Ideal(is)(?)

Januari 12, 2017 § 2 Komentar

Dulu saya punya cita-cita: turut serta mengubah dunia menjadi yang lebih baik. Dalam artian, tergabung dalam gerakan yang besar, global, bisa/mudah dikenali, dan suatu saat nanti menjadi salah satu garda terdepan dalam gerakan tersebut.

Tapi itu dulu…

Waktu saya masih aktif sebagai mahasiswa D3 (waktu jadi mahasiswa S1, sambil kerja, jadi ga sempet mikir yang gitu lagi :mrgreen: ) yang kerjaannya “cuma” kuliah aja. Jadi, ngisi waktu selain kuliah dan ngerjain tugas, aktiflah di kegiatan kampus, cari-cari jaringan LSM yang terkait dengan ketertarikan (interest), dan masih banyak lagi. Pokoknya menyalurkan minat. Syukur-syukur kalo dapet jaringan yang mumpuni — sayangnya (kayanya) ga dapet tuh. ๐Ÿ˜†

Sekarang?

Saya lebih cenderung mengubah sudut pandang saya. Memulai perubahan dari hal yang kecil, diri saya sendiri. Syukur-syukur kalo di kemudian hari bisa dikenali dunia. Syukur-syukur kalo kemudian perubahan diri saya bisa menular ke seluruh dunia. Ga perlu muluk-muluk gabung ke gerakan besar/global, karena sadar diri: ga punya waktu. Dan juga yang paling nyadar: saya cuma satu manusia biasa, rakyat jelata, ga punya afiliasi politik, apalagi afiliasi harta (berdasar kekeluargaan).

Intinya: saya cuma manusia biasa.

Hal itu juga yang kemudian ngubah cara saya menilai sesuatu sebagai idol ideal. Dulu, ideal menurut saya apabila tentram, tertib, sesuai peraturan, tertata, dari A-Z bisa diurut dan dikenali. Sekarang? Ideal menurut saya adalah adil — sesuai proporsinya, nyaman, berkembang, dan bisa terus-menerus — kalo bisa jadi warisan.

Secara bahasa (atau struktur kata), makna ideal bagi saya dan dulu jelas berbeda. Tapi secara makna atau pengertian, sepertinya perbedaan hanya di penerapannya dan persepsi saja. Saya lupa persisnya idealisme saya dulu didasari oleh apaan, tapi yang pasti seiring perjalanan di dunia (baca: tambah umur), ya mendewasakan idealisme tersebut.

Engga, saya ga menggurui. Postingan ini lebih ke sharing, sekaligus reminder buat saya juga suatu saat nanti. Kalo bisa malah, reminder buat penerus saya — terutama anak-anak saya. ๐Ÿ™‚

Buat kamu, ideal itu yang seperti apa/gimana?

Tagged: , , , , ,

§ 2 Responses to Ideal(is)(?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ideal(is)(?) at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: