terlalu banyak

September 5, 2008 § Tinggalkan komentar

sudah terlalu banyak yang menjadi isi dari pikiran. serasa pengen meledak. makanya berasa ga pengen pulang. cuman pengen OL. pengen melihat dan dilihat oleh dunia. pengen berbagi. agar semua beban ini terasa lebih ringan. lebih selesai. lebih tenang. tenteram.

cuman pengen mastiin, bahwa semua ini bakal baek2 aja. ga ada lagi yang namanya berubah2 ga tentu. dinamis boleh, tapi harus pasti. atau, emang sebenernya ga ada yang pasti?

perjalanan hidup sering kebagi jadi dua hal. mengikuti kata hati, ataukah mengikuti rasio. sejauh ini, hampir 22 tahun selalu mengikuti rasio. karena memang, kenyataan tidak bisa dilawan. tidak bisa dienyahkan. tapi,, benar juga jika kemudian diberi pertanyaan, “selama ini banyak salah atau benernya?” hal seperti ini perlu evaluasi dan kemudian revolusi – kalo memungkinkan.

bingung. tiada yang menolong di dunia ini. apa harus minta tolong sama yang ga di dunia? TUHAN Semesta Alam yang hanya bisa menjawab.

pemikiran yang terjadi dan juga pertanyaan yang terlontar seringkali tidak dapat dijawab oleh nalar biasa. hanya hati yang meyakini yang kemudian dapat menjadikan tenang dan tentram. yah,, atau memang tidak ada sesuatu yang pasti dalam hal ini?

beberapa waktu terakhir ini, dunia seakan lebih lambat untuk dilewati. tapi, mungkin inilah rasanya hidup. agar lebih dapat dirasakan. lebih dapat tertera apa arti sesungguhnya kehidupan. atau, memang hidup itu perlu dimengerti dan dirasakan? seperti apa?

umur yang sudah dilewati dan masih dijalani seakan tidak terlalu berarti kalo liat keadaan saat ini. banyak sekali pertimbangan yang harus dilaksanakan dan juga dipikirkan secara mendalam.  tidak hanya oleh rasio, tapi juga hati. mind and soul.

kepastian. itulah yang sering menghinggapi dalam hidup. karena, sepertinya itulah yang dicari selama ini. kesejatian. kepastian. hal yang tentu. karena yakin tidak hanya harus dirasakan saat sebelum memutuskan, tapi juga yakin setelah memutuskan.

berat memang isi dari tulisan ini. seperti beratnya beban yang sekarang sedang ditanggung untuk terus memikirkan mau bagaimana lagi hidup di dunia ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading terlalu banyak at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: