Nulis Fiksi

Juli 21, 2015 § 1 Komentar

Fiksi itu membuat sebuah kenyataan (realita).

Begitu prinsip saya tentang kegemaran saya menulis cerita fiksi. Untuk diketahui, cerita fiksi adalah salah satu genre dalam penulisan yang berarti ceritanya tidak riil (tidak nyata). Meski begitu, cerita fiksi seringkali berdasarkan berdasarkan pada kisah nyata yang kemudian diceritakan ulang (atau disadur) dan diganti nama, pengaturan waktu, serta dikembangkan sehingga kemudian menjadi cerita yang benar-benar baru dan berbeda daripada kisah aslinya. Atau bahasa kerennya, menciptakan alternative/parallel world.

Saya gemar menulis cerita fiksi ya kurang lebih karena alasan di paragraf sebelumnya itu. Saya senang berkhayal menentukan jalan cerita (hidup) seorang tokoh/sesuatu, serta elemen-elemen pendukung di dalam cerita tersebut. Semacam playing god tapi dalam konteks yang bukan soal agama.

Awal-awal menulis cerita fiksi kalo ga salah sejak jaman sekolah dulu. Akhir-akhir sekolah SD atau awal sekolah SMP. Tepatnya saya tidak ingat. Tapi yang pasti, salah satu cerita fiksinya adalah mengenai serbuan alien ke bumi. Inspirasinya datang dari film Independence Day, serta beberapa film jadul lainnya seperti Body Snatchers, dan lain-lain. Kemudian berkembang ke cerita sehari-hari seperti cinta remaja hingga dinamika young adults.

Dulu saya menulis cerita fiksi cenderung panjang-panjang, bersambung, hingga bahkan bisa dinovelkan. Intermezzo dikit: udah tau kan saya pernah nerbitin novel? Kalo belum, klik di sini ya.:mrgreen: Iya, novel itu ga begitu sukses. Kalo sukses, tentunya saya udah nerbitin novel-novel lainnya yang dicetak oleh penerbit ternama.

Sekarang, penulisan cerita fiksi saya cenderung pendek-pendek — kalo ga mau disebut singkat. Masing-masing cerita fiksi yang dibuat lepas dari cerita fiksi lainnya. Masing-masing cerita berdiri sendiri dengan konflik atau topik masing-masing, serta karakter masing-masing pula.

Engga, ini bukan karena saya males ngembangin karakter dalam cerita atau ngerangkai alur/plot di dalam novel, kok. Tapi lebih karena waktu yang saya punya untuk membuat sebuah cerita panjang udah dikit banget. Untuk diketahui aja, ada sekitar 5 project novel yang belum juga selesai sejak taun 2000an di data harddisk komputer saya. Iya, 5. Semuanya belum selesai karena menulis cerita fiksi yang panjang itu membutuhkan komitmen yang lebih banyak ketimbang membuat cerita fiksi yang pendek.

Anyway, balik lagi ke cerita fiksi yang pendek, saat ini sih lagi saya kumpulin ke dalam blog dotkom saya di sini (http://ss.billykoesoemadinata.com). Kurang lebih udah ada sekitar 280an cerita fiksi pendek dengan format yang sama yakni “habis dibaca sekali duduk”. Bahkan mungkin belum juga duduk, udah habis bacanya.😆 Saat ini lagi saya coba untuk menerbitkan cerita-ceritanya secara rutin seminggu sekali, sih.

Kalo ada waktu senggang, cobalah berkunjung dan membaca. Siapa tau ada cerita fiksi yang menarik hati, atau justru ngerasa “lho, kok ini mirip sama cerita gue?”. Iya, sekumpulan cerita fiksi pendek yang saya buat itu cara pembuatannya seperti saya buat di awal tulisan ini, yakni dari kisah nyata kemudian dikembangkan sehingga menjadi parallel/alternative world.

Kamu suka cerita fiksi ga?

Tagged: , , ,

§ One Response to Nulis Fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Nulis Fiksi at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: