Pesan Tersembunyi di Lagu Indonesia Pusaka

Februari 3, 2015 § 7 Komentar

Old school. (Oldskul)

Begitu mungkin istilah jaman sekarang (atau pada jamannya) buat yang suka hal-hal berbau jaman dulu atau jadul. Dulu, saya pernah ngerasa istilah itu sebagai salah satu bentuk merendahkan, atau meremehkan karena ga apdet atau ga kekinian. *halah* Lama kemudian baru saya sadari, ga ada masalahnya juga kalo ga apdet. Biarin aja dibilang ga muvon, yang penting saya tau identitas saya sendiri.

Oke, daripada ngawur lebih jauh perihal identitas dan lain-lain, balik lagi ke topiknya yang terkait old school, adalah mengenai lagu-lagu ciptaan masa-masa perang kemerdekaan atau awal-awal kemerdekaan. Dari berbagai lagu wajib dan juga lagu nasional, ada salah satu lagu yang belakangan ini terngiang-ngiang di benak saya. Yakni, Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki (cmiiw).

Hasil embed dari soundcloud itu hasil iseng saya yang lagi nyari gubahan lagu tersebut versi kekinian. Dan itu salah satu contoh yang menurut saya enak didengar. Ada juga versi lainnya seperti paduan suara dan lain-lain.

Lirik lagunya sendiri sbb:

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Dipikirin sekilas dari liriknya, selain mengedepankan betapa Indonesia sebagai sebuah negeri yang indah dan juga menjadi kebanggaan yang harus dibanggakan setiap warga/penduduknya, juga ada pesan tersembunyi di lagu tersebut. Udah bisa nebak?

Yep, pesan tersembunyi berupa untuk berkarya di masa produktif tidak di tanah air Indonesia. Diaspora — mungkin itu istilah yang paling dekat kaitannya. Bisa saja berada di penjuru dunia manapun, bisa saja sudah menjadi warga negara manapun dan berkarya di bidang atau bagian apapun, namun Indonesia tetaplah menjadi negeri yang menjadi awal dan juga akhir dari perjalanan hidup. Atau mungkin hanya tempat lahir saja, atau tempat menikmati masa tua saja.

Saya bisa bilang begitu, karena di liriknya tertera jelas mengenai Indonesia sebagai tempat lahir dan juga tempat masa tua. Ga ada sama sekali perihal masa berkarya — yang berarti bisa dan boleh atau didorong untuk melakukan di mana saja selain di Indonesia.

Ya mungkin itu hanya anggapan saya aja sih, bisa jadi memang Ismail Marzuki ketika menciptakan lagu tersebut dulu memang menyisipkan pesan itu karena di masa-masa perang dan awal kemerdekaan anak-anak negeri haruslah berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat internasional sebagai bagian dari negeri yang masih sangat muda. Mungkin ya. Mungkin.

Jadi penasaran, di lagu-lagu wajib/nasional lain ada pesan tersembunyi juga ga ya?

Tagged: , , , , , ,

§ 7 Responses to Pesan Tersembunyi di Lagu Indonesia Pusaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pesan Tersembunyi di Lagu Indonesia Pusaka at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: