#InKorea: Week 1, 4-10 Des 2013

Desember 12, 2013 § 12 Komentar

Nyambung postingan sebelomnya soal berangkat ke Korea, berikut ini recap seminggu pertama di Korea. Ya, aslinya panjang-panjang sih – alias banyak yang terjadi di setiap harinya. tapi ya, dirangkum aja biar lebih hemat waktu ngetiknya.:mrgreen:

Day 1 – 4 Des: Rahang Nyut-Nyutan
Keimigrasian di Korea Selatan kemaren pas saya dateng itu lumayan cepet & friendly. Sesuai beberapa review. Beda sama waktu di Sydney kemaren. – it will be another story to be told (kalo ga lupa). Trus setelah ketemu jemputan, langsung menuju penginapan yang udah di-book. Namanya? Nanti aja ya, kalo saya udah pulang. Yang pasti ajib punya.

Kelar beberes, makan brunch atas kebaikan tawaran dari pengurus penginapan, trus saya ketiduran gitu di tengah-tengah diskusi.😆 harap maklum, semalemnya saya kan susah tidur. #pembenaran. Anyway, setelah dirasa agak fit, sorenya pun jalan-jalan bentar ke sekeliling dan nemu TrickEye Museum yang ternyata sekomplek sama Ice Museum. 15.000 Won udah dapet 1 tiket terusan buat masuk ke dua tempat itu. Mau tau apa aja yang ada di TrickEye Museum & Ice Museum? Review lengkapnya dibikin ntar lagi, atau di tempat lain aja ah😛

#LevitasiHore level TrickEye Museum

#LevitasiHore level TrickEye Museum

Kelar dari situ, gathering lagi semuanya dan kita cari makan malam. Sepulangnya, sebagian dari kekhawatiran saya sebelom berangkat terjadi juga. RAHANG SAYA NYUT-NYUTAN! (sebelom berangkat saya khawatirnya gigi saya yang nyut-nyutan). Mungkin karena dingin, mungkin karena gigi bolongnya berulah, dan lain-lain. Yang pasti, selama 1-2 jam di malam itu saya sibuk nyari info soal dokter gigi, minum pereda sakit dll sampe akhirnya terlelap.

Day 2 – 5 Des: Team Prep
Setelah hari pertama yang diselimuti rasa dingin di mana-mana, hari kedua ini diisi meeting setim. Intinya, hari ini bahas kerjaan. Apa aja yang dibahas, itu ga saya share di sini ah. Rahasia perusahaan.:mrgreen:

Anyway, di hari kedua ini juga mulai masak-masak sendiri di guesthouse yang disewa. Selain biar hemat, juga biar tau apa aja lauk yang dimakan. Kalo makan di luar kan, rada sulit buat ngenalin lauknya – kecuali kalo ada tulisan bahasa Inggrisnya. Bahan makanannya? Udah dibeli di hari pertama kemaren kelar dari cari makan malam.

Day 3 – 6 Des: Jumatan
Salah satu pencapaian di hari ini adalah datang ke Seoul Central Masjid di Itaewon buat Jumatan. Perasaan begitu seneng banget bisa ketemu masjid & Jumatan, walau letaknya lumayan jauh dari penginapan. Pada saat berangkat, udah sempet pesimis bakal dapet Jumatan karena waktunya udah mepet. Alhamdulillah, karena udah ada yang pernah ke sana serta khutbahnya 3 bahasa, jadilah masih keburu buat Jumatan!

Seoul Central Masjid, Itaewon

Seoul Central Masjid, Itaewon

Sepulangnya dari Masjid, sambil nikmatin suasana Seoul, juga mampir bentar ke kawasan N Seoul Tower. Salah satu “menara” tertinggi di Asia, yang juga jadi landmark kota Seoul. Oiya, di kawasan N Seoul Tower ini jadi satu sama salah satu lokasi “terkenal” soal cinta lho. Yaitu, lokasinya gembok cinta. Konon katanya, kalo pasangan yang pasang gembok di sini, hubungannya bakal bertahan sepanjang masa (gemboknya belom lepas *eh*).

Gembok Cinta N Seoul Tower

Gembok Cinta N Seoul Tower

Day 4 – 7 Des: “Ibadah” ke Stadion
Sempet ngobrol sama beberapa temen, katanya tiap orang kalo ke kota atau negara lain punya ciri tersendiri yang dilakonin. Saya pun mikir, apa ya ciri yang saya lakuin? Ternyata hampir ga ada. Kalopun ada, sepertinya adalah kesukaan saya buat jalan sendiri aja – solo trip menyusuri jalanan kota atau ngunjungi apa yang ada di situ, tapi ga ada di Indonesia. Tapi, kaya’nya itu udah mainstream ya, banyak orang yang ngelakuin. Akhirnya, per kali ini saya pun mencoba sesuatu yang baru. Yaitu, mengunjungi stadion sepakbola!

Yups, di hari keempat ini saya sempetin diri buat “ibadah” ke stadion sepakbola di Seoul – Seoul World Cup Stadium. Konon, stadion ini terbesar di Asia – saat ini. Stadion ini juga yang dipake buat pembukaan World Cup 2002 lalu (kalo ga salah sih). Komentarnya? MEGAH! Trus yang bikin lebih tercengang lagi adalah… ternyata selain jadi stadion, juga ada mall hypermarket & bioskop gitu.😆 Jadi komplek belanja gitu – mungkin supaya kalo stadion lagi sepi (ga ada pertandingan) kawasannya tetep hidup kali ya. Secara deket-deket situ ada komplek rusun.

Nampang dikit depan Stadion Seoul World Cup

Nampang dikit depan Stadion Seoul World Cup

Day 5 – 8 Des: DMZ & Makanan Indonesia!
Korea – 2 negeri yang terletak di semenanjung antara China dan Jepang ini sebenernya adalah sebuah negara yang terbagi 2. Utara dan Selatan. Singkat cerita, kedua negara ini masih dalam kondisi berperang, karena sejak konfrontasi terbuka terakhir pada era 1950an, kondisi “damai”-nya tercapai dalam gencatan bersenjata. Ga ada sama sekali kesepakatan mengenai perdamaian. Makanya kadang-kadang kedengeran aja gitu berita soal Korea Utara yang “usil” ke Korea Selatan, ataupun Korea Selatan yang dianggap melanggar kedaulatan Korea Utara.

Eh.. itu pengantarnya kepanjangan. Intinya sih, di hari ini saya ikutan tur ke DMZ – De Militarized Zone (CMIIW). Yaitu kawasan perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Secara resmi, kawasan ini dijaga kedua belah pihak supaya ga ada pelanggaran perbatasan/kedaulatan. Katanya pula, kawasan ini terjaga alami selama 50 tahun terakhir karena ga ada aktivitas apapun. Lengkapnya, gugling aja yak..😛

Salah satu spot DMZ

Salah satu spot DMZ

Eiya, kalo mau ikutan tur DMZ ini, ada 3 macem (AFAIK), yaitu tur pagi jam 08-14, tur sore 12-18, dan tur seharian. Kalo tur pagi dan tur sore, itu bisa jadi tujuan yang dicapainya sama, yakni: Imjin, DMZ, 3rd tunnel. Kalo seharian, bisa jadi lebih banyak yang dikunjunginya – saya ga tau soalnya kemaren ikut yang tur pagi doang. Eiya, kalo mau ikutan tur DMZ yang ada agenda mengunjungi 3rd tunnel, pastiin aja bawa minum botolan, dan siapin fisik yang cukup kuat. Soalnya, nanti bakal naik turun ke terowongan bawah tanah – yang dulunya (katanya) disiapin Korea Utara buat nyerang ke Korea Selatan. Naik turunnya lumayan jauh, 350 meter secara jarak – 75 meter ke dalam tanah. Trus udah gitu, lebih dalem lagi sekitar 250an meter di dalam terowongannya.

Eh.. eh.. di hari yang ini juga, kelar tur DMZ, turun di Itaewon (kawasan yang deket sama pangkalan tentara US) trus banyak penduduk muslim juga. Berhubung siang, jadinya cari makan siang di sekitar situ TRUS NEMU RUMAH MAKAN INDONESIA, dong! *joget pisang* Namanya Siti Hajar, letaknya di Itaewon mengarah ke Seoul Central Masjid. Kemaren pun (akhirnya) makan rawon plus tahu isi. NIKMAT!

Kelar dari situ, sambil jalan pulang menuju penginapan lagi ngelewatin aja ke War Memorial of Korea yang jadi tempat “penyimpanan” dari perang Korea di 1950-an.

Day 6 – 9 Des: “Mampir” KBRI
Dulu, saya pernah punya cita-cita buat kerja di luar negeri. Maksudnya, jadi tenaga ekspat di negeri asing gitu – TKI terlatih gitu deh. Kalopun ga bisa jadi TKI, ya… minimal jadi staf di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Tapi ya, mungkin cita-cita itu belum (saatnya) terwujud. Yang terwujud justru “mampir” di KBRI. Tadinya mau lapor diri – konon katanya harus lapor diri, tapi ternyata ga harus dan jadilah hari ini ketemuan sama beberapa staf/atase untuk keperluan pekerjaan.

Future Indonesia's Ambassador for Korea

Future Indonesia’s Ambassador for Korea (amin! amin! amin!)

Eiya, ada cerita unik dikit dari perjalanan hari ini. Jadi, sebelum naik kereta menuju halte terdekat ke KBRI, ketemu sama seorang WN Korea buat nanya arah. Ternyata, dari situ malah dapet info soal acara di salah satu gedung di Seoul yang berkaitan sama pekerjaan. Jadi, setelah kelar dari KBRI dan gagal makan siang masakan Indonesia (di Café Terima Kasih deket KBRI), jadilah menuju ke acara itu. Dan… rencana itu bisa dibilang SUKSES! (ga dibahas di sini karena itu keperluan pekerjaan)

Day 7 – 10 Des: Team Prep 2 & Namdaemun
Berkaitan dengan pekerjaan, hari ini juga dipenuhi dengan meeting setim. Ngebahas rencana dan juga goals. Singkatnya, sibuk dari pagi sampe sorean. Agak malamnya, baru deh nyempetin jalan ke luar penginapan. Ya.. semacam survei tempat gitu deh. Baik untuk sekadar tau, ataupun buat balik lagi.:mrgreen:

Eiya, di hari ini survey tempat ke Namdaemun. Di situ ada salah satu pasar/market tertua yang ada di Seoul. tapi, berhubung udah agak sore dan jelang malam ke sananya, jadinya kebanyakan toko udah tutup. Ada stall di pinggir jalan, juga udah mulai tutup sebagian karena makin malem makin dingin. Anyway, sempet bingung juga mau ke Namdaemun itu lewat mana, karena ga ada petunjuk yang bilang kalo itu Namdaemun Market. Tapi… setelah nanya ke para petugas (baik hati) yang pake jubah khusus bertuliskan “tourist information” jadilah ga nyasar. Survey sukses!

Christmas is coming to Namdaemun.

Christmas is coming to Namdaemun.

Kamu pernah ke salah satu tempat yang disebutin di atas ga?

Tagged: , , , ,

§ 12 Responses to #InKorea: Week 1, 4-10 Des 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #InKorea: Week 1, 4-10 Des 2013 at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: