Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia: Borobudur

Mei 13, 2015 § 2 Komentar

Borobudur.

Sulit bagi saya untuk tidak selalu teringat akan Borobudur. Candi yang dibangun pada tahun 700-800an Masehi dan terletak di Jawa Tengah — berdekatan dengan Yogyakarta ini begitu magis dan selalu dapat mempesona saya. Sebuah bangunan yang mulanya dibangun untuk tujuan keagamaan Budha oleh tangan dan pemikiran lokal Indonesia, pada jaman kerajaan Syailendra, yang di kemudian hari menjadi warisan sejarah dunia dan salah satu ciri khas Indonesia.

Borobudur, image courtesy of borobudurpark.co.id

Borobudur, image courtesy of borobudurpark.co.id

Detail berupa relief yang berada pada bebatuan dinding penyusun candi serta rupa petapa pada stupa, adalah hal yang menarik untuk diikuti. Jika dibandingkan pada jaman modern saja, pembuatan relief dengan cara memahat satu persatu bagian, atau membuat patung yang menyerupai manusia petapa dengan ukuran dan bentuk yang sama secara mendetail, jangka waktu pengerjaannya akan lama dan membutuhkan banyak tenaga. Bukan hitungan minggu atau bulan, melainkan juga bisa tahunan. Pengerjaan yang lama namun menghasilkan karya yang begitu mendetail dan sempurna ini cerminan nilai luhur kesabaran pada para pembangun Borobudur.

Pada Borobudur juga tercermin nilai luhur lainnya yakni kegigihan. Sesuai cerita yang beredar — dan sebagian legenda, perancang Borobudur adalah Gunadharma. Dengan tata cara yang terbaik pada jamannya tanpa kemudahan modern, Gunadharma tekun dan gigih untuk merancang sebuah bangunan yang tak hanya menjadi tempat beribadah, melainkan juga salah satu mahakarya yakni Borobudur. Kegigihan tampak dari rancangan yang memperhitungkan tempat bukit serta pemilihan rancangan yang menyerupai segitiga dengan landasan yang kuat.

Walaupun dirancang sebaik mungkin, sebuah mahakarya takkan dapat dibangun sendirian. Sesuai dengan kepribadian serta nilai luhur Indonesia, maka Borobudur pun dibangun dengan kerjasama atau gotong royong. Sebuah batu penyusun Borobudur dapat memiliki berat berkilo-kilogram. Tanpa menggunakan alat bantu seperti traktor atau excavator modern, transportasi bebatuan penyusun candi baik yang memiliki detail pahatan ataupun bebatuan fondasi, takkan bisa dilakukan sendirian. Transportasi serta penyusunan bebatuan candi Borobudur tentunya membutuhkan puluhan atau bahkan bisa jadi ratusan tenaga kerja yang bersama-sama mewujudkan sebuah tujuan, yakni mahakarya.

Ada satu lagi nilai luhur Indonesia yang tercemin pada Borobudur, yakni kerendahan hati. Sebaik-baiknya manusia menciptakan sesuatu, takkan mendekati kesempurnaan Sang Pencipta. Hal ini nampaknya disadari jelas oleh para pembangun Borobudur, bahwa semegah apapun bangunan yang mereka bangun, takkan boleh menjadikan mereka sombong. Oleh karenanya Borobudur pun dibangun dengan tujuan utama untuk peribadatan, terlihat jelas dari relief berupa cerita-cerita yang mengajarkan kebajikan, hingga stupa dan patung Budha. Borobudur bukanlah sebuah monumen yang membuat manusia menjadi congkak dan lupa bahwa ada kekuatan yang lebih agung. Sebuah kerendahan hati terhadap Sang Pencipta.

Dengan kenyataan bahwa Borobudur telah bertahan lebih dari 10 abad sejak dibangun, serta mencerminkan berbagai nilai luhur Indonesia — antara lain kesabaran, kegigihan, gotong royong, dan kerendahan hati, tak salah jika Borobudur disebut sebagai Mahakarya Indonesia. Sebuah masterpiece yang tak hanya mencerminkan keragaman Indonesia, juga dibangun asli oleh leluhur Indonesia.

Semoga mahakarya Borobudur dapat bertahan selama-lamanya, serta membuat orang menyadari nilai-nilai luhur yang tersimpan kemudian menyebarkannya.

NB:
1. Postingan ini sedang saya sertakan kepada writing competition Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia 2015 (#MahakaryaIndonesia2015).
2. Informasi dan sebagian foto tentang Borobudur didapatkan dari wikipedia dan juga website resminya.
3. Lokasi Borobudur bisa dilihat melalui google maps di sini.

Tagged: , , , , , , , , , , ,

§ 2 Responses to Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia: Borobudur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia: Borobudur at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: