Tentang Parenting

Desember 27, 2012 § 4 Komentar

Minggu lalu, anak bayi saya usianya 8 bulan. Singkat cerita, ia makin lucu dan menggemaskan. Berbagai kemampuan sudah ia tunjukkan secara alami, begitupun juga kemampuan yang saya latih agar ia bisa. Engga, ini bukan kemampuan akrobatik – meski dengan sendirinya ia gemar akrobat ala senam lantai :P, tapi kemampuan yang sudah seharusnya anak bayi seusianya lakukan.

Seiring perkembangan yang anak bayi saya tunjukkan, semakin berkembang pula (seharusnya) kemampuan yang saya pelajari dan jalankan. Ini bukan kemampuan yang gimana-gimana kok, melainkan kemampuan parenting alias menjadi orangtua – tolong kalo ada yang nemu padanan kata “parenting” di bahasa Indonesia yang ga harus lebih dari 1 kata, kabarin saya. :mrgreen:

Supaya cepet dan gampang dimengerti, saya kasih intinya aja. Sekarang saya (semakin) tahu bagaimana rasanya jadi orangtua. Sekarang saya bisa mengira-ngira bagaimana perasaan dan kondisi yang pernah (dan mungkin masih) dihadapi oleh kedua orangtua saya. Bagaimana melakukan dan menjalani manajemen waktu yang baik, manajemen tenaga, hingga melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.

Iya, menjadi orangtua adalah menjadi guru, motivator, pelatih, juru masak, perawat, pengawal, hingga manajer yang semuanya terangkum jadi satu pekerjaan penuh waktu, selama 24 jam dan 7 hari. Dan dalam melakukannya juga masih harus menjalani hidup sebagai diri sendiri, dan juga mitra yang tepat bagi pasangan hidup.

Kalo ga dilakukan dengan tepat, parenting bisa bikin stres dan frustasi. Ga usah saya sebut ya, siapa dan seberapa banyak orang yang ngerasa hidupnya “habis” karena harus menjadi orangtua, sekaligus menjalani rumah tangga, dan tetap menjalani karir. Tapi itu bukan berarti ga benar, itu cuman kurang tepat aja. Trus, soal yang tepatnya seperti apa, itu jelas-jelas berbeda bagi setiap orang dan atau keluarga. Kalo buat saya sih, yang pasti harus ikhlas dan senang menjalaninya.

Trus, apa parenting itu cuman bisa dipelajarin kalo jadi orangtua aja? Dan, apakah parenting itu ilmunya begitu aja? Jawaban saya sih, sederhana aja: parenting bisa dipelajari oleh siapa saja, kapan saja, sampe kapan aja. Bedanya antara saya dan yang lainnya mungkin, kalo saya ilmu parenting-nya bisa sekaligus dengan praktik, dan ga cuman belajar teori.

Kalo menurut kamu, parenting itu apa?

Iklan

Tagged: , , ,

§ 4 Responses to Tentang Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tentang Parenting at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: