Identitas Indonesia

November 1, 2013 § 5 Komentar

Rumah Gadang Sumatera Barat, oleh Aziz Fauzi Rahmat di Potret Mahakarya Indonesia

Rumah Gadang Sumatera Barat, oleh Aziz Fauzi Rahmat di Potret Mahakarya Indonesia (https://www.djisamsoe.com/pmi2013/photos/detail/5705)

“Where do you come from?” Yan Ling, salah satu kenalan saya bertanya di sebuah sore pada tahun 2007, di China.

“Indonesia.” jawab saya.

“Indonesia? Which country is it?”

“Do you know South East Asia regiom? Now, there is my country.”

“I know only Malaysia and Singapore from the South East Asia region.” Yan Ling menjawab.

“Well.. my country is famous with Orangutan, big islands such as Sumatra, Borneo, and so.”

“Really? I thought Borneo was Malaysian.”

“Borneo divided into two countries, Malaysia and Indonesia. My country had the biggest area of it.”

Yan Ling tak menjawab. Raut bingung masih tampak di mukanya. Sepertinya jawaban saya lebih berupa informasi baru baginya, dan masih harus ia buktikan secara sendiri.

Bukan sekali-dua kali ketika saya memberitahu bahwa saya berasal dari Indonesia, saya harus menjelaskan dengan beberapa contoh seperti hal-hal lain yang orang lain belum tahu bahwa berasal atau merupakan bagian dari Indonesia. Orang utan, Pulau Kalimantan atau Borneo, atau bahkan Bali adalah beberapa hal yang seringkali saya ucap untuk menerangkan Indonesia.

Negeri tempat saya lahir dan bernaung ini – Indonesia, hingga saat ini memiliki begitu banyak potensi yang secara individu sudah dikenali dunia, sudah dikenali orang asing. Tapi ya gitu itu, dikenali sebagai satu entity tersendiri, dan bukan menjadi bagian dari Indonesia – kalo ga mau dikatakan terkait dengan negeri lain. Gemas rasanya. Tapi ya, mau gimana lagi?

Begitu banyak budaya hingga spesies satwa unik adalah bagian yang pantas menjadi identitas dari Indonesia. Semua terbentang dari Sabang hingga Merauke, dan yang paling diperlukan adalah mengemasnya dengan menarik agar bisa menjadi sebuah identitas yang menjadi jiwa dari Indonesia. Sehingga, ketika disebutkan “Rumah Gadang” misalnya, maka orang akan langsung mengenalnya sebagai Indonesia.

Menggali dan mengenali bagian dari Indonesia yang bisa menjadi identitas Indonesia bisa dilakukan oleh semua warga negara. Hak yang patut dilakukan – kalo ga mau disebut wajib. Kenapa? Karena dari sekian banyak hal-hal tersebut, telah tertanam kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur yang tentunya menjadi mahakarya. Setuju ‘kan kalo itu pantas jadi identitas Indonesia? Harusnya setuju juga buat membangunnya sebagai identitas Indonesia.

Saya pribadi punya mimpi, ketika bertemu orang asing di negeri mereka, ketika saya menyebutkan contoh tempat seperti “Masjid Raya Baiturrahman”, akan langsung dikenali sebagai bagian dari Indonesia.

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat malam. Foto by Yulian Anita, taken October 2013.

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, saat malam. Foto by Yulian Anita, taken October 2013.

NB: Blogpost ini sedang diikutsertakan pada live blogging competition di Blogger Gathering Potret Mahakarya Indonesia, Jumat 1 November 2013.

Tagged: , , , , ,

§ 5 Responses to Identitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Identitas Indonesia at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: