Membeli Waktu

Oktober 14, 2015 § 1 Komentar

Sok punya duit banget sih pake transportasi yang mahalan?

Tau jalanan sering macet, ya kalo pake transport sendiri harus siap capek lah.

Yaelah, baru juga jam segini, angkutan umum masih banyak kali, ga usah naik ojek.

Belum pernah mendapat/mendengar komen seperti di atas? Bersyukurlah, berarti surrounding-nya cukup pengertian dan menghargai waktu. Iya, menghargai waktu. Dan waktu itu sangat susah untuk dihargainya, karena amat-sangat relatif.

Bukan, saya ga ngebahas relativitas waktu dengan rumus yang njlimet atau secara fisika. Relativitas waktu buat saya adalah cara pandang orang yang beda-beda terhadap waktu, bagaimana mereka menganggap waktu sebagai bagian dari kesehariannya, bagaimana mereka beraktivitas dengan memanfaatkan waktu. Oleh karena itu, waktu sangat berharga.

Buat saya pribadi, waktu menjadi sangat berharga sejak saya mulai nyadar kalo saya punya banyak rasa kepengen buat ngewujudin sesuatu. Banyak. Banget. Dan itu semua butuh waktu — kalo ga butuh modal berupa uang. Karena udah jelas sih, waktu adalah satu-satunya hal yang dipunya dan dimiliki secara dasar dengan gratis — tapi justru itu sangat berharga.

Kusut? Oke. Simak berikut ini.

Buat sebagian orang, pulang ke rumah/kediaman bisa jam berapa saja tanpa mempedulikan hal selain dirinya. Cukup dirinya yang tahu kapan harus pulang, kenapa harus pulang jam segitu, dan kapan harus keluar lagi. Tapi, buat sebagian orang lainnya, kapan pulang ke rumah dan kenapa harus pulang jam segitu, benar-benar menentukan dan berefek pada dirinya. Contoh sederhananya: seseorang yang masih lajang dan tinggal sendirian (di kost/apartemen/rumah sendiri), jam pulang ya sesuai keperluan dirinya SAJA; tapi ketika orang tersebut sudah memiliki pasangan atau anak, jam pulang disesuaikan dengan kebutuhan dirinya DAN kebutuhan perkembangan keluarganya.

Sudah cukup terurai kusutnya? Oke, lanjut.

Orang yang sudah berkeluarga dan memiliki anak cenderung lebih gemar untuk cepat pulang ke rumah, untuk bisa bercengkrama dengan keluarga — utamanya dengan anak. Kenapa? Karena setiap saatnya sangat berharga dan takkan terulang kembali. Karena itulah sangat berharga. Dan, jadinya banyak orang yang berusaha untuk cepat pulang ke rumah, dengan berbagai cara yang mereka bisa, dengan selamat tentunya.

Segala daya dan upaya itu bisa dibilang sebagai membeli waktu. Pilihannya banyak waktu habis di jalan dengan moda transportasi biasa namun tetap hemat, atau waktu yang habis lebih sedikit dengan transportasi yang lebih tinggi tarifnya. Buat beberapa orang, pilihan itu sulit untuk dilakukan. Tapi buat yang lain, pengorbanan memang harus dilakukan untuk mendapatkan salah satu yang menjadi prioritas.

Kalo kamu, punya budget berapa buat membeli waktu?

Tagged: , , ,

§ One Response to Membeli Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Membeli Waktu at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: