Catatan Akhir Tahun 2008 – Sambut Tahun Baru 2009

Desember 31, 2008 § 8 Komentar

postingan berikut ini, gue copas, dari blogs gue sendiri yang lebih santun dan dihosting di dagdigdug.. halah.. 😛

Saya sebenernya ga pengen ikut2an sama temen2 yang udah pada bikin resolusi-catatan akhir tahun-blablabla yang berhubungan dengan pergantian tahun dari 2008 ke 2009. Tapi yah, setelah dipikir2.. memang banyak sekali yang terjadi dalam kehidupan saya dalam jangka waktu terakhir ini.

Dilihat sekilas, tahun ini benar-benar berwarna sekali bagi saya. Terutama, bagi kehidupan sehari-hari saya. Betapa banyak sekali achievements yang saya raih tahun ini. Entah itu yang mengarah ke bawah (dalam artian positif), maupun yang mengarah ke atas. Tapi yang pasti, warna-warna itu berkaitan sekali dengan tujuan saya dalam menjelajahi kehidupan.

Yah, agar tidak lama, berikut catatan akhir tahun 2008, yang berisikan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan saya selama tahun 2008 ini.More...
1.    Untuk pertama kalinya, saya pulang dari luar negeri. Karena memang, saya pergi ke luar negeri-nya tahun sebelumnya. Jadi, untuk pertama kalinya saya mengalami tahun baru di negeri orang, plus juga mengalami winter pertama sepanjang hidup saya, sekaligus pengalaman memegang salju.
2.    Perubahan drastis dalam kehidupan saya adalah, ketika saya ‘terpaksa’ keluar dari bidang pekerjaan yang telah saya geluti sejak tahun 2007. Saya keluar dari dunia migas, keluar dari Kalimantan, kembali ke Jakarta, bersaing dengan sekian banyak pencari kerja di ibukota.
3.    Tahun ini adalah tahun di mana saya memiliki kendaraan saya sendiri. Kendaraan roda dua, yang kini menemani saya menjelajahi kehidupan. Kendaraan yang saya beli sendiri dari uang hasil ‘kerja keras’ saya di dunia migas. Meski kemudian kendaraan tersebut adalah bekas, tapi yang terpenting adalah saya punya.
4.    Untuk pertama kalinya saya berjalan-jalan sendiri. Backpacking bisa dibilang. Tanpa rencana dari travel agent, ataupun rencana baku dari tur guide. Saya jalan-jalan sendiri ke tanah jawa. Mengunjungi beberapa situs sejarah dan juga menenangkan kepala saya yang ‘panas’ setelah keluar dari dunia migas.
5.    Saya menyadari, bahwa saya tidak sesuai untuk bekerja di dunia pabrik. Dunia yang menuntut stagnansi, rutinitas, dan jam kerja yang panjang dengan lemburan yang menarik. Terbukti dari ‘tidak-jadi-nya-saya-kerja-di-perusahaan-elektronik’ serta ‘keluarnya-saya-dari-perusahaan-makanan’. Entah. Tapi meski saya menyesali karena tidak dapat bertahan, saya bersyukur karena saya mendapatkan apa yang saya inginkan.
6.    Berkaitan dengan nomor 5, saya selalu menginginkan agar saya dapat bekerja dan mendalami dunia penulisan. Saya bersyukur dapat bekerja di sebuah grup media ternama di Indonesia, dan menjadi jurnalis di sebuah media yang tergabung di dalam grup besar-ternama tersebut. Meski jam kerja terkadang tidak dapat diduga, dan juga penghasilan yang tidak mungkin lebih, tapi saya menikmatinya. Saya menemukan apa yang selama ini menjadi semangat saya. Menulis. Mempublikasikan karya tulis saya.
7.    Saya memiliki blogs yang dihost di wordpress.com. Untuk pertama kalinya, semenjak beberapa teman saya menganjurkan sejak tahun yang lalu. Saya menyadari bahwa blogs di wordpress ini menuntut mobilitas yang tinggi dan kepatuhan yang teramat sangat. Karena, meski mendapatkan banyak fasilitas, sudah terbukti kepatuhan diperlukan, karena blogs saya sempat terkena suspend.  saya sempat menuliskan di postingan sebelumnya. Masalah sudah terselesaikan, terima kasih atas pihak-pihak yang terkait. Mohon maaf jika saya tidak menuliskan sama sekali.
8.    Saya menyadari dunia ini penuh dengan dinamika. Terbukti dengan hadirnya saya dalam sebuah ajang pertemuan para blogger. Saya menemukan diri saya yang lain di sana. Sebuah pribadi yang menyenangi publikasi, dan menulis tentunya.
9.    Kehidupan pribadi saya nyatanya lebih mengalami warna-warni. Saya sepertinya tidak dapat bercerita yang lebih lanjut, karena itu menyangkut beberapa pihak. Tapi yang pasti, secara keseluruhan, tahun ini kehidupan pribadi saya mengalami naik-turun.

Nah, demikian catatan akhir tahun saya selama 2008 ini. Mungkin ada yang terlewat, tapi saya kurang tahu pasti. Saya hanya manusia biasa. Dan, berikut ini adalah resolusi, atau tepatnya keinginan-keinginan yang saya harapkan menjadi kenyataan di tahun depan, 2009.

1.    Saya berharap saya memiliki blogs/website yang saya hosting berbayar. Bukan lagi gratisan, seperti di wordpress, blogger, ataupun dagdigdug dan blogdetik. Saya ingin komunitas internet lebih mengenali saya melalui domain dan hosting saya sendiri. Saya dapat mempublikasikan apa yang saya inginkan tanpa harus ‘patuh’ dan ‘taat’ terhadap peraturan hosting gratis. Tapi, lebih ke kesadaran diri untuk menjadi warga internet yang taat hukum.
2.    Saya berharap saya memiliki kekuatan untuk berbagi apa yang saya miliki ke komunitas internet. Entah itu melalui ebook, kartun, dan apapun yang saya miliki. Dan, semua itu saya harapkan adalah gratis. Tanpa biaya. Karena, dengan semangat berbagi, semuanya pasti akan mendapatkan yang lebih baik.
3.    Saya berharap, saya bisa travelling lagi. Kali ini, target saya, adalah tempat yang agak jauh. Luar pulau jawa, jika bisa. Entah itu ke sulawesi – makassar & manado, atau ke sumatra – palembang, atau ke aceh sekalian. Atau mungkin, justru mampir dulu di bali dan lombok. Yah, kita lihat nanti realisasinya.
4.    Saya ingin agar bisnis saya berhasil. Entah itu melalui internet marketing, ataupun bisnis di dunia nyata. Agar saya bisa mengembalikan sejumlah dana yang sempat diberikan oleh kenalan saya. Kecil memang, tapi jika tidak dilunasi, maka bisa terbawa hingga ke akhirat.
5.    Tahun depan, saya ingin mempersiapkan agar hidup saya siap untuk tahapan selanjutnya. Yaitu, ke jenjang pergantian status di katepe. Yah, apalagi kalau bukan menikah?
6.    Saya ingin tetap berkarir di dunia penerbitan dan penulisan. Entah itu sebagai seorang jurnalis seperti yang sedang saya tekuni saat ini, atau mungkin menulis buku-buku yang diterbitkan.
7.    Saya ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Saya ingin saya memiliki tempat bernaung saya sendiri. Bukan berarti saya tidak sayang dengan keluarga, tapi saya perlu berdiri di atas kaki saya sendiri. Saya perlu belajar untuk hidup sesuai dengan jalan hidup saya.
8.    Saya ingin membuat kendaraan saya lebih baik. Bisa mengganti – jika ada rezeki, maupun diservis secara rutin. Karena memang, kendaraan itu vital bagi saya dan pekerjaan saya.
9.    Terakhir, saya ingin lebih mendekatkan diri ke Sang Khalik. Saya ingin lebih sabar, tawakal, ikhtiar, ikhlas, dan masih banyak lagi sifat-sifat baik lainnya. Karena saya sadari, saya belum mencapai itu semua.

Demikian. Itulah hal-hal yang saya harapkan bisa terjadi di tahun 2009 nanti. Semoga bisa menjadi kenyataan. Atau minimal, mendekati kenyataan dan bukan hanya mimpi-mimpi yang hilang ditelan zaman.

nah,, jadi??

SELAMAT TAHUN BARU 2009 ya.. –> terutama, buat yang ngerayain, dan nyadar kalo udah mau ganti taun ke 2009. 😛

Iklan

Tagged: , , ,

§ 8 Responses to Catatan Akhir Tahun 2008 – Sambut Tahun Baru 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Catatan Akhir Tahun 2008 – Sambut Tahun Baru 2009 at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: