(Sulitnya) Membangun Kebiasaan

September 3, 2015 § 8 Komentar

enaknya tengah malam ngapain hayo?

enaknya tengah malam ngapain hayo?

Untuk kesekian kalinya, saya memang harus mengakui membangun kebiasaan itu sulit. Terutama kebiasaan yang maksudnya baik.

Pernah saya baca, saking sulitnya membangun kebiasaan, sampai-sampai harus 21 hari terus-menerus melakukan hal yang sama, sehingga kemudian akan menjadi kebiasaan. Kalo lewat 1 hari aja, harus ngulang dari hari pertama lagi hitungannya. Ekstrim memang.

Salah satu kebiasaan yang belakangan saya bangun – tanpa sengaja, adalah bangun tengah malam atau dini hari. Bukan bangun sekitar waktu Subuh ya, tapi beberapa jam sebelumnya atau sekitar tengah malam, kemudian tetap terjaga sampai pagi tiba lalu menjalankan kegiatan sehari-hari. Jangan ditanya soal rasa kurang tidur atau kantuknya, karena itu sudah jelas. Tapi ya, tergantung pengelolaan waktu di siang harinya aja, apakah sempat untuk istirahat singkat atau tidak.

Bukan tanpa alasan saya bangun malam/dini hari sampai pagi itu. Seperti sudah diketahui, minggu lalu saya menghadapi sidang skripsi kuliah S1 saya. Dan kurang lebih, selama 3 minggu belakangan, hanya di waktu tengah malam/dini hari sampai pagi itulah saya punya waktu untuk belajar, menyiapkan dokumen dan menyelesaikan penelitian dan tulisan, sampai dengan mencari-cari lampiran atau data pendukung. Maklum, dari pagi sampai malam (waktu normal) sudah –habis- diseimbangkan antara menjadi pekerja dan berkeluarga.

Hasilnya? Setelah lewat masa-masa genting untuk sidang – ditambah revisi dan finalisasi draft skripsi untuk kemudian dijilid, bangun tengah malam/dini hari pun menjadi kebiasaan. Minimal, 1 jam saya tidak bisa memejamkan mata kembali. Alhasil, terkadang saya gunakan untuk mengulas jadwal pekerjaan, mencari-cari informasi menarik, sampai dengan mencari acara yang menarik – untungnya ada TV berbayar di rumah.

Ya, mudah-mudahan kebiasaan ini ga bawa dampak negatif seperti masuk angin, mata panda, dll. Berharapnya sih, kebiasaan ini bisa bawa dampak positif baik itu yang sifatnya rohani maupun juga jasmani.🙂

Kalo kamu, punya kebiasaan apa? Susah ga ngebangunnya?

NB: photo credit: The Leixlip Midnight Marathon 2012 via photopin (license)

Tagged: , , ,

§ 8 Responses to (Sulitnya) Membangun Kebiasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading (Sulitnya) Membangun Kebiasaan at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: