Berkomunikasi dengan Bayi di Usia Awal Kelahirannya

September 26, 2012 § 6 Komentar

Gimana ya caranya supaya bayi tau kalo saya adalah orangtuanya? Pertanyaan itu yang kerap kali diucapkan oleh saya, dan juga istri saya di minggu awal-awal setelah kelahiran bayi kami berdua. Dipikir-pikir, memang sepertinya agak sulit untuk membuat bayi bisa mengenali kami sebagai orangtuanya. Tapi biar gimanapun, pasti ada cara. Apalagi, otak bayi tentunya perlu dilatih sejak dini agar di kemudian hari ia jadi cerdas. Iya, cerdas.🙂

Mendengar suara, melihat tampilan, mencecap rasa, merasakan sentuhan dan suhu, mencium aroma, hingga bercakap-cakap dengan kata adalah indera yang bisa manusia dewasa gunakan untuk berkomunikasi. Tapi bagaimana dengan bayi? Satu-satunya cara berkomunikasi yang ia tahu efektif untuk dilakukan adalah… menangis. Iya, menangis.

Saat bayi menangis, sebagai orangtua yang baik dan tanggap, tentu kita akan mencaritahu apa yang diinginkan oleh sang bayi. Ganti popok, gendong, peluk, minum susu, atau bahkan sekadar memperdengarkan suara kita hingga kemudian tertidur, adalah sedikit dari banyak hal yang diinginkan oleh sang bayi dan diekspresikan (diminta) melalui menangis. Tapi, bagaimana caranya bahwa sang bayi tahu bahwa kita – orangtuanya yang melakukan? Itu jadi sebuah PR yang cukup besar – pada awalnya.

Saya lupa persis pernah baca dari mana, tapi ada kaitannya sama salah satu ucapan dari ibu saya dulu.. “Hal pertama yang bayi pelajari adalah sentuhan.” Dulu saat saya masih belum menikah atau bahkan belum jadi orangtua, tentunya ucapan tersebut kurang bisa dimengerti. Tapi kemudian kini, saya mengerti maksud dari ucapan ibu saya tersebut.

Dari usia awal-awal minggu, bayi tentu akan mulai mempelajari lingkungan dengan mengoptimalkan segala indera yang ia miliki. Melihat, mendengar, bersuara (menangis), mencium aroma, hingga merasakan sentuhan dan suhu sudah pasti ia lakukan. Tapi segala informasi yang ia terima dari indera tersebut, bisa jadi terlalu banyak untuk ia olah dan dijadikan ingatan. Segala proses tersebut memerlukan tahapan, dan tahapan pertama adalah melalui sentuhan.

Menyentuh bayi sebenarnya tidak memerlukan teknik khusus. Tapi apabila kita berulangkali melakukannya, perlahan-lahan bayi akan mengenali sentuhan kita. Bukan soal halus atau kasar dari permukaan kulit kita, melainkan bagaimana sentuhan itu dilakukan. Mengelus pipi, mengelus punggung, mencium pipi, hingga mengusap-usap kepala adalah beberapa sentuhan yang bisa membuat bayi mengenali kita. Dan, dengan frekuensi yang tentunya berbeda daripada orang lain, bayi akan mengenali kita sebagai orang yang selalu ada untuknya. Mengenali kita sebagai orang yang bertanggungjawab terhadapnya. Sebagai orangtuanya.

Saya dan istri pun melakukan sentuhan yang berbeda terhadap bayi kami berdua. Dari sekian banyak ragam sentuhan yang bisa dilakukan, yang saya dan istri lakukan adalah menempelkan pipi kami berdua sesering mungkin dengan pipi sang bayi. Saat akan menggendong, saat hendak meletakkan ke tempat tidur, saat ia menangis, pokoknya sesering mungkin. Dan, itulah yang kemudian membuatnya mengetahui perbedaan sentuhan saya dan istri, dengan sentuhan orang lain. Dari mana saya yakin sang bayi tahu dan mengenali? Tentu lebih mudah jika dijawab dengan insting orangtua, tapi ya.. terlihat dari perbedaan sikap bayi kok.🙂

Tapi ada yang perlu diketahui, berkomunikasi dengan bayi melalui sentuhan yang berbeda dibandingkan dengan orang lain, efektif dilakukan di usia-usia awal bayi. Let’s say.. di 3 bulan pertama, tapi bukan berarti harus berhenti ya setelah 3 bulan itu. Karena ketika lewat 3 bulan pertama, indera bayi semakin berkembang. Sehingga jadi lebih banyak cara berkomunikasi yang bisa dilakukan. Apalagi, jika bayi semakin aktif bergerak. Nah, soal itu, saya post lain kali aja ya..🙂

Kalo kamu punya bayi, gimana cara komunikasi kamu dengan bayi?

Tagged: , , , ,

§ 6 Responses to Berkomunikasi dengan Bayi di Usia Awal Kelahirannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Berkomunikasi dengan Bayi di Usia Awal Kelahirannya at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: