Tertib di Jalan Raya: Tanggung Jawab Bersama

Maret 7, 2012 § 5 Komentar

Siapa sih yang ga gemes kalo lagi asik-asiknya berkendara di jalanan secara aman, terus tiba-tiba harus berhenti mendadak karena di depan ada angkutan umum yang berhenti mendadak? Siapa juga yang ga gemes kalo lagi asik-asiknya berkendara dalam batas kecepatan normal, tiba-tiba harus sigap bermanuver buat menghindari kendaraan lain yang tiba-tiba ambil jalan, atau ada penyeberang yang seenaknya mementas jalan?

Iya, saya gemes dengan kondisi di atas. Gemes banget.

Bayangin aja dong, sebagai pengguna jalan saya udah berusaha semaksimal mungkin buat berkendara dengan aman: pakai perangkat keselamatan macam helm dan sepatu saat menggunakan sepeda motor, kecepatan pun tidak dipacu tinggi — di jalanan dalam kota kecepatan rata-rata 20-40 km/jam. Tapi kadang-kadang saya harus menekan tuas rem motor saya semaksimal mungkin dengan penuh hati-hati agar tidak selip hanya karena ada kendaraan lain yang tiba-tiba mengambil jalan di depan saya, tanpa menyalakan lampu sein! Segala sumpah serapah rasanya ingin segera terlontar dari mulut saya, tapi ya.. saya tahan karena saya tahu hal itu takkan langsung mengubah perilaku si pengendara tersebut.

Saya tahu, saya juga mungkin pernah melakukan hal tersebut, dan atau mungkin saya juga pernah membuat orang lain ingin mengucapkan sumpah serapah kepada perilaku saya saat berkendara. Tapi, alangkah lebih baiknya kalo semua pengguna jalan raya – baik itu pengendara kendaraan maupun juga pengguna angkutan umum untuk sama-sama tertib. Iya, tertib yang beneran tertib, bukan tertib yang asal tertib karena ada petugas keamanan yang liat atau ada di dekatnya.

Contoh perilaku tertib di jalan raya itu bisa dilakukan mudah, dengan langkah yang mudah pula. Macam begini — ini saya kasih contoh berdasar jenis pengguna jalan raya-nya ya..
1. Pengemudi mobil: mengemudi di jalurnya yang sesuai, tidak zig-zag pindah jalur, serta menyalakan lampu sein saat hendak menepi, berbelok, atau pindah jalur.
2. Pengemudi motor: mengemudi mengenakan helm dan sepatu yang sesuai, tidak mudah berpindah jalur, memacu kecepatan maksimal dengan aman dan tidak serta-merta, serta menyalakan lampu sein saat hendak menepi, berbelok, atau pindah jalur.
3. Pengguna kendaraan umum: memberhentikan angkutan umum di tempat yang tepat seperti halte dan bukan di lampu merah atau persimpangan
4. Pejalan kaki: tidak menyeberang di sembarang tempat, apalagi jika menyeberang tanpa pemberitahuan seperti lambaian tangan atau memperhatikan sejenak ke arah lalu lintas yang akan diseberangi.

Dan, yang paling penting serta mengena untuk semua pengguna jalan raya adalah… kurangi atau bahkan jangan sampai menggunakan telepon selular saat berada di jalan raya! Karena konsentrasi kita saat menggunakan jalan raya akan sangat berkurang diakibatkan oleh perhatian kita yang tertuju pada telepon seluler.

Kalau ditanya apakah saya sudah melakukan contoh-contoh di atas, saya akan jawab dengan pede: Iya, saya sudah melakukannya, dan terus berusaha melakukannya. Karena saya tau, ketertiban di jalan raya itu tanggung jawab semua pengguna jalan raya, tanggung jawab bersama.

Tertib bareng-bareng yuk!

Tagged: , , , , ,

§ 5 Responses to Tertib di Jalan Raya: Tanggung Jawab Bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tertib di Jalan Raya: Tanggung Jawab Bersama at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: