Dongeng: Asal-Muasal Ayam Jantan Berkokok & Kaki Merah Merpati

Agustus 21, 2013 § 5 Komentar

Sekali-sekali, ngedongeng ah di sini. Biar makin keliatan sebagai bapak ah.. :P Kali ini, pertama kalinya ngedongeng cerita fabel, tokoh utamanya ayam jantan dan burung merpati. Sumber cerita ini, ga tau persis. Yang pasti saya denger dan tau pertama kali cerita ini, pada saat saya masih sekolah SD, di Tasikmalaya.

Ceritanya, di dunia yang penuh oleh beragam makhluk, ada diselenggarakan sebuah kompetisi siapa yang paling bisa mencapai titik paling tinggi. Konon, di masa tersebut ada 2 makhluk yang paling dijagokan buat menang, yakni ayam jago dan juga burung merpati. Ayam jago dikenal memiliki kaki yang begitu kuat sehingga dapat melompat begitu tinggi. Sementara itu burung merpati dikenal cepat tanggap untuk terbang, dan karena itulah dia bisa begitu cepat melesat mencapai titik tertinggi.

Walau saling dijagokan untuk jadi pemenang kompetisi, burung merpati dan juga ayam jago sama-sama belum pernah bertanding. Dan, karena ini kompetisi, tentunya ada sistem gugur yang saling mempertemukan peserta. Seluruh makhluk yang berani ikutan, pada ikut, dan sesuai prediksi, di babak akhir bertemulah ayam jago dan burung merpati.

Di sebuah hari yang cerah yang telah ditentukan untuk babak akhir, salah satu dewa yang berkuasa dan menyelenggarakan kompetisi sudah hadir. Begitupun juga dengan peserta babak akhir, yakni ayam jago dan juga burung merpati. Seluruh makhluk alam riuh-rendah menunggu pertandingan dimulai. Masing-masing juga terus sibuk mendukung jagoannya.

Pada sebuah titik di mana matahari mencapai posisi tertentu, sang dewa memberi tanda bahwa pertandingan dimulai. Ayam jago lekas melompat begitu tinggi, sementara burung merpati langsung mengepakkan sayapnya untuk terbang. Di tengah-tengah proses untuk mencapai titik tertinggi, ayam jago menyadari bahwa ia hanya jago melompat dan tidak bisa terbang seperti burung merpati, walau saat itu burung merpati masih di bawahnya. Pelan-pelan, ketika burung merpati berhasil melewati ayam jago untuk meraih titik tertinggi, ayam jago mematuk kaki-kaki burung merpati dengan tujuan untuk melukai dan membuat burung merpati tidak berhasil mencapai titik tertinggi.

Rencana ayam jago berhasil, kaki-kaki burung merpati luka, tapi bukannya turun kembali, burung merpati justru makin kencang mengepakkan sayapnya dan berhasil mencapai titik tertinggi. Sementara itu, ayam jago yang hanya melompat akhirnya turun kembali dan harus mengakui kekalahannya dari burung merpati.

Tak disangka oleh ayam jago, ternyata sang dewa melihat aksi yang telah dilakukannya dan kemudian memberi hukuman. Mahkota bulat yang senantiasa digunakan ayam jago, diambil paksa dan hanya disisakan sebagian saja di atas kepalanya. Sang dewa bilang, “Kau kuhukum karena melukai burung merpati, dan mahkotamu kuambil. Jika kau ingin mahkotamu kembali, panggil aku dan teriakkan penyesalanmu di setiap pagi. Mungkin mahkota ini akan kukembalikan.” Kemudian, sang dewa pun pergi, dan ia memberi hadiah kepada burung merpati berupa kesembuhan kakinya, namun warna merahnya tak bisa hilang karena sudah keburu kering.

Sejak saat itu, sang dewa pun pergi, dan kaki burung merpati berwarna merah seperti darah yang telah mengering. Setiap pagi, dengan penuh penyesalan ayam jago pun meneriakkan penyesalannya serta memohon kepada sang dewa untuk mengembalikan mahkotanya.

Moral of the story: jangan pernah curang kalo ga mau kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup.

Trus, cerita dongeng apa lagi ya?

About these ads

Tagged: , , , ,

§ 5 Responses to Dongeng: Asal-Muasal Ayam Jantan Berkokok & Kaki Merah Merpati

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dongeng: Asal-Muasal Ayam Jantan Berkokok & Kaki Merah Merpati at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.229 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: