balansi

September 4, 2008 § Tinggalkan komentar

apa yang terjadi di dunia ini selalu seimbang. meski beberapa orang bilang bahwa yang terjadi tidak adil, tapi sesungguhnya, ada hal lain yang akan menyeimbangkan keadaan tersebut. seperti stoikiometri, kalo kata ilmu kimia.

nah, tapi kalo memang kita menghadapi sebuah pilihan yang kedua2nya sama2 balans, gimana? mau pilih ke salah satu, belum tau jika itu yang lebih baik. karena, kedua pilihan itu punya kelebihan dan kekurangan masing2 yang pastinya berbeda urusannya. jadi bikin bingung buat milih pastinya sih..

ibarat kata milih cewek,, jadi gini ceritanya..

ada dua cewek yang suka sama kita, dan kita juga kebetulan suka sama dua2nya. kenapa koq bisa? karena gini, satu cewek suka banget memenuhi kebutuhan fisik kita (yah, kaya’ kissing, dll),, tapi jiwa kita ga tenang, karena ni cewek masih suka tepe dan cari2 perhatian gitu. nah, sementara itu, satu cewek lagi, dia sikapnya alim banget. menenangkan kita sebagai manusia berjenis kelamin lelaki. tapi ya,, agak susah buat diajak yang berhubungan dengan mengekspresikan kasih sayang. nah,, bingung kan mau milih yang mana?

wakakak..

aneh kan? kerjaan koq dianalogikan sebagai wanita! huahahaha

anyway, jadi gitu persoalannya.. gue lagi ngadepin pilihan dalam hidup gue. satu pilihan, gue bakalan menjalani apa yang (sempat-dan apakah masih berlanjut) menjadi cita-cita gue. bekerja di penerbitan, dan mengurusi buku. menerbitkan buku. menulis buku. dan, satu pilihan lain, gue bakalan menjalani apa yang (sempat juga, sampe pernah pengen kuliah) menjadi jurnalis. peduli amat berskala apa, dan bergerak dalam bidang apa. yang penting jurnalis.

dua2nya punya kelebihan dan kekurangan masing2. kalo gue jadi ngurusin buku, gue bisa ngejalanin apa yang selama ini jadi mindset gue. tapi ya,, kaya’nya freedom of creativity gue bakalan sedikit terpasung karena platform company yang bakalan gue masuk, masih cenderung kaku. dan, kalo gue ngurusin jurnalistik, media massa, gue bisa belajar banyak. tanpa harus menghilangkan interest gue dalam buku (karena bisa jadi sampingan yang – mudah2an, sempat dan menguntungkan). tapi ya,, dinamikanya ini, gue belum nemu ritme yang pas. masih bergelombang. atau jangan2, memang seperti itu kalo jadi jurnalis. bergelombang. sama seperti para pendahulu. para jurnalis, yang memang benar2 menulis jurnal. harian. catatan perjalanan.

huff,,

nafas makin sesak aja. bikin bingung mau pilih yang mana.

terlalu memang..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading balansi at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: