Jam Tangan

Agustus 19, 2015 § 2 Komentar

Dulu, saya pake jam tangan seringnya untuk ngecek waktu. Karena lebih gampang untuk ngeliat ke pergelangan tangan, ketimbang nanya ke orang dan atau curi-curi liat jam di manapun itu. Kecuali, emang niatnya mau nanya waktu ke orang buat kenalan, sih.

Sekarang, saya seringnya pake jam tangan fungsi utamanya lebih untuk jadi aksesori penampilan. Iya, fungsi ngecek waktunya udah bergeser ke ponsel sejak hampir semua orang punya ponsel — jadi ga takut untuk ngeluarin ponsel lagi walau sekadar ngecek waktu jam berapa.

Tipe jam tangan yang saya suka sebenernya yang strap-nya adalah karet atau kulit. Kenapa? Karena kesannya lebih orisinil. Tapi somehow, belakangan saya lebih sering pake strap logam. Simpel aja sih, karena yang strapnya kulit/karet udah lama ga punya, sementara yang terbaru ya strapnya logam. Terakhir jam tangan dengan strap karet/kulit yang saya punya, udah dituker-tambah supaya dapat jam tangan strap logam yang sekarang saya pake. Dituker-tambahnya juga lebih karena usia sih, kalo ga salah udah berumur 5-7 taunan, dan mesinnya udah ga mau nyala. Pas datang ke toko jam, katanya untuk reparasi harganya hampir setengah dengan beli baru. Yaudah, begitu ditawarin untuk tuker tambah strap logam dengan harga yang lebih murah daripada setengah harga tersebut, otomatis saya lepas deh.

Sedikit banyak, saya termasuk orang yang sentimentil. Jadi hampir setiap barang (dan orang) yang jadi hak milik saya, pasti selalu ada cerita tersendiri yang setidaknya saya tau detailnya. Termasuk jam tangan strap kulit/karet tsb. Tapi ya, dengan jam tangan logam yang baru ini pun otomatis saya jadi punya cerita baru sih.

Soal tampilannya sendiri, saya termasuk yang suka dengan tampilan analog. Jadi ada jarum dan angkanya gitu. Buat saya, itu lebih berkelas. Walau begitu, saya juga punya kok jam digital — walau mungkin tetap dipadu dengan analog juga. Alasan lain kenapa ga milih jam tangan digital adalah, karena kalo korslet yaudah mati. Ga bisa diutak-atik lagi mesinnya. Kalo jam tangan analog, masih bisa diutak-atik mesinnya.

Perihal merek? Saya ga brand-minded, tapi sebisa mungkin yang mereknya udah dikenal untuk merek jam tangan dengan banyak variasi, dengan harga yang terjangkau untuk dibeli juga. Nanti aja kali, kalo saya udah berlebih rezekinya, baru deh belinya pake brand-minded. Intinya buat saya jam tangan itu satu: fungsi — walau sekarang bergeser jadi aksesori.:mrgreen:

Kalo kamu lebih suka jam tangan strap kulit/karet atau logam? Trus, analog apa digital?

Tagged: , , ,

§ 2 Responses to Jam Tangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jam Tangan at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: