Refleksi 2015

Desember 23, 2015 § Tinggalkan komentar

Jelang pergantian tahun, banyak sekali yang nyebar harapan dan tujuan untuk tahun berikutnya. Disebut-sebut sebagai resolusi. Saya sendiri, pernah bikin resolusi di setiap pergantian tahun. Tapi lama-lama, kayanya capek juga karena dari tahun ke tahun harus bikin baru, dan atau ngulang hal yang sama kalo belum kesampean. Akhirnya, lama-lama saya pun mikir kayanya lebih cocok kalo nulis refleksi aja, nge-review setahun yang udah dijalanin ke belakang.

Dan kali ini, refleksi tahun 2015.

Singkat cerita, banyak kejadian di tahun ini. Ups and downs. Rugi dan untung. Highlight-nya kurang lebih seperti di bawah ini (repost sebagian dari Path):

  1. Istri hamil sejak awal tahun. Kehamilan lancar, sehat, aman, begitupun proses lahiran. Alhamdulillah.
  2. Anak kedua lahir. Lancar, selamat, sehat. Alhamdulillah. Otomatis jadi hot daddy. #selfproclaim #iyainaja #biarcepet
  3. Kesehatan g abegitu terganggu sampai harus dirawat di RS. Baik pribadi maupun orang terdekat. Alhamdulillah.
  4. Skripsi selesai setelah ketunda 1 semester. Alhamdulillah. Kalo sesuai jadwal, harusnya Q1 selesai, tapi ya Q3 pun tak apa. Masih di 2015 ini.πŸ™‚
  5. Wisuda. Alhamdulillah. #menujugelarST berubah #sahjadiST.
  6. Gnote2 yang udah nemenin jalan2, kerja, dan hobi trus masuk taun ketiga, pecah layarnya. Mau ganti layar, sayang karena budgetnya hampir sama kaya beli baru — selain emang kudu nabung dulu. Alhamdulillah, istri beliin baru gantinya yang speknya cukup mendekati. I do love her so much karena ngertiin banget.❀
  7. Kerjaan lancar. Few ups & downs yang terjadi udah biasa dan termasuk risiko bekerja, toh. Banyak belajar hal baru dan pendalaman materi terutama management: team, people, talent, project/jobs, schedule, sampai dengan analysis, dan ergonomi/UX/creative directing. Alhamdulillah masih bisa profesional, no heart feelings involved (mudah2an ya).
  8. Roadtrip pertama bareng keluarga kecil, PP Jakarta-Yogyakarta. Alhamdulillah lancar.
  9. Mudik lebaran ke Aceh. Alhamdulillah lancar, dan sempet kunjungi berbagai spot wisata di sana.
  10. Sepeda motor hilang. Otomatis, start November lalu PP kantor-rumah seringkali naik angkum. Alhamdulillah masih ketolong ojek online yang masih harga promo, jadi ga rugi waktu, dan masih masuk budget transportasi bulanan.

Itu poin-poin besarnya aja, karena masih banyak poin-poin kecil lainnya yang ga tercatat di sini, yang bisa jadi lupa kejadian persisnya, dan atau emang cukup buat saya pribadi aja.πŸ™‚

Kalo kamu gimana refleksi tahun 2015-nya?

Tagged: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Refleksi 2015 at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: