Globalize Your Music!

Januari 14, 2010 § 56 Komentar

Digital MusicGa cuman pemanasan aja yang mengglobal, ataupun juga perdagangan bebas, tapi musik juga bisa jadi global. Yup! Musik! Bahkan ada beberapa orang yang bilang bahwa musik adalah bahasa yang universal, sampe2 ada salah satu record label yang bernama sama โ€“ tanpa bermaksud promosi..๐Ÿ˜›

Anyhow, musik bisa jadi sesuatu yang global karena musik bisa dimengerti sama banyak orang hanya dengan dengerin doang. Karena musik, intinya kan bunyi2an gitu.. yang juga diiringi oleh lirik, ataupun bunyi2 yang ngedukung. Dan, sekarang ini musik bisa jadi lebih global karena udah ada teknologi digital, yang antara lain ada CD, DVD, blu ray, dan juga teknologi mp3 yang bikin musik jadi lebih gampang dishare lewat komputer dan internet!

Banyak musisi indie sekarang ini yang ngegunain teknologi2 digital itu buat bikin orang2 lebih ngedengerin musik mereka. Situs2 kayaโ€™ myspace dan juga multiply udah banyak banget ngebantu musisi indie itu supaya karya-karya musik mereka lebih mudah buat diapresiasi. Dan, juga udah banyak lho musisi indie Indonesia yang lebih terkenal di luar negeri, ketimbang negeri sendiri karena bantuan internet.

Salah satu solusi lain yang juga ngebantu musisi indie buat bisa bikin orang banyak lebih ngedenger musik dari para musisi, adalah Ovi Musik yang merupakan salah satu solusi dari Nokia. Ovi, yang juga banyak dikenal sebagai layanan pushmail dari Nokia ini, bisa ngebantu lebih banyak lagi musisi buat ngeshare musik mereka. Dan, ini ga cuman buat musisi indie, tapi semua musisi!

Musik yang disave dalam format digital mp3, bisa dishare lewat Ovi Musik yang juga bakal dibaca sama seluruh dunia. Trus, kalo bisa buat video, Ovi Musik juga bisa nampilin video itu, yang bisa disimak lewat Now Playing-nya Nokia. Yang paling baru ada videonya Rihanna di Now Playing, yang sekarang bisa disimak video dan juga musiknya. Youtube, lewat dah.. karena Ovi Musik integrated juga sama informasi2 lain soal musik, download, dll.

Intinya sih, kalo emang mau mengglobalkan musik supaya bisa didenger sama orang laen di planet bumi ini, Ovi Musik bener2 ngebantu banget. Tapi fasilitas yang bener-bener keren ini jangan sampe dipake buat nyebar musik yang kualitasnya abal2 ya.. Jangan musik yang niru2 dan plagiat gitu.. Karena orang2 pastinya lebih ngehargain musik yang punya jati diri, sebuah idealisme dan juga keaslian. Itu sih menurut saya, tujuan utama diadainnya Ovi Musik.

Jadi, udah siap buat mengglobalkan musik kamu? Langsung aja, meluncur ke tekape!๐Ÿ˜‰

NB: postingan ini dibuat dalam rangka Nokia Review Competition.๐Ÿ˜‰

gambar saya comot semena2 dari sini

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

§ 56 Responses to Globalize Your Music!

  • Billy Koesoemadinata mengatakan:

    jadiin musik kamu lebih banyak yang denger yaa..!!๐Ÿ˜‰

  • lie mengatakan:

    Wahhh gak punya Nokia Gan!!

  • asri mengatakan:

    aduh, asri ndak aktif di dunia musik
    pasif
    aka pendengar aja deh

    semangat bwt yg aktif!

    hehe:mrgreen:

  • alonso mengatakan:

    Question: Lalu apa kelebihan2 Ovi Musik yg tidak dimiliki MySpace, Multiply, dsb. sehingga bisa menarik para musisi indie utk gabung di sini?๐Ÿ™‚

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      hai alonso.. kalo sekilas saya liat sih, Ovi Musik punya kelebihan yang nggabungin MySpace, Multiply, dan juga Youtube. mereka ada channel buat friendship-nya melalui Royal Artist Club (RAC), dan juga bisa unduh & unggah musik plus video lewat nowplaying.nokia.com

      dan, yang paling penting adalah ovi musik bisa langsung unduh (download) musik2 yang ada langsung ke playlist di gadget nokia kamu.. –> tapi, ini masih buat yang pake gadget nokia. mudah2an ke depannya bisa buat yang ga pake gadget nokia juga๐Ÿ˜‰

  • erry mengatakan:

    Konsepnya mirip Apple dgn iTunes-nya ya..
    tapi kesulitannya di Indonesia adalah masalah klasik, apalagi kalau bukan pembajakan/MP3 gratis. Daripada mengunduh lagu dari Ovi Musik (yg sepertinya harus membayar ya?), mending transfer langsung dari CD MP3/laptop.
    Kira2 langkah Nokia sebaiknya gimana ya utk mengantisipasi persoalan ini?๐Ÿ™‚

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      hai erry..

      konsep mungkin mirip, karena memang seperti itulah agar tercipta pengikut yang setia terhadap sebuah tribes.. dalam hal ini, nokia adalah sebuah tribes besar yang mencakup pengguna di seluruh dunia

      kalo misal pembajakan dan MP3 gratis, emang itu jadi masalah yang klasik.. tapi, ovi music juga punya fitur buat CD ripping lho.. coba deh, download aja dulu ovi music dan install di kompu, trus liat fitur CD ripping-nya

      dan.. bayar? hmm.. kita kan juga harus punya tanggung jawab terhadap hak cipta dongs. sebagai apresiasi terhadap para musisi yang sudah mendedikasikan keahlian mereka menciptakan musik yang nikmat untuk didengar๐Ÿ˜‰

      makanya, kualitas musiknya harus diperhatikan supaya jangan sembarang orang bisa apdet musik di situ.. apalagi yang plagiat

  • ernit mengatakan:

    beuh,,,
    pantes gw dipaksa2 buat komen, ternyata buat ikutan competition ya?
    ckckck, pfiuh… :p

  • erry mengatakan:

    @Billy:
    Ya.. solusi itu aku rasa baru dari segi konsumen ya, kesadaran masing2. Kesadaran akan penghargaan thd hak cipta musik.

    Yang aku tanya sebenernya lebih ke usulan saranmu kpd Nokia utk menarik minat para pengguna supaya mau memilih Ovi Music dibanding MP3 bajakan.

    Dalam pikiranku sih, cara termudah yaitu dgn iming2 hadiah.. 1 handset Nokia utk pengunduh MP3 terbanyak tiap pekan/bulan. Atau pengulas (reviewer) musik terbanyak tiap pekan/bulan. Karena menurutku, tipikal orang Indonesia adalah mudah diiming2i… *termasuk diri pribadi, hehehe*

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      memang tipikal seperti itu.. tapi, perilaku seperti itu ga mendidik loh.. apalagi kalo dibiarkan berkelanjutan.

      kalo misal caranya seperti fellowship mungkin bisa jadi lebih mendidik.. bisa kaya’ bloggership gitu deh..๐Ÿ˜‰

  • Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by billy1986: #freethekillerslive @nokiaIndonesia https://iamthebilly.wordpress.com/2010/01/14/globalize-your-music/

  • erry mengatakan:

    masalahnya adalah: Nokia mau mendidik atau mau Ovi Music-nya laku?๐Ÿ˜› “pendidikan” bisa berjalan kalau “murid2”-nya ada. nah kalo utk menarik “murid” aja susah, gimana mau “dididik”?

    tapi intinya sih, Ovi Musik harus punya nilai tambah layanan dibanding lapak MP3 bajakan. harus ada penghargaan yg bisa membuat orang merasa bangga kalau mengunduh dari situ. wujud sebaiknya harus yg bisa ditunjukkan ke teman2nya. contohnya semacem badge di Plurk, tapi dgn ikon/tulisan “Saya dukung MP3 resmi” (atau sebagainya). menurutku, inilah tipikal lain orang Indonesia: pengen tampil bergengsi๐Ÿ˜‰

    konsep bloggership bisa saja diterapkan di sini, tapi tentu dgn usaha yg lebih keras. soalnya membaca blog kan gratis, sementara mengunduh MP3 ngga๐Ÿ™‚

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      cara menarik murid kan ga selalu harus dengan menunggu murid. bisa jadi dengan mengoptimalkan murid2 yang udah “ada” seperti musisi yang emang aware terhadap pembajakan..

      nilai lebih itulah yang emang perlu dibuat sama ovi musik, apalagi kalo ngincer konsumen indonesia. dan, badge ataupun ikon2 berupa tanda gengsi sudah mendukung legalitas mp3, memang bisa jadi contoh yang baik. tapi, karena emang manusia Indonesia lebih suka yang bergengsi dengan cara yang lebih keliatan, bisa aja kan pake bantuan media cetak ataupun elektronik kaya’ TV dan juga radio buat ngebantu apresiasi terhadap itu. bikin pertemuan bulanan yang ngasih apresiasi bisa dibuat lho.. dan, yang penting adalah ‘gelar’ yang diberikan, atau bisa jadi kesempatan lebih terhadap menikmati musik dengan lebih optimal.

      konsep bloggership pasti butuh kerja lebih keras, tapi itu bukannya ga mungkin kan? dan, sebenernya konsep gratis ataupun ga itu salah kaprah penerapannya. karena, buat koneksi internet kan tetep bayar, lalu kenapa ga kita alihkan untuk sesuatu yang lebih resmi dan kredibel plus bergengsi pula? satu langkah kecil, akan lebih berarti daripada tidak melangkah sama sekali.. tapi tentu, harus dengan perhitungan dan juga evaluasi yang maksimal

      anyway, intinya sih solusi berupa ovi musik memang akan sangat sulit untuk diterapkan di Indonesia, tapi kalo misal nih, didukung sama segenap praktisi dan juga aturan2 yang berlaku (baca: pemerintah), dengan kampanye yang tepat — misalnya musik untuk nasionalitas, pastinya masyarakat juga bisa mencerna edukasi itu dengan lebih baik.

      • erry mengatakan:

        Dari dirimu sendiri, apa nilai tambah yg kamu harapkan dari sebuah music store, yg bisa membuat kamu tertarik utk membeli MP3 legal secara online, sekaligus meninggalkan MP3 bajakan?

        That question would be my last comment.

        Utk penutup, mau berpantun kilat dulu ah:
        Akhir kata kuucap “Good luck!”, kalo menang tolong ajak2.

        Hehehehe….๐Ÿ˜›

        —-

        jawaban saya — billy, sebagai berikut — karena fitur balas cuman bisa 2 kali di komen yang sama๐Ÿ˜€
        kalo soal beli-membeli, nilai tambah yang gue harapkan adalah,
        1. sortiran musik yang terbuka, jadi setiap usernya begitu buka toko musik online itu ga musti liat2 musik2.. intinya, personalized music store
        2. free music yang dihadiahkan pada para usernya, entah itu tayangan vidklip teranyar gratis sebelum dipublikasi. yah, promosi awal sebelum yang resmi gitu..
        3. CD/DVD edisi spesial yang langka, yang bener2 ga bisa didapet di music store nyata, dan harganya diskon pula
        4. kesempatan buat mix & match music, entah itu artis ataupun jenis musiknya itu sendiri sehingga bisa bikin kita berasa kaya’ DJ kawakan, dan ada fungsi recording yang bisa diunduh — tentunya jika kita langganan

        begitu er..๐Ÿ˜‰

        thanks for the “good luck”!

  • Chic mengatakan:

    ihiiiiy semoga menang ke Singapura gratiiiiis๐Ÿ˜€
    dari kemaren pengen nulis tapi ide-nya mentok!๐Ÿ˜†

  • ciwir mengatakan:

    siippp mantab jaya rek
    semoga menang bosss

  • Dito mengatakan:

    sebenarnya dari dulu saya pribadi ingin sekali ada penjualan musik melalui Internet, seperti halnya OVI atau pun iTunes. Tetapi seperti yang dikatakan @erry, bakalan sulit di negara kita karena banyak lebih memilih gratisan dibandingkan berbayar. Selain itu, iTunes tidak menyediakan fitur penjualan musik atau pun video di Indonesia, mungkin dikarenakan maraknya juga pemalsuan kartu kredit. perlu dipikirkan pula cara pembayaran yang dianggap sangat memudahkan bagi penggunanya, khususnya pengguna dari Indonesia.

    salah satu contohnya yang sepertinya agak jalan di tempat itu importmusik.com, padahal kan dengan adanya penjualan musik digital, kita bisa membeli salah satu track-nya saja, tanpa membeli keseluruhan albumnya.

    klo mengenai badge dan semacamnya, sepertinya sih percuma. banyak sekali yang gembar-gembor mendukung anti pembajakan lah atau semacamnya, tapi kenyataannya tidak.

    toh situs penyedia barang-barang ilegal tersebut masih menjamur di dunia maya. sedikit berbeda dengan di europe yang katanya sekarang sangat diawasi masalah pembajakan oleh otoritas setempat, sehingga bisa langsung ditangkap pelaku peng-upload dan pen-download-nya.

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      dear dito

      yup, gue setuju banget kalo toko musik digital bisa buat kita lebih gampang kalo buat beli salah satu track. ibarat sebuah radio, kita bisa milih track mana aja yang kita suka, tanpa harus satu album.

      dan, memang di Indonesia emang masih susah kalo berbayar – karena lebih banyak yang suka gratisan. tapi kan bukan berarti ga bisa diedukasi supaya lebih baik. memulai dengan yang kecil itu, lebih baik daripada ga dimulai sama sekali. ibarat seorang bayi, kan merangkak dulu baru kemudian belajar jalan, trus lari. ga mungkin kan, hari ini ada peresmian aturan, besok langsung bisa dijalankan. sosialiasi dan juga edukasi yang didukung sama perilaku yang lebih baik oleh yang lebih aware, itu akan sangat membantu lho!

      dan kalo misalkan iTunes atau Ovi nantinya ga menyediakan fitur penjualan langsung ke Indonesia karena takut penipuan kartu kredit, kenapa ga kita menyuarakan hal ini ke forum2 yang udah terbentuk di Internet, yang emang dihuni oleh para frontliners IT indonesia. kaskus kan punya kaspay tuh, bisa aja kita minta bantuan mereka buat bikin tautan ke ovi atau itunes supaya lebih resmi. atau, tokopedia (tokopedia.com) juga bisa dimungkinkan buat bikin kerjasama itu, karena mereka emang bergerak di bidang e-commerce yang lokal punya.

      badge dan segala macam yang dicontohkan oleh gembar-gembor pembajakan di Indonesia, mungkin bisa jadi sia-sia, tapi memulai langkah itu memang takkan mudah. membangun awareness itu adalah hal yang sulit, tapi bukan berarti tak mungkin. Indonesia aja merdeka ga langsung dalam 2 hari kan, tapi perlu penjajakan dari mulai boedi oetomo taun 1908, sampe merdeka tahun 1945! atau bahkan, bisa jadi lebih awal dari boedi oetomo kesadaran nasionalisme itu udah mulai terbangun.

      situs penyedia barang ilegal memang seperti black market barang di dunia nyata yang -hampir- tak tersentuh. tapi bukan berarti ga bisa, ‘kan? andaikata otoritas (baca: pemerintah) lebih mengerti soal ini dan juga tidak diselingi kepentingan tertentu, bukan ga mungkin lho hal2 yang berupa pembajakan ini bisa lebih dikendalikan, meski tentunya ga semua hal bisa jadi lebih benar dan sejalan dengan peraturan.

      pelanggaran itu pasti akan terus terjadi, tapi dikembalikan pada kita. tapi jika kita berhenti membenarkan pelanggaran itu, semua kan akan jadi lebih baik. harus optimis kan..๐Ÿ˜‰

      di balik segala kesusahan, pasti akan datang kemudahan. dan, kemudian datang kemudahan lainnya..

      yuk, dukung legalisasi dan globalisasi musik kita! sebelum, diaku2 hak orang laen lho..๐Ÿ˜‰

  • erry mengatakan:

    @Dito
    IM:PORT Musik jalan di tempat mungkin karena pilihan artisnya masih sangat terbatas. Ujung2nya mereka bikin label sendiri dan mengorbitkan artis sendiri.

    Ovi Store sebenarnya punya potensi lebih besar karena sudah sukses menggandeng label internasional (Universal Music). Tinggal strategi pemasarannya aja di Indonesia harus disesuaikan.

    @Billy
    Makasih sarannya. Skrg udah tuh๐Ÿ˜‰

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      wuokeh er.. thanks for the comments! (including this!)๐Ÿ˜‰

      mari berharap Ovi Musik bisa berhasil di Indonesia, secara share market Nokia di Indonesia cukup besar, dan masih banyak lagi potensi masyarakat yang juga bisa di-reach sama Nokia dengan Ovi-nya..

      apalagi, kalo Ovi mau bikin festival musik yang nantinya para pesertanya dipublish via Ovi Store..

      seru ‘kan?๐Ÿ˜‰

  • erry mengatakan:

    Oh ya, ngomong2 soal MP3 legal, seingetku di jaringan Blitz Megaplex pernah ada toko yg menjual produk musik seperti ini. Namanya Digital Beat (kalo gak salah).

    Jumlah artisnya (lagi2) memang masih sedikit dan rata2 adalah musisi indie. Namun konsepnya serupa dgn Ovi Store, cuma versi offline. Pembeli tinggal dateng ke toko itu membawa ponsel/pemutar MP3/flashdisk, colokkan ke port USB yg ada, pilih lagu2 yg ingin ditransfer, trus bayar deh di kasir.

    Entah sekarang nasibnya gimana. Masih bertahan atau nggak. Dulu sih aku liatnya di Blitz Pvj Bandung. Kalo gak salah, di Blitz GI juga ada.

    *hehe, maap jadi nambah komentar lagi*

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      gapapa koq er, nambahin komen lagi.. kan, namanya juga diskusi๐Ÿ˜‰

      nah, mungkin konsep itu harus dijalanin lewat dua dunia.. online dan juga offline..

      jadi, Ovi Musik sebagai pihak yang udah punya lisensi, ya pasti bakal lebih mumpuni lagi
      ๐Ÿ˜‰

  • Dito mengatakan:

    @erry: yup, saya juga pernah denger yang dari Blitz itu, tapi belum pernah coba. pernahnya mencoba importmusik saja, itu pun pernah bermasalah waktu downloadnya, yang akhirnya dikirim manual filenya via email, he he he.

    semakin banyak yang bermain di bisnis ini, sepertinya akan semakin bagus ke depannya, dan bakalan ada cara2 pembayaran lainnya yang mungkin lebih cocok dengan kondisi masyarakat kita di sini.

    maju terus permusikan Indonesia๐Ÿ˜‰

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      dito, pastinya.. dan harus maju dongs..

      apalagi kalo emang edukasi dan sosialisasi musik dan legal rights di Indonesia jadi lebih baik

      oiya, ini juga kan bisa ngebuat orang2 Indonesia buat ngebikin aplikasi2 pembayaran yang setaraf paypal ataupun CC yang lebih kredibel

      atau, bisa jadi tokopedia dan kaskus juga ngebantu supaya jadi lebih baik. — seperti yang saya bilang di komen2 sebelumnya๐Ÿ˜‰

  • erry mengatakan:

    Baru tau, ternyata pemilik DigitalBeat Store itu pak Budi Rahardjo toh.. selain praktisi TI & narablog, beliau memang musisi juga kan. Musisi blues, ahaha…

  • cK mengatakan:

    semoga berhasil ya billy! ntar aku nitip obat jerawat kalau kamu ke spore…๐Ÿ˜›

  • suwandi mengatakan:

    wah mantab gan๐Ÿ™‚

  • mr.bambang mengatakan:

    Semoga menang!๐Ÿ™‚

  • diajeng mengatakan:

    postingannya makin mantep kang…sukses terus ya…๐Ÿ™‚

  • elia|bintang mengatakan:

    menarik konsepnya! intinya sih sbnrnya memanfaatkan internet untuk mengglobalkan musik kita.. semoga menang bil!๐Ÿ˜€

  • Rindu mengatakan:

    Musik adalah makanan jiwa, menulis adalah minuman jiwa … dan saya kembali menulis๐Ÿ™‚

  • jiung mengatakan:

    wahh.. kayaknya nokia mo buat konspe baru lagi untuk ajang digitalisasi musik. Karena tahun kemaren kite pernah gabung di Nokia IAC Asia Pasific (Independent Artist Club) yang isinya band-band indie dari seluruh asia pasific. Trus pertengahan tahun kmaren itu di stop sama Nokia nya, nahh baru tau deh klo mereka ngembanginnya menjadi konsep OVI ini.. Tapi baguslah, jaman2 dulu susah banget untuk publish lagu apalagi band baru yang ga punya modal.. trus bisa djual lagi.. (^_^)

    • Billy Koesoemadinata mengatakan:

      nah itu dia, apalagi sekarang nokia punya royal artist club. kaya’nya sih itu program terusan dari IAC gituh.. cuman, beda konsep ‘membershipnya’

      eh jiung, kapan lagi nih perform? jangan lupa bikin digital dokumentasinya ya.. kali2 aja bisa dipublish via ovi-nya nokia๐Ÿ˜‰

  • Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Ini postingan berbayar bukan siy bil?

  • mandor tempe mengatakan:

    hape saya bukan itu je.
    Musik yang menglobal tidak hanya berada di situ kan ?

  • nh18 mengatakan:

    Music is a universal language of mankind …

    Dan tekhnologi bisa membatu untuk mewujudkannya lebih cepat …

    Salam saya Kang Billy

  • Program kasir mengatakan:

    musik semangat hidupku, tanpa musik ya sepi lah ..

  • Sewa Mobil Bali mengatakan:

    yang paling penting adalah ovi musik bisa langsung unduh (download) musik2 yang ada langsung ke playlist di gadget nokia kamu.. โ€“> tapi, ini masih buat yang pake gadget nokia. mudah2an ke depannya bisa buat yang ga pake gadget nokia juga,,,hihihihhihih,,

  • sewa mobil di bali mengatakan:

    tanpa musik gimana gtcu,,,,saya paling hobby dengerin musik,,,,thanks to info,,,,

  • Sewa Mobil Bandung mengatakan:

    musik seperti di setiap masakan , tanpa musik semua tersa hambr.. maju terus musik indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Globalize Your Music! at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: