Insting atau Prediksi?

Februari 12, 2013 § 15 Komentar

Pernah ngalamin peristiwa “ini kalo dibiarin aja, pasti hasilnya begitu..”, dan kemudian setelah beneran dibiarin hasilnya jadi “begitu”? #kusut

Iya, saya pernah ngalamin hal itu. Beberapa kali malah – kalo ga disebut sering.

Beberapa orang nyebut peristiwa itu terkait dengan insting. Beberapa lainnya, nyebut itu berkaitan dengan prediksi. Sama atau beda? Menurut saya beda. Di mana bedanya? Secara singkat, insting muncul tanpa harus ada alasan/bukti serupa, sementara prediksi muncul dengan ada alasan/bukti serupa yang pernah terjadi. Biar gitu, seringkali pilihan hasil dari keduanya, sama.

Gini deh, saya kasih contohnya. Yang pertama ini, contoh insting.
Lagi di perjalanan naik motor, trus mendung. Sambil masih mengendarai motor, tiba-tiba muncul di pikiran kalo tetep diterusin jalan naik motor, bakal keujanan. Tapi ya, karena muncul di pikirannya tiba-tiba, akhirnya pikiran itu pun lewat gitu aja. Lupa. Sampai kemudian setelah sekitar 15-20 menit perjalanan sejak kemunculan tiba-tiba itu, langsung keujanan dan ga sempet pake jas ujan.

Nah, itu insting. Sementara itu, yang kedua ini contoh prediksi.
Lagi di perjalanan naik motor, terus mendung. Sambil masih mengendarai motor, juga sedikit liat kondisi langit. Buat yang terbiasa, indera penciuman mulai mengendus udara yang basah. Ga lama, mulai menepi dan buka helm sambil liat perkembangan mendung. Dipilih-pilih, terusin perjalanan dan bakal keujanan, atau menepi dulu sambil nunggu situasi. Soalnya, di lain hari, sempat kejadian serupa tapi mendungnya beda. Terus, karena udah keburu-buru dan pengen sampe tujuan, jadilah tetep jalan tanpa pake jas ujan. Ujung-ujungnya, keujanan.

Setelah baca 2 contohnya, bisa nangkep & liat perbedaan antara insting dan prediksi?

Jadi, insting itu bisa muncul tiba-tiba, sifatnya bisa jadi karena terlatih atau indera di tubuh yang begitu peka dan cepat sekali mengolah tanda-tanda yang diterima. Tapi ya gitu, karena sifatnya tiba-tiba, cepat pula menghilangnya. Sementara, prediksi itu sifatnya sama-sama bisa jadi karena terlatih, tapi yang pasti indera dan pikiran sama-sama mengolah tanda dengan mengaitkan peristiwa serupa. Dan, karena perlu dipikir terlebih dulu, maka pilihannya pun lebih matang.

Kalo masih susah nangkep perbedaan antara insting dan prediksi di penjelasan di atas, ya.. mungkin bisa tau bedanya dari hasil akhirnya aja. Insting itu, kalo hasil akhirnya ga sesuai, ga bakal terlalu nyesel. Sementara prediksi, kalo hasil akhirnya ga sesuai, bakal cukup nyesel. – dan, kalo sesuai hasil akhir sesuai prediksi/insting sih, ga ada rasa nyesel sih ya harusnya.

Menurut kamu, insting atau prediksi itu, sama atau beda? Trus, kalo beda, kamu lebih sering  ngalamin yang mana?

Tagged: ,

§ 15 Responses to Insting atau Prediksi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Insting atau Prediksi? at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: