#SekolahLagi

Mei 22, 2017 § Tinggalkan komentar

Belajar adalah proses yang (sebisa mungkin) ga boleh berhenti.

Formal atau non-formal, belajar harus jalan terus. Bahkan, kalo perlu ya tuntutlah ilmu sampai ke negeri Tiongkok — sesuai pepatah atau hadits(?).

Dan, itu yang sedang saya coba lakukan. 🙂

Singkat cerita, setelah #sahjadiST dari #menujugelarST, keinginan untuk belajar lagi ternyata ga berhenti. Malah semakin kepengen. :mrgreen: Dan kurang lebih 2 tahun sejak lulus itu, Insya ALLAH tahun 2017 ini jadi awalan baru untuk sekolah lagi ke jenjang berikutnya, S2.

Ga perlu saya tulis dulu ya apa bidang yang jadi pilihan untuk lanjut S2-nya. Yang pasti di universitas negeri di Jakarta (dan sekitarnya).

Urusan sekolah lagi ini sebenernya udah dimulai sejak lulus jadi insinyur di 2015 lalu itu. Beneran. Mulai dari cari program studinya, pilihan kampusnya, sampai dengan pilihan pembiayaan — dana sendiri atau daftar beasiswa. Tahun 2016 lalu juga udah hampir banget daftar untuk ikutan tes sekolah lagi, tapi ya… Tuhan berencana lain, sehingga ditunda setaun ke 2017 ini.

Dari awal-awal tahun 2017 ini, pilihan untuk sekolah lagi udah mengerucut ke 3 pilihan. Kesemuanya di Jakarta (dan sekitarnya). Ada 1-2 tambahan alternatif di luar negeri, itu pun dengan syarat harus dapat beasiswa. Dan karena akhirnya 2 aplikasi beasiswa gagal semua (yang satu gagal untuk daftar 😆 , satunya lagi gagal di fase ketiga – esai), jadinya capcipcup ke 3 pilihan itu.

Untuk diketahui 3 pilihan itu terdiri dari 3 program studi yang berbeda-beda dari 2 universitas yang berbeda.

Sebagai seseorang yang pernah dikategorikan sebagai pemikir dan (penuh) perhitungan — berdasar psikotes, maka saya pun melakukan beberapa pertimbangan, antara lain:

  • kecenderungan minat,
  • keterkaitan dengan pekerjaan,
  • perkiraan pengerjaan tugas akhir tesis,
  • prospek lulusan,
  • ilmu yang kira-kira bisa dimanfaatkan langsung maupun untuk pengembangan selanjutnya (baca: S3 — iya, beneran S3),
  • sampai dengan proyeksi pendanaan yang dibutuhkan untuk pembiayaan kuliah,

maka segala daya dan upaya akhirnya mengerucut ke 2 pilihan di 2 universitas yang berbeda. Sebut saja pilihan 1 di universitas negeri, dan pilihan 2 di universitas swasta. Untungnya, periode pendaftaran dan proses tesnya lumayan beda jauh pun juga dengan timeline-nya. Sehingga, saya bisa fokus dulu ke pilihan 1 baru kemudian kalo kurang beruntung, ya coba ke pilihan 2.

Alhamdulillah, fokusnya berbuah hasil dapet di pilihan 1. 🙂

Mohon bantu doain saya supaya dapat kuliah dengan lancar, sesuai jadwal normal (ga molor), dapat nilai yang cukup stabil dan oke, sampai dengan tetap semangat untuk sekolah, belajar, dan menyelesaikannya #menujugelarMaster. 🙂

Kalo kamu, pengen sekolah lagi ga?

Iklan

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #SekolahLagi at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: