(minimal) 3 jam sehari

Mei 23, 2011 § 23 Komentar

Dulu, saya pernah nulis tentang jam tidur yang ideal per harinya. Iya, yang 8 jam sehari itu lho. Trus, saya juga pernah nulis soal jumlah jam seharinya. Yang 24 jam itu lho.. Nah, kali ini saya juga mau nulis yang ada hitungan jamnya. Soalnya, entah kenapa sekarang ini, atau tepatnya mulai masuk taun 2011 ini, setiap jamnya, atau waktu semakin berharga buat saya.

Seperti postingan sebelumnya, saya mau tanya dulu. Apa yang kalian lakukan (minimal) 3 jam setiap harinya? Yah, seperti yang saya tulis jadi judul postingan ini deh..

Jawabnya pasti bervariasi, tapi saya tebak-tebak dikit ya.. Yang dilakukan (minimal) 3 jam sehari itu:

  • Jalan-jalan di mal.
  • Sekolah/belajar.
  • Kerja.
  • Ngelakuin pekerjaan rumah: nyapu, ngepel, nyetrika, masak, dll.
  • Makan. — terutama buat yang “penggila” makan.πŸ˜›

Ada yang nyangkut? Gimana kalo saya tambahin satu lagi yang cukup vital buat kegiatan sehari-hari, dan ga bisa dielakkan. Yaitu, di jalan alias selama berada di transportasi dari dan ke suatu tempat. Vital, dan cukup sering kita lakukan. Tanpa disadari, bisa-bisa 3 jam lho secara total setiap harinya, kita habiskan “cuma” buat berada di jalan atau berada di perjalanan.

Belakangan ini, saya jadi mikir sendiri. 3 jam “cuma” buat berada di perjalanan dari dan ke suatu tempat. Kena panas, dingin, angin, asap knalpot, keringetan, bau, dan capek juga tenaganya plus kudu waspada terhadap segala macem, mulai dari pengendara kendaraan laen, peraturan lalu lintas, sampe para oportunis macam jambret atau copet.

Yah, ini lebih karena saya tinggal dan kerja di Jakarta sih, kalo di kota laen mungkin beda cerita. Tapi tetep aja, 3 jam “cuma” buat berada di perjalanan. Rasanya ya.. gimannaaaa gituh.. *mikir*

Kalo pengen tau (minimal) 3 jam sehari di perjalanan saya itu ngapain aja, jadi gini: pagi hari dari rumah di sekitaran lenteng agung, saya nganter istri ke kantornya di sekitaran pulomas dan kemudian lanjut ke kantor saya di sekitaran kebon jeruk. Kalo diliat di peta, ujung ke ujung Jakarta lho.. *bangga*πŸ˜† Dan, itu kurang lebih udah habis sekitar 2-2,5 jam setiap kalinya. Dan, baru deh pulang kerja setiap harinya, kurang lebih 1 jam setiap sore/malemnya. Total, (minimal) 3 jam sehari kan?

Trus, pasti muncul pertanyaan: Kenapa istri ga berangkat sendiri aja? Well, jawaban saya sederhana aja sih. Karena saya ga mau kehilangan waktu bersama istri saya cukup banyak setiap harinya. Macam lagunya Aerosmith lah, yang “I Don’t Wanna Miss A Thing”. *lebay*πŸ˜›

Anyway, balik lagi ke soal di jalan tersebut, lama-lama saya ga nyaman juga. Saya pengen protes, sekeras-kerasnya. Ke siapa lagi, selaen ke sesama pengguna jalan yang bikin perjalanan jadi lebih lama. Tapi ya, nanti bisa jadi pisau bermata dua. Berbalik lagi ke saya, karena saya juga pengguna jalan, yang (bisa jadi) bikin perjalanan orang lain jadi lebih lama. Intinya sih, saya mencoba buat ikhlas sambil nyari jalan keluar terbaik.

Dan, sepertinya sih.. saya sudah cukup mendapat petunjuk apa jalan keluar terbaiknya. Bismillah, mudah-mudahan ini jadi berkah.πŸ™‚

Kalo mau tau apaan, tunggu aja tanggal mainnya yaa..πŸ™‚

Tebak-tebakan yuk, kira-kira apa hayooo??πŸ˜› *mikirin hadiahnya apaan buat yang nebak bener*

Tagged: , , ,

§ 23 Responses to (minimal) 3 jam sehari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading (minimal) 3 jam sehari at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: