Berhak (Bukan) Berarti Harus

Agustus 12, 2015 § Tinggalkan komentar

Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. – wikipedia

Hak adalah kekuasaan untuk berbuat sesuatu (krn telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb). – KBBI

Jadi, kalo berhak artinya kurang lebih memiliki hak. Memiliki kekuasaan. Memiliki hal yang boleh dan bisa didapatkan. Banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai hak seseorang. Begitupun sebaliknya, yang tidak dikategorikan sebagai hak seseorang.

Contoh sederhana: setelah lulus dari sekolah, seseorang berhak untuk mendapatkan ijazah. Kalo ijazah ga didapat, tentunya pelanggaran terhadap hak orang tersebut. Tentunya, hal ini disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Setiap orang cenderung untuk memenuhi haknya masing-masing. Kadang sesuai dengan peraturan yang berlaku, kadang mendobrak peraturan, kadang dengan melanggar peraturan. Khusus untuk yang melanggar peraturan, itu namanya perampasan hak dari orang lain. Untuk itulah adanya hukum dan juga norma di masyarakat.

iya, paragraf di atas cenderung berat bahasannya.

Lantas, apakah kalo berhak berarti otomatis harus dituntut? Harus dimiliki? Harus dipenuhi? Belum tentu.

Ada beberapa kondisi istimewa di mana berhak atau memiliki hak akan sesuatu, belum tentu harus dipenuhi meski sesuai dengan peraturan yang berlaku. Iya, karena bergantung dengan beberapa faktor antara lain waktu, kemampuan yang bersangkutan, sampai dengan kemungkinan untuk mendapatkan pemenuhan hak tersebut.

Contoh sederhana: setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih anggota perwakilan di lembaga legislatif. Berkaitan dengan waktu, sumber daya yang dimiliki, sampai dengan kemampuan dari warga negara tersebut, hak untuk dipilih dan memilih kadang tidak diklaim. Tapi hal ini berbeda dengan status pelepasan hak karena hukuman atau perundang-undangan ya.

Iya, saya tau postingan ini berat. Tumben memang. Postingan ini sebenernya lebih sebagai uneg-uneg saya sebagai pengguna jalan yang telah menggunakan jalan sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta (merasa) berhak untuk aman berkendara, tapi terkadang dilanggar oleh pengguna jalan lain yang kadang tidak sesuai peraturan.

Iya, ini postingan curhat. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Berhak (Bukan) Berarti Harus at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: