Pilkada

Oktober 6, 2016 § 1 Komentar

Ngomongin yang terkait politik dikit ya. Sekali-sekali. 🙂

Sebulan terakhir saya termasuk yang kurang nyaman dengan berita di sana-sini terkait politik, ga lain karena ada proses pilkada di wilayah yang jadi tempat tinggal saya saat ini. Diperjelas dikit: bukan ga nyaman dengan pilkada-nya, atau prosesnya, melainkan ga nyaman dengan berita serta sharing beritanya. Rasanya riuh bin berisik banget jalur komunikasi dan sosialisasi yang saya gunakan dengan berita terkait pilkada. Makanya, belakangan ini saya mengaktifkan lagi upaya untuk menyaring informasi.

Menyaring informasi yang saya lakukan bukan yang ribet atau dengan bantuan intelegensi pintar, cukup dengan memilih siapa/apa yang hendak saya baca/ikuti dan juga siapa/apa yang perlu saya share mengenai pandangan saya. Termasuk di blog ini. Karena blogpost ini menurut saya termasuk sarana saya untuk aspirasi terkait politik, tapi tidak langsung menjurus ke paham tertentu — setidaknya menurut saya.

Soal paham politik, azas, aliran, partai, sampai dengan kandidat mana yang saya dukung, orang-orang terdekat saya lebih tahu. Kalo mau nebak, silakan. Belum tentu saya jawab atau saya iyakan. 🙂 Tapi satu hal yang jelas adalah: (sepertinya) saya tidak termasuk golongan grass-root, bukan pula termasuk golongan aktif berpolitik dan bergolongan. Saya hanya berharap saya cukup disebut melek politik.

Anyway, karena judulnya udah kadung pilkada, maka sudah selazimnya saya bahas juga terkait itu. Dan itu berarti bukan melulu kandidat atau kampanyenya, melainkan juga proses dan harapan-harapan terkait. Untuk prosesnya sendiri, saya cukup senang dengan yang dilakukan oleh KPUD. Antara lain promosi mengenai kepastian penduduk terdaftar sebagai pemilih dilakukan dengan cara jemput bola — setidaknya itu yang saya rasakan di sekitar tempat tinggal saya. Harapannya tentu adalah ketika proses awalnya saja sudah aktif dan jemput bola, maka setelah kandidat terpilih nanti juga aktif dan jemput bola terkait hal-hal yang bisa diputuskan oleh pejabat kepala daerah.

Jika postingan ini terasa rumit, maka sudah jelas dan sesuai tujuannya. Karena politik itu memang rumit, dan ga semua orang mengerti. Saya yang sudah mulai belajar berpolitik dari SMP (pemilihan ketua OSIS) saja masih merasa rumit, apalagi yang baru mengikuti belakangan ini?

DISCLAIMER: Blogpost ini bukan bentuk dukungan terhadap salah satu bakal calon atau calon kepala daerah dan atau wakilnya. Bukan pula bentuk dukungan terhadap organisasi atau massa pendukungnya. 

Iklan

Tagged: , ,

§ One Response to Pilkada

What’s this?

You are currently reading Pilkada at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: