Belajar itu (Seharusnya) FUN!

November 9, 2012 § 11 Komentar

Banyak orang bilang, masa paling diingat adalah masa SMA. Buat saya pribadi, pendapat itu benar adanya. Masa SMA itu masa kita belajar untuk jadi lebih dewasa, sambil bersenang-senang dengan teman-teman sebaya. Masa SMA juga jadi salah satu tahapan yang masih bisa saya ingat dengan cukup detail. Tak lain, karena saya kemudian tahu bahwa belajar pelajaran sekolah itu, seharusnya fun.

masa SMA itu FUN!

belajar di masa SMA itu FUN! – photo uploaded by Aris Ramlan

Mata pelajaran eksakta di SMA, seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi bagi beberapa orang adalah sesuatu yang dihindari. Walau begitu, tak sedikit pula yang terus mendalami mata pelajaran eksakta tersebut.  Salah satunya saya. Kelas 3 SMA saja, saya masuk penjurusan IPA. Sesulit apapun materi mata pelajaran eksakta tersebut, akhirnya bisa saya hadapi, karena saya mendapatkan konsep belajar yang fun.

Ada 3 guru yang masih saya ingat persis mengajarkan konsep belajar yang fun-menyenangkan di SMA saya – 2 di antaranya adalah guru bidang eksakta, dan 1 guru bidang sosial. Yang pertama, bu Rina guru Fisika, yang kedua Pak Ade guru Kimia, dan yang ketiga Pak Endang guru Sejarah. Ketiganya dengan caranya masing-masing memberikan konsep belajar yang fun bagi murid-muridnya, sehingga mereka tidak merasa bahwa pelajaran sekolah (terutama eksakta) terasa begitu berat.

Bu Rina guru Fisika, misalnya. Saya masih ingat, di kelas 2 SMA dia mengajar di kelas saya mata pelajaran Fisika dengan salah satu materinya adalah tata surya. Khusus untuk materi tersebut, karena sebagian besar isinya adalah teori, maka dia pun membentuk kelompok-kelompok dalam kelas. Masing-masing kelompok kemudian ditugaskan untuk memberikan presentasi mengenai tata surya. Tak heran, materi tersebut kemudian tidak membuat ngantuk dan seluruh kelas pun jadi lebih aktif. Sepanjang semester ganjil dan juga semester genap selanjutnya, ia pun beberapa kali menggunakan cara serupa mengenai materi pelajaran Fisika. Kurang lebih, hal itu memacu muridnya untuk mendalami terlebih dulu materinya, karena akan digunakan untuk berdiskusi bersama-sama. Baru kemudian, setelah presentasi dan diskusi selesai, Bu Rina pun menjelaskan sesuai kurikulum yang sudah ditetapkan bagi setiap guru.

diskusi

diskusi di kelas

Pak Ade guru Kimia, lain lagi ceritanya. Sebagai sebuah pelajaran yang benar-benar baru dipelajari di SMA, saya seringkali sulit memahami Kimia. Nampaknya, hal itu pun dialami oleh kebanyakan teman-teman saya dan dirasakan oleh Pak Ade. Ia pun memiliki cara unik dalam mengajar. Salah satunya adalah menghapalkan isi dari tabel periodik kimia yang berisikan unsur-unsur itu, dengan cara membuat kepanjangan dari masing-masing unsur dan dipadukan dalam satu kalimat. Contohnya adalah kolom kedua dari kiri di tabel periodik yang berisikan unsur-unsur Bg, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra. Coba kalo dihapalkan secara langsung dan nama unsurnya, apakah mudah? Pasti butuh latihan berkali-kali. Nah, berkat Pak Ade, setiap murid dapat menghapalkan unsur tersebut dengan membuatnya sebagai kalimat Belgia Mengadakan Catur Sareng Bandung Raya (Bg Mg Ca Sr Ba Ra). Oiya, kalimat tersebut tertulis dalam bahasa Sunda, karena itu bahasa sehari-hari di lingkungan SMA saya, yang berada di Jawa Barat.

tabel periodik kimia

tabel periodik kimia

Pak Endang guru Sejarah, memiliki cara lain dalam pengajarannya. Sebagai sebuah mata pelajaran yang gampang-gampang susah, dan sebagian besarnya adalah teori, tentu membuat murid yang terlalu mendalami eksakta akan cukup overload atau bahkan ngantuk saat di kelas. Nah, caranya Pak Endang ini cukup khas. Beberapa kali mengajar di kelas, ia akan menggunakan angka sebagai pengantarnya. Iya, angka. Contohnya begini: “Apa yang kamu ingat dari tahun 1908?”, atau “Tahun 1908 sama sekarang, beda berapa lama, ya?” atau “Ada yang tahu, tahun 1908 itu kabisat apa bukan?”. Dari situ kemudian jawabannya beragam, yang selanjutnya akan ia jelaskan mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah di tahun tersebut.

guru mengajar

guru mengajar

Dari merekalah kemudian, saya ketahui bahwa belajar itu haruslah fun. Fun dalam artian, mengerti dan menyesuaikan dengan kebiasaan murid/peserta didiknya. Apabila peserta didiknya sedang masa-masanya untuk bergaul, maka belajar pun dengan cara bergaul yakni berbicara dan berdiskusi. Apabila peserta didiknya sedang sulit untuk menghapal singkatan, maka dibuatlah sesuatu yang lucu namun mudah diingat. Serta, apabila peserta didiknya terlalu mendalami sesuatu hal, maka pelajaran lain pun start awalnya dari hal yang didalami tersebut baru dilebarkan.

Kurang lebih mereka juga yang membuat saya tertarik untuk bidang eksakta di kuliah. Mereka juga yang membantu saya mengembangkan sifat teliti, membuat poin untuk memudahkan ingatan, dan lain-lain. It’s fun. Cara ketiga guru tersebut dalam mengajar, kurang lebih juga membuat saya punya keinginan kecil untuk menjadi guru atau pendidik. Mungkin kelak, ya.. who knows. ^^

Kalo menurut kamu, belajar itu harusnya gimana? Dan, ada ga cara belajar yang kamu ingat dari sekian banyak guru yang pernah ngajarin kamu?

NB: Tanpa mengurangi isi, blogpost ini sedang saya ikutsertakan di “Gerakan Indonesia Berkibar Blog Competition 2012”

NB juga: gambar diskusi dari sini, gambar tabel periodik dari sini, gambar guru ngajar dari sini.

Iklan

Tagged: , , , , , , , , , , ,

§ 11 Responses to Belajar itu (Seharusnya) FUN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Belajar itu (Seharusnya) FUN! at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: