Merindu Hujan

September 16, 2015 § 1 Komentar

Bulan berakhiran -ber, pasti lagi musim hujan.

Anggapan itu kayanya berlaku sampai akhir 90an saja, atau bahkan sebelum tahun 1997. Setelah tahun 1997, sampai dengan ke sini, bulan-bulan berakhiran -ber belumlah juga mengalami musim hujan. Setidaknya, di bulan September ini.

Saya rindu hujan. Saya tahu banyak orang juga yang rindu akan hujan. Terutama teman-teman yang sudah kewalahan dengan asap dari pembakaran hutan, yang berada di wilayah rentan titik panas dan kebakaran hutan, juga teman-teman yang mulai kesusahan stok air di rumahnya.

Saya rindu hujan. Saya rindu suara gemericik air menerpa genting dan teras rumah saya. Setiap tetesnya membawa kesejukan ke sekitar rumah, dan juga otomatis membersihkan debu-debu yang menempel di sekitarnya.

Saya rindu hujan. Saya rindu aroma basah pada tanah, jalanan, dan juga sekitar saya. Segar sekaligus menyegarkan rasanya.

Saya rindu hujan. Meski saya tahu saat musim hujan kehati-hatian dalam berkendara dan perjalanan pulang-pergi bekerja lebih bertambah. Harus bersabar jika mendadak harus meneduh karena hujan dan tidak membawa jas hujan. Atau justru menikmati setiap terpaan air hujan pada sekujur badan dan muka karena seringkali saya lebih memilih lekas tiba di rumah meski dengan pakaian basah, ketimbang menunggu hingga hujan reda.

Saya rindu hujan. Saya rindu ademnya hawa di kota, yang setidaknya saat dan setelah hujan mengingatkan saya pada suasana pegunungan dan atau kampung halaman yang suhunya lebih dingin.

Saya rindu hujan.

Tagged: , , ,

§ One Response to Merindu Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Merindu Hujan at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: