T-Shirt: Karakter vs Teks

Juli 3, 2017 § Tinggalkan komentar

Belakangan saya punya interest untuk beli dan kemudian pakai T-Shirt dengan karakter komik, kartun, serial TV, sampai dengan film layar lebar. Selain karena emang udah mampu beli sendiri, juga cara buat ngedapetinnya makin banyak dan gampang. Semua karena e-commerce yang ngasih pilihan banyak banget, mulai dari yang official product sampai dengan unofficial/fanmade. Dan, kebanyakan ukuran karakternya besar-besar atau berada di area yang cukup besar pada T-Shirt.

Padahal, kalo ditengok beberapa tahun yang lalu kaya’nya saya ga gitu suka dengan T-Shirt seperti itu. Saya lebih suka yang minim dengan karakter atau logo, tapi ada beberapa kata/ungkapan yang bisa mewakili prinsip atau ketertarikan saya akan sesuatu. Pake T-Shirt dengan karakter itu kaya’nya susah pakenya, karena sablonannya cenderung bikin gerah, lengket, perawatan juga susah. Pun kalo sablonannya jelek/ga rapi, setelah dicuci beberapa kali pasti bakal rusak. Beda sama teks yang cenderung lebih awet.

Mungkin perubahan ini disertai dengan sablon yang mulai membaik. Pun juga bahan T-Shirt yang mendingan, makanya saya mulai suka dengan yang ada karakternya. Tapi ini bukan berarti T-Shirt teks otomatis saya tinggalin juga. Kurleb, komposisinya udah 50:50 lah.

Oiya, kesukaan ini ga dipengaruhi atau mempengaruhi kesukaan saya akan jersey bola sih. Terutama jersey bola klub kesukaan atau yang ada nilai sejarahnya — meski kemudian susah dicarinya karena justru jadi lebih mahal. 😆

Kamu suka T-Shirt yang seperti apa?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading T-Shirt: Karakter vs Teks at i don't drink coffee but cappuccino.

meta

%d blogger menyukai ini: