Real Steel: Kemauan yang Keras

Juli 28, 2012 § 18 Komentar

Harusnya saya nonton film Real Steel ini saat masih tayang di bioskop, tapi ya.. karena satu dan lain hal, akhirnya ga sempat saya nonton di bioskop sampai masa tayangnya habis. Ujung-ujungnya, cari DVD, dan nontonlah di rumah.

Memang, film ini bagus… banget!😄

Sebagai sebuah film yang “dipenuhi” dengan robot, film ini menawarkan cerita yang kuat. Cerita mengenai hubungan ayah-anak, mengenai masa lalu-masa kini, dan paling penting.. cerita mengenai kemauan, keinginan, perjuangan. Real Steel.

Berawal dari kisah Charlie Kenton, seorang petinju yang sudah “pensiun”, film Real Steel ini dimulai. Dibelit hutang, mencari keuntungan sana-sini, hingga kemudian ia diberitahu bahwa ibu dari anaknya meninggal. Ia pun harus segera mengurus hak asuhnya – yang dengan mudah ia pikir untuk menyerahkannya ke keluarga terdekat selain dirinya.  Namun, tak dinyana, anak lelakinya yang bernama Max Kenton ini diserahkan padanya selama 2 bulan – dengan bayaran, sebelum kemudian diserahkan kepada pemilik hak asuhnya.

Dari situ kemudian cerita berkembang menjadi perjuangan Charlie untuk menghasilkan uang untuk membayar hutang, perjalanan ke beberapa tempat untuk mendapatkan pertarungan, hingga kemudian hubungan ayah dan anak yang telah hilang selama bertahun-tahun. Di situlah Charlie mendapatkan pelajaran dari Max, begitupun Max mendapatkan pelajaran dari Charlie. Pelajaran tentang kemauan yang keras.

Dan, sesuai judulnya serta “tawaran” utama berupa robot-robot petarung, Real Steel pun dilengkapi dengan adegan-adegan pertarungan robot petinju berbagai ukuran, bentuk, hingga tempat. Semuanya disajikan dengan menarik dan terlihat apik. Kekerasan yang disajikan dari pertarungan antar-robot pun terlihat dikemas menjadi sebuah pertunjukkan yang memukau mata.

Berhubung saya tipikal orang yang suka dengan karakter robot, jadilah saking penasarannya saya pun nyari lebih lanjut soal film ini di internet, siapa tau ada website resmi yang punya berbagai sumber daya. Untungnya ketemu di sini. Dan, nemulah salah satu linknya memuat cara untuk membuat robot kertas. Yay!

Anyway.. back to the film itself, unik rasanya melihat seorang Hugh Jackman bermain di film futuristik sekaligus banyak berinteraksi dengan karakter anak. Memang, ia juga pernah melakukan akting yang banyak berinteraksi dengan anak di film Australia (dan bukan di film Swordfish), tapi ya… tetap saja. Image-nya sebagai Wolverine yang beringas sudah begitu melekat. Makanya menonton dia bisa berakting seperti di film Real Steel, seperti menemukan sisi lain dari seorang Hugh Jackman. A family man.

Oiya, di tiap film saya biasanya punya adegan favorit.. dan, inilah adegan favorit saya di film Real Steel.

Kamu udah nonton Real Steel belum?

Tagged: , , , , , , ,

§ 18 Responses to Real Steel: Kemauan yang Keras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Real Steel: Kemauan yang Keras at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: