perih

September 16, 2008 § Tinggalkan komentar

dua hari ini, ga fokus banget mau ngapain. di kantor, bawaannya pengen tidur. mata berat banget. ngantuk. perih. apa mungkin karena kalo naek motor malem2, kaca helmnya ga ditutup ya? tapi, kalo ditutup kan, ntar ga bisa liat. secara gitu, kaca helmnya gelap.

dan lagi, bodi juga bawaannya ga enak banget deh. rasanya kaya’ ada yang lepas/kurang aja. ga ngepas gitu. tapi yah, ini masih mending dibanding beberapa hari yang lalu. waktu itu, dada rasanya sesak banget. mau napas, susah. masuk angin kali, ya?

hmm,, tapi juga selaen fisik, juga ada rohaniah yang berasa perih nih. setelah sekian lama gue berusaha untuk ga peduli dan berdiam diri tanpa keinginan untuk mencari – karena emang gue sengaja ngebuang semua data-nya. eh, tiba2 kembali lagi seseorang yang memang (sepertinya) menanti. pas lagi. di tanggal yang cukup bersejarah itu. tanggal yang selama hampir 4 tahun jadi momentum gue.

halah, gue berusaha untuk terus bersikap acuh. dingin. tapi tetap saja mencoba. memang sih, sepertinya niatnya memang baik. tapi,, perasaan sakit hati dan dendam ini masih terus menyala. menunggu saat yang tepat untuk dibalaskan. — gue sebenernya ga mau, tapi yah,, kalo terus2an ditanya2… bisa jadi lebih kejam daripada penyiksaan.

jahat banget ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading perih at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: