Ternyata, Gigi Sensitif itu…

Oktober 20, 2012 § 27 Komentar

Dulu, saya pernah beberapa kali ngerasain yang namanya senut-senut di gigi kalo lagi konsumsi makanan atau minuman tertentu. Tapi, karena saya ngerasa kalo saya masih muda (dan sekarang juga masih muda sih😛 ), jadinya senut-senut itu saya abaikan. Iya, saya abaikan. Selain karena faktor umur, juga karena rasa senut-senut itu cuman muncul kalo makan makanan-minuman tertentu ajah.

Belakangan kemudian – meski masih jarang, rasa senut-senut di gigi itu… mulai berubah jadi rada ngilu. Yep, ngilu yang kadang bikin berhenti ngunyah, atau nelen sesuatu sambil langsung nempelin gigi atas-bawah atau bahkan tutup mulut. Tapi ya tetep sih, rasa ngilu itu saya abaikan (lagi). Kali ini, selain karena munculnya jarang-jarang, saya juga mulai “melatih” untuk menghindari makanan-minuman tertentu. Ya.. tujuannya sih supaya ga timbul rasa ngilu itu.

Sempet kepikir buat ngecek ke dokter gigi, apa sih artinya rasa senut-senut dan ngilu itu. Tapi ya.. berhubung saya sibuk (padahal sih emang takut😛 ), jadilah ga sempet ke dokter gigi.

Kira-kira 3-4 tahun terakhir ini, rasa ngilu di gigi makin menjadi-jadi. Sepertinya, sejak gigi geraham bungsu saya mulai “maksa” buat tumbuh di gusi belakang. Rasa ngilu yang timbul itu acapkali saat sedang makan makanan yang panas, ataupun minum minuman dingin/ber-es gitu. Dan begitu ngilu terasa, saya kadang reflek langsung menempelkan gigi atas-bawah buat meredakan ngilunya. Pernah juga, saya buru-buru menempelkan lidah ke giginya, lagi-lagi buat meredakan ngilu itu. Soalnya, kalo udah ngilu gitu, kadang selera makan langsung ilang gitu aja – walau timbul lagi beberapa menit kemudian kalo udah laper banget.:mrgreen:

Anyway, berhubung saya makin sibuk (baca: masih tetap takut ke dokter gigi), saya akhirnya cari-cari informasi soal kondisi saya di internet. Sempet juga tanya beberapa teman yang kebetulan sedang pendidikan kedokteran gigi, maupun juga kenalan yang berprofesi sebagai ahli gizi. Dan jawabannya bermuara pada satu hal: gigi saya sensitif!

gigiku sensitif!

Gigi sensitif? Kok bisa? Trus gimana ciri-cirinya? Gimana pengobatannya? Apa ada tindakan pencegahannya?

Well, syukur Alhamdulillah saya dapet kesempatan buat dateng ke Sensodyne Blogger Meet Up, di Senayan City tanggal 7 Oktober 2012 lalu. Di acara yang dikemas secara apik ini, narasumbernya pun ada dokter gigi, yakni drg. Yudha Rismanto dan juga drg. Ariandes Veddytaro (atau akrab disebut drg. Andes) – nama yang kedua ini, yang suka muncul di iklan Sensodyne itu lho.. Anyway, di acara meet up inilah kemudian saya tau lebih lanjut soal gigi sensitif!

MC lagi berbincang dengan drg. Yudha & drg. Andes di Sensodyne Blogger Meet Up (dari jauh fotonya ini)

  1. 45% orang Indonesia ngerasa ngilu karena gigi sensitif saat makan makanan/minuman tertentu (dingin, panas, manis, atau asam). Dan 52% ga sadar kalo giginya sensitif, tanpa perika ke dokter gigi pula! (Ipsos Indonesia, 2011). –> eng… sounds familiar, eh?😛
  2. Penderita gigi sensitif yang nyadar kondisi giginya, juga belom tentu ngerawat dengan benar, atau periksa ke dokter gigi. Jadinya suka ada mispersepsi kalo gigi sensitif ga ada dampak serius, akibatnya keluhan cenderung diabaikan, dan alhasil gigi ga dirawat dengan bener. –> sounds familiar, again..

Wew, dari 2 info soal gigi sensitif aja, udah jleb bener itu.. berarti emang bener saya menderita gigi sensitif. Soalnya, 2 info itu mewakili banget yang terjadi sama saya. *doh*

Nah, buat ngebuktiin kalo gigi saya sensitif atau engga, di meet up itu diadain chill test (kalo ga salah itu namanya), dengan cara minum air es. Tapi minumnya bukan langsung teguk, melainkan dibiarkan dulu di dalam mulut – kalo perlu kumur-kumur baru telan. Dan saya dengan suksesnya membuat gigi saya berasa ngilu. Iye, emang gigi saya sensitif.

Ternyata menghindari/ngurangin makanan-minuman tertentu karena ngilu itu… ga cuman dilakuin saya doang. Tapi juga sama kebanyakan orang yang menderita gigi sensitif! OMG!

Secara ilmiah, terjadinya rasa ngilu yang timbul di gigi disebabkan oleh perubahan struktur gigi/gusi, dan juga lapisan email (pelindung) gigi yang menipis. Penipisan itu banyak faktornya, mulai dari usia, cara sikat gigi yang salah, sampai sembarangan makan makanan/minuman. Kalo udah tipis, otomatis gigi dan syaraf di gigi jadi lebih sensitif terhadap perubahan di dalam mulut. Perilaku seperti sering membersihkan karang gigi dan juga perbedaan gaya hidup, bisa jadi pengaruh timbulnya gigi sensitif.

Oiya, pada saat sesi tanya jawab pun, saya sempet nanya gimana kaitan antara gigi geraham bungsu dengan gigi sensitif. Dan jawabannya: iya, gigi sensitif bisa dipengaruhi oleh gigi geraham bungsu, karena gigi geraham bungsu itu “memaksa” gusi untuk terbuka agar giginya keluar. Itulah yang bikin rasa ngilu timbul, dan bikin gigi jadi sensitif. PANTESAN!

Setelah tahu sebegitu banyak info soal gigi sensitif, saya pun langsung penasaran gimana cara melindungi & merawat gigi sensitif itu. Katanya drg. Andes, caranya adalah dengan menggunakan Sensodyne secara teratur. Karena Sensodyne masuk ke dalam lapisan gigi, menenangkan syaraf, dan membantu mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitif. Hmm.. boleh juga nampaknya.

Cara Sensodyne Bekerja di Gigi Sensitif

Dan ternyata, Sensodyne ini udah lebih dari 50 tahun terus berinovasi buat solusi perawatan gigi sensitif. Teknologi yang dipake pun update, supaya semua kebutuhan berbeda dari tiap penderita gigi sensitif terpenuhi. Itu makanya, varian Sensodyne ada banyak. Mulai dari Sensodyne Original, Sensodyne Rapid Relief, Sensodyne Gum Care, sampe yang paling baru Sensodyne Repair & Protect.

Jadi, gigi tuh harus dilindungi dan dirawat dengan bener, dengan cara:

  1. Sikat gigi yang benar –> harusnya mudah, dan bisa segera dilaksanakan.
  2. Gunakan pasta gigi yang tepat – kalo giginya sensitif, ya pake aja Sensodyne –> mari dicoba!
  3. Cek ke dokter gigi secara berkala –> eng… mudah-mudahan sempet😛
  4. Makan makanan-minuman yang tidak menipiskan email gigi –> ini yang agak ribet, karena saya suka makan..:mrgreen:

Pernah ngerasain ngilu di gigi, ga? Awas, gigi sensitif lho…

NB: Blogpost ini tengah saya ikutsertakan di Sensodyne Blog Best Story Writing Competition. Info lengkap tentang Sensodyne & asal gambar, adalah di sini.

Tagged: , , , , , , , ,

§ 27 Responses to Ternyata, Gigi Sensitif itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ternyata, Gigi Sensitif itu… at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: