Ketika Bayi di Kandungan Diajak “Mengobrol”

Desember 28, 2011 § 18 Komentar

Bulan Desember ini, bayi dalam kandungan istri saya sudah masuk lima bulan. Dan, minggu ini kurang lebih usia bayi dalam kandungan tersebut adalah 23-24 minggu. Tepatnya, saya kurang tahu. Tapi kalau menghitung dari terakhir kali menstruasi, ya kurang lebih sebegitu itulah angkanya.

Anyway, yang mau saya tulis di blogpost ini bukan soal usia kandungan tersebut – meski mungkin ada kaitannya. Melainkan, tentang “kebiasaan” baru saya dengan bayi dalam kandungan tersebut. J

Yah, bisa dibilang sejak masuk usia kandungan 18 minggu pada bulan November lalu, istri saya mulai merasakan denyutan-denyutan di perutnya, di sekitar kandungannya. Dan, ketika kontrol kandungan ke dokter, baru diketahui bahwa denyutan-denyutan itu adalah tanda bahwa sang bayi mulai aktif, dengan cara “menendang” perut ibunya (yang tentunya istri saya) dari dalam kandungan.

Tendangan-tendangan bayi dari dalam perut, sudah berkali-kali saya baca dan ketahui dari berbagai tulisan, bacaan, hingga cerita dari teman, keluarga besar, serta orangtua saya sendiri. Tapi, mengalaminya sendiri sebagai seorang Ayah, baru sekarang. Dan, rasanya benar-benar luar biasa, menakjubkan, ajaib, dan terkadang membuat dada saya sesak karena terharu.

Oke, silakan sebut saya lebay, tapi kalo ada yang menjadi Ayah, pasti tahu rasanya. Kalo belum, jangan mudah tertawa, rasakan saja sensasinya sendiri saat nanti. J

Lanjut cerita ke tendangan dari sang bayi, entah kenapa rasa excited itu selalu muncul kalo sang bayi nendang di saat saya lagi megang perutnya. Iya, senang rasanya “ditendang” sama sang bayi saat kebetulan kita memegang perut ibunya, dan atau tahu saat sang bayi nendang. Dan yang lebih seru lagi adalah, ketika sang bayi nendang setelah kita bicara. Entah itu karena dia mengerti dari ucapan kita, atau dia merespon secara acak.

Jadi, kini sebisa mungkin setiap malam sepulang kerja setiba di rumah, setelah cuci tangan-kaki-muka dan mungkin ganti baju, pokoknya sebersih dan senyaman mungkin, saya mengajak sang bayi yang masih di perut istri saya untuk mengobrol. Mulai dari bertanya apa saja yang sudah ia “alami” bersama istri saya di hari itu, apakah ia lapar atau tidak, sudah belajar apa saja, dan masih banyak lagi. Pokoknya, apapun yang bisa saya tanyakan. Dan responnya juga seru, mulai dari tentangan-tendangan kencang-kecil, teratur-tak teratur, hingga bergerak-gerak di dalam perut istri saya. Menakjubkan.

Oiya, selain “mengobrol” sepulang kerja di malam hari, pagi harinya pun kadang saya “menyapa”-nya untuk bangun pagi, mengajaknya solat (sekaligus juga mengajak istri saya tentunya), hingga mengajaknya bangun pagi. Saat wiken pun demikian adanya, bahkan bisa jadi lebih sering karena saya lebih sering bersama istri saya ketimbang hari kerja.

Senang ya rasanya menjadi seorang suami-dan sekaligus calon Ayah. Mudah-mudahan, istri dan bayi di dalam kandungannya sehat dan normal, persalinannya nanti lancar,serta selamat. Amiin..

I may not the best man ever, but I’m doing the best as a man for my wife and the baby, at the moment.

Percaya ga percaya, mata saya berkaca-kaca lho pas nulis blogpost ini.

Tagged: , , ,

§ 18 Responses to Ketika Bayi di Kandungan Diajak “Mengobrol”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ketika Bayi di Kandungan Diajak “Mengobrol” at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: