makan Hilang Seketika…

Maret 31, 2012 § 7 Komentar

Salah satu ciri tempat makan yang bisa ngilangin selera makan dalam seketika adalah.. tidak bisa melayani pelanggannya dengan baik. Contohnya banyak, mulai dari perbedaan makanan yang disajikan dengan yang tertera di menu, harga yang tidak jelas, hingga tidak menyediakan layanan pembayaran sesuai yang tertera.

Saya udah beberapa kali menemukan tempat makan yang seperti itu. Sehingga kadangkala, saya pun memutuskan untuk tidak kembali makan lagi di situ.

Seperti yang saya sebut di awal tulisan, saya pun juga beberapa kali ngalamin kejadian yang kurang ngenakin tersebut. Pernah saya saking laparnya menclok di satu tempat makan, lalu pesan satu makanan dari menu yang tersedia. Dan, setelah menunggu beberapa menit, makanan yang disajikan ternyata berbeda dari yang saya pesan. Karena saking laparnya dan berpikir mungkin pesenan yang disajikan memang tampilannya berbeda dengan foto yang di menu, jadilah saya santap juga. Setelah beberapa suap, baru kemudian ada pramusaji yang menghampiri dan bilang kalo makanan yang disajikan sebenarnya untuk meja lainnya. Bah!

Soal harga pun pernah kejadian. Di menu tertera harganya berapa belas ribu. Ternyata saat saya harus ke kasir, nyatanya harus bayar hingga puluhan ribu. Sempat saya tanyakan ke kasirnya, kenapa harganya bisa berbeda. Katanya, ada pajak yang harus dibayar. Saya hitung secara kasar, memang ada pajaknya. Tapi yang harusnya cuma 10%, ternyata ada tambahan 5%. Bukannya saya ga mau bayar, tapi kan seharusnya di menu tertulis dong kalo pajak 10% dan 5% itu belom termasuk.

Soal layanan pembayaran tidak sesuai yang tertera pun pernah kejadian. Sebagai salah satu pemegang kartu kredit, dan juga kartu debit, tentu saya pengen dong bisa gunain kartu-kartu itu dengan mudah, tanpa harus memikirkan bawa-bawa uang tunai banyak untuk makan di tempat makan. Biasanya, kalo tempat makan udah masang tanda logo/lambang kartu kredit/debit, saat masuk dan sebelum duduk di meja pun saya sudah tanya dulu “bisa bayar dengan kartu kredit/debit?”, dan jika jawabannya iya, tentu saya lanjutkan dengan memesan. Kalaupun jawabannya tidak, kadang karena sudah saking pengen makan di situ, tentu saya keluar dulu sebentar, ambil uang tunai dari ATM terdekat, baru kemudian balik lagi, pesan dan makan di situ.

Tapi, yang paling menyebalkan adalah kalo udah dijawab “iya bisa pake kartu kredit/debit untuk bayar” saat tanya sebelum masuk, udah pesan dan makan, kemudian saat bayar ternyata ga bisa pake kartu kredit/debit! Ada aja alasannya, mulai dari koneksi yang ga nyambung, atau tiba-tiba kartunya ga diterima karena perbedaan layanan visa/mastercard, dan banyak lagi. Sontak, pasti saya akan senewen tingkat tinggi. Lagi-lagi, bukan karena saya ga mau bayar (kalo emang ga mau bayar, pasti saya ga akan pesan dan makan di situ dong), tapi lebih ke saya merasa sebal karena kenapa kok ya ga dicek dulu gitu sama kasirnya. Padahal, di awal-awal sebelum mesen pun saya udah tanya bisa apa enggak bayar pake kartu kredit/debit.

Untungnya, kadang saya suka (dan hampir selalu) bawa uang tunai sesuai dengan harga makanan yang saya pesan. Jadi, ga perlu lama-lama adu argumen sama kasir atau sampe didatengin manager on duty. Tapi ya.. memang saya akui, kesalahan teknis yang di luar kehendak kasir/tempat makannya seperti itu memang rentan terjadi. Maka tentunya perlu tempat makan itu mengecek secara berkala mesin bayar kartu-nya apakah sesuai, terhubung, dll.

Anyway, dari semua persoalan di atas, mungkin kesalahan ada di saya juga. Kenapa bisa-bisanya rasa lapar menutupi naluri atau logika supaya menghadapi semuanya dengan penuh kesadaran. Tapi ya, kalo udah lapar, memang kadang “menghilangkan lapar” selalu mendadak jadi prioritas utama sih..

By the way, tempat makan yang terbaik tentunya adalah yang langsung tanggap terhadap persoalan-persoalan di atas. Dan, dari sekian kali saya mengalami persoalan di atas di belasan tempat makan, cuma beberapa aja yang punya reaksi yang bagus dengan langsung menanggapi complain saya, di tempat. Ga perlu saya sebut brand/merek tempat makannya ya.. kan dari awal pun, saya ga sebut brand/merek tempat makan apapun di tulisan ini.. *cari aman* :mrgreen:

Kalo kamu, nafsu makan bisa ilang seketika kalo gimana?

Tagged: , , ,

§ 7 Responses to Ketika Selera Makan Hilang Seketika…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ketika Selera Makan Hilang Seketika… at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.427 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: