Musik, Antara Seni dan Relaksasi

Januari 13, 2016 § Tinggalkan komentar

Beberapa kenalan yang tau saya pernah kerja di industri (terkait) musik, suka iseng nanya soal kenapa dulu saya pernah pilih kerja di situ, dan kenapa sekarang ga balik lagi. Beberapa pertanyaan lain juga pernah muncul terkait musik apa aja yang pernah saya putarkan dan juga terkait artis-artisnya. Dan sering juga kok jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait musik tersebut dianggap kurang memuaskan. Well… gimana ya?

Musik, buat saya, adalah sebuah bentuk seni. Musik ga perlu yang ribet, bisa diciptakan dari sebuah kesederhanaan. Bahkan buat saya pribadi, vokal (suara) manusia yang menyanyi atau menciptakan suara-suara yang berirama dan nyeni adalah sebuah bentuk musik yang paling agung. Kenapa? Karena itu alami. Belum lagi kalo ditambah irama dari suara-suara alam seperti gemericik air, tumpahan air hujan, sampai dengan sahut-sahutan serangga di kala malam hari. Iya, itu musik yang paling agung – buat saya. Tapi bukan berarti saya menganggap remeh musik yang bukan alami…

Musik yang diciptakan dengan alat-alat bantu seperti gamelan – tradisional, sampai dengan gitar elektrik dan juga drumset juga kerapkali membuat saya takjub. Paling gampang dilihat adalah dari harmonisasi pada genre jazz antara drumset-gitar bas-piano-trompet, atau melodi-lead-solo gitar yang njelimet di genre metal/rock.

Tapi di atas semua itu, musik buat saya adalah sebuah seni. Dan seni pada dasarnya selain sebagai bentuk penghargaan dan ekspresi manusia, juga merupakan bentuk lain dari sebuah relaksasi. Yes, ga salah baca: RELAKSASI.

Ga sedikit dari kita – sejauh pengamatan saya, menyalakan TV/video youtube tanpa memperhatikan aksi videonya melainkan hanya menikmati (audio) musiknya saja. Ga sedikit juga kita yang menyalakan pemutar lagu (itunes/mp3 player) dengan nada suara yang cukup rendah sehingga cenderung menjadi backsound di setiap kali kita beraktivitas. Beberapa pemusik juga ketika didera kepenatan langsung saja memainkan musik-musik mereka, memainkan gitar, membuat irama ketukan, sampai dengan menyanyi hingga mereka merasa lebih baik. Contoh-contoh itu buat saya cukup mengambil kesimpulan bahwa musik adalah seni yang berbentuk relaksasi. Seni musik bisa membuat orang relaks, baik pendengar maupun juga pelaku musiknya.

Jadi, kalo ditanya lebih jauh kenapa saya ga begitu merhatiin hal-hal di luar musik yang dimainkan (milih kerja di industri itu atau tren artis terbaru), ya jelas sih karena musik itu membuat relaks. Beberapa kali saat masih ada di industri itu dulu, saat musik (lagu) sedang diputarkan adalah kesempatan untuk menjadi lebih relaks untuk kemudian melakukan pekerjaan selanjutnya.

Kalo buat kamu, musik itu apa?

Tagged: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Musik, Antara Seni dan Relaksasi at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: