ideal-is-me

September 22, 2009 § 4 Komentar

saya bukan politisi, juga ga kepengen jadi politisi meski sempet pengen masuk partai. tapi itu ga lebih karena pengen jadi staf ahlinya anggota DPR aja..๐Ÿ˜› haha

meski begitu, banyak orang bilang saya cocok jadi politisi. dan, saya selalu ngehindar dengan bilang “gue ga pengen masuk partai karena pengen jadi politisi. tapi gue pengen masuk partai karena gue pengen berbakti sama masyarakat.” –> SOK! ๐Ÿ˜›

bisa jadi, pendapat itu muncul karena ‘karir’ saya dari jaman masih pake jaket almamater dulu. jaman mahasiswa, sampe dengan sekarang. yak, dulu saya jadi mahasiswa yang cukup aktif, eksis di sono-sini, dan hampir di setiap sudut kampus, ada beberapa orang yang tau dan kenal dengan saya. hehe.. *kesombongan tingkat tinggi – gapapa dong, kan Ramadhan udah lewat! :P*

nah, mungkin itulah dasar kenapa saya disebut cocok. dan, kalo kata beberapa temen2 seangkatan dan juga temen2 yang lebih senior, mereka bilang saya punya sebuah idealisme. sebuah prinsip yang ga bisa digadai, ga bisa dijualbeliin, ga bisa dituker sama apapun. meski sebenernya, saya sendiri bingung loh, idealisme itu apa ya? emang apa sih, idealisme saya?๐Ÿ˜€

okeh, mari kita coba merunut apa yang dulu dan sekarang saya telah, masih, dan akan coba lakukan.

1. saya ga terlalu suka ikut2an arus yang besar. beberapa hal, ga perlu ikutan major label, dan bisa jadi indie label lebih cucok. ini ga cuman soal musik doang, tapi gimana cara kita menjadi eksis karena kita sendiri. dalam kata laen, it’s how to be ourself, not anyone else.

2. saya suka perubahan, tapi jangan yang terlalu drastis. meski begitu, statis pun saya ga begitu suka. dalam artian, kolaborasi dan juga perbaikan untuk menjadi lebih baik itu perlu. tapi bertahap, dan bukannya revolusi, atau justru stagnansi. –> wuidih, berat dah…

3. saya peduli lingkungan hidup, tapi saya ga perlu buktiin itu dengan cara gabung pecinta alam, atau sejenisnya. cukup perbuat aja apa yang bisa dilakuin sebagai masyarakat, kecil2, tapi sering dan kontinyu. udah gitu, tularin ke orang2 laen. hehe..

okeh, sepertinya 3 hal itu udah cukup buat contoh. coz, kalo mau dibikin daftarnya secara lengkap, bisa berkepanjangan dan nantinya postingan ini jadi kepanjangan dongs..๐Ÿ˜€

nah, beberapa bukti nyata yang saya lakuin ada banyak macemnya. mulai dari program kerja yang saya jalanin pas masih jadi mahasiswa dulu, sampe bikin tulisan di blog, email, milis, dan masih banyak lagi. dan, saya seneng koq ngelakuin itu semua. karena langkah kecil yang saya perbuat, meski responnya dikit, tapi seenggaknya dari sedikit itu bakal jadi besar, ‘kan?

salah satu titik dalam kehidupan saya juga termasuk dalam postingan ini. yah, waktu saya ‘kecebur’ di migas dulu. keceburnya bukan ke dalam tanker, mobil tanki, atau kolam pengeboran minyak kaya’ di sidoarjo ya..๐Ÿ˜› tapi lebih ke kecebur kerja di dunia migas. YES! I WAS AN ENGINEER ON OILFIELD INDUSTRY!

aneh ya, seorang pecinta lingkungan koq masuk dunia migas?๐Ÿ˜›

nah, cerita kenapa saya dulu ‘kecebur’ di dunia migas itu panjaaaaaaannnggggg…. bangetz. pernah juga saya sebut dikit2 di sini. tapi yah, akhirnya juga saya keluar dari ‘kecebur’ itu. dan, kalo cerita keluar itu sih, simpel2 aja sebenernya.. meski mungkin aslinya rumit juga๐Ÿ˜›

jadi, dulu ceritanya saya sempet ‘dibuang’ ke tanahnya leluhur saya – wong fei hung *haha* dan, itu kejadian karena di kerjaan migas saya dulu, punya kebijakan yang seperti itu. cukup lama lah, sampe kurang lebih 1 bulan. di sana, saya ‘dibuang’ sama salah satu temen saya – namanya tri, orang bangka. dan, setelah 1 bulan pun, saya sama dia pun pulang lagi ke indonesia.

nah, sepulang dari sana itulah, tiba2 saya dapet kesempatan buat keluar dari migas. dan, saya pun dengan senangnya ngambil kesempatan itu dengan hati yang lapang! SOMEHOW, I’M SO GLAD! abis, selama saya di migas itu, saya sering banget mikir ulang apakah ‘kecebur’ di migas itu bener2 sesuai dengan pilihan saya? apa ga bertentangan sama prinsip saya? dan, jadilah saya pun keluar dengan jumawa *haha* dan, saya juga ga sendirian, karena ternyata tri pun dikasih kesempatan yang sama! – meski belakangan, dia balik lagi kerja di migas.๐Ÿ˜€

saya pun balik lagi ke jakarta dari tanah kalimantan – tempat kantor migas saya dulu. dan, sebaliknya di sini orang2 pada nanya kenapa saya sampe keluar. sampe sekarang pun masih aja ada! bahkan, ngajak saya balik lagi kerja di migas.. tapi yah, kalo yang udah pada ngerti, mereka sih ga nanya, tapi justru bilang, “Great, you’re still doing your idealism.”

hehe.. emang arti sebenernya idealisme itu apa, sih? kondisi ideal? ilmu gimana soal ideal? hmmm…

*kamu punya idealisme apa?*

Tagged: , , , , , ,

§ 4 Responses to ideal-is-me

  • Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Buat gue sih.. yabg penting menuruti kata hati.
    Kalo gak nyaman, gak sesuai hati nurani mending ditinggalin.
    Soal idelaisme itu paa…
    gue juga masih mencari pengertiannya๐Ÿ˜‰ hehehehe

  • cK mengatakan:

    idealisme itu berpegang teguh atas apa yang ia percayai/inginkan. seperti saya sendiri yang mencoba bertahan dengan idealisme saya. saya kuliah jurusan komunikasi, suka menulis dan mencintai musik. jadilah saya jurnalis dan guru piano sekaligus. ditawarin kerjaan lain yang keluar dari jalur komunikasi, saya masih coba pikir-pikir dulu. bagaimanapun idealisme yang saya pegang adalah saya kuliah jurusan komunikasi, maka saya harus bekerja di lingkungan yang berbau komunikasi. pemikiran kuno? biarin.๐Ÿ˜›

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      dan yang paling penting dari sebuah idealisme adalah dukungan yang kuat, maka idealisme itu pun bisa terlaksana. kalo ga ada dukungan yang kuat, ntar jadinya kaya’ gue, chik..

      ahli mesin, yang kerjanya di bidang komunikasi dan juga organisasi๐Ÿ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading ideal-is-me at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: