Mimpi: Ruang Publik yang Ramah

Januari 14, 2013 § 10 Komentar

Saya pernah punya mimpi untuk bermain-main di taman kota, duduk di kursi taman, hingga sekadar berjalan-jalan menyusuri jalanan taman di bawah sinar mentari yang hangat bersama keluarga, dan mudah diakses pula. Tapi sepertinya itu hanya mimpi. Karena di Jakarta – kota yang sekarang menjadi tempat tinggal saya, sangat sulit untuk mendapatkannya – kalo ga mau disebut mustahil.

Iya, saya tipikal orang yang senang dengan berada dan beraktivitas di ruang publik berupa alam terbuka. Ga perlu lah seluas Central Park di New York, tapi cukup luas untuk disebut sebagai alun-alun. Dan engga pula harus seperti taman/kebun di Monas yang berada di tengah-tengah kota. Yang saya perlukan cukup sekali naik angkutan umum, dengan durasi perjalanan tidak lebih 30 menit dalam sekali jalan, dan mendapatkan sebuah taman atau ruang publik yang dihiasi rindangnya pepohonan, bangku taman, dan lain-lain.

Kalo ada yang bilang sekarang ini sebenarnya cukup banyak ruang publik berupa taman tersebut di Jakarta, coba tolong jawab dulu: apakah tempat tersebut bebas dari asap rokok? Apakah tempat tersebut jauh dari kebisingan dan polusi asap kendaraan bermotor? Apakah tempat tersebut aman dari penodong, pengamen, dan atau pedagang asongan? Apakah tempat tersebut mudah diakses dengan sekali naik angkutan umum dengan durasi tak lebih dari 30 menit? Kalo ada, tolong kasitau saya.

Saya bukannya bersikap pesimis ataupun skeptis. Saya cuman berusaha realistis. Saya sudah pernah beberapa kali mendatangi beberapa ruang publik yang bisa disebut sebagai taman, baik itu sendiri, bersama istri, ataupun bertiga bersama anak-istri saya. Lalu simpulannya? Belum ada yang seperti mimpi saya. Sekalinya ada yang mendekati mimpi saya, ruang publik tersebut sulit diakses oleh sekali naik angkutan umum dengan durasi perjalanan maksimal 30 menit. Iya, saya memang banyak maunya.

Wajar sepertinya kalo saya banyak maunya. Toh, saya juga penduduk kota Jakarta (dan sekitarnya), sama seperti mereka yang lebih memilih untuk menghabiskan waktunya berjalan-jalan di dalam mall, entah window shopping, kongkow, atau menemani anak-anaknya bermain di mainan di dalam mall.

Mudah-mudahan, kelak dalam waktu dekat (pas masih di periode gubernur Jakarta kali ini), ada ruang publik seperti mimpi saya. AMIN!

Kamu suka main ke taman juga, ga?

Tagged: , , ,

§ 10 Responses to Mimpi: Ruang Publik yang Ramah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mimpi: Ruang Publik yang Ramah at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: