Trauma

November 11, 2015 § 6 Komentar

Kayanya baru 2x saya ngalamin kejadian yang membawa trauma cukup panjang dan ngefek pada keseharian saya. Yang pertama, pada saat Ayah saya meninggal. Yang kedua, ya kejadian kehilangan minggu lalu itu.

Keduanya sangat membekas, sekaligus juga membuat saya nyadar dan merenungi apa saja yang telah dan akan saya lakukan.

Saya jadi makin sadar kalo manusia cuma bisa berencana, Tuhan yang menentukan. Saya jadi makin sadar kalo yang ada di dunia cuma sementara, bisa diambil kapan aja sama Yang Maha Kuasa. Saya juga jadi makin sadar kalo Tuhan Maha Mengatur hidup dari setiap hamba-Nya.

Tapi itu tetap dapat memunculkan trauma.

Mengenai Ayah saya, tak perlu saya tuliskan di sini. Hal tersebut bersifat privat bagi saya.

Mengenai kehilangan atas barang yang saya miliki, traumanya timbul karena saya merasakan bahwa lingkungan yang saya jalani setiap hari ternyata masih ada peluang terjadinya kejadian yang tidak aman. Berkali-kali dalam pikiran saya terngiang-ngiang, ‘kok bisa?’ sebuah penyangkalan atas kejadian karena tidak percaya. Shocking. Terkejut. Heran.

Keheranan dan keterkejutan saya itulah yang menjadi dasar trauma saya. Beberapa pendapat yang masuk seperti ‘bisa jadi sudah diincar beberapa hari’ sampai dengan ‘sudah diikuti sebelumnya’ membuat saya paranoid. Saya takut. Sungguh.

Besar keinginan saya agar kejadian tersebut segera ada solusinya dari pihak berwajib dengan adanya tindakan penghukuman, akan tetapi saya juga sadar diri bahwa tindak kejahatan yang terjadi bukan hanya saya objeknya. Masih banyak tindak kejahatan lain yang menjadi fokus mereka. Yang bisa saya lakukan hanya tetap bersikap positif, berharap semuanya berakhir baik dengan properti saya kembali dalam kondisi utuh — meski peluangnya kecil.

Hal-hal yang bisa saya lakukan selain berpikiran baik/positif, tentunya dengan mengambil pelajaran serta menyiapkan tindakan preventif. Baik itu terhadap diri saya sendiri, maupun juga properti yang saya miliki, dan tak lupa pada keluarga saya.

Sungguh, saya trauma.

Tagged: , , ,

§ 6 Responses to Trauma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Trauma at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: