#SerenaBestMPV: Kemewahan yang Terjangkau

Maret 17, 2015 § Meninggalkan komentar

Beli sesuatu kalo butuh, jangan hanya karena pengen.

Petuah itu lebih kurang sering saya coba terapkan ke diri saya pribadi. Sebisa mungkin, hal-hal yang saya punya dan saya beli, adalah yang benar-benar saya perluin. Bukan sekadar pengen punya atau pengen pake aja, tapi harus bener-bener menunjang keperluan/kebutuhan saya. Mulai dari kebutuhan primer – sandang pangan papan, sampai dengan sekunder, tersier, ataupun kebutuhan mewah.

Iya sih, kadang beli/punya sesuatu yang dilandasi rasa pengen itu sebenernya salah satu bentuk aktualisasi diri, atau pemenuhan kebutuhan diri sendiri untuk membuktikan sesuatu atau supaya ga penasaran. Tapi ya, ada kalanya kita pribadi juga harus tahu diri, tahu batasan dan kemampuan. Sejauh, setinggi, atau semampu apa yang bisa dijangkau.

Salah satu kebutuhan yang berkaitan erat dengan kemampuan adalah kendaraan. Personally, saya berpendapat untuk di Jakarta ini, sudah cukuplah saya ditunjang dengan kendaraan roda dua untuk transportasi pribadi. Selain karena perawatan lebih hemat, harga yang bersahabat, juga konsumsi BBM lebih sedikit. Perihal risiko keujanan atau kepanasan, kurang lebih prinsipnya sama seperti berikut,

Naik motor itu, kalo panas ga keujanan, kalo ujan ga kepanasan.

Tapi prinsip itu cuma berlaku buat saya pribadi. Sendiri. Ga berlaku kalo lagi sama istri, apalagi kalo jalan-jalan bareng anak atau keluarga lainnya. Karena naik motor itu idealnya buat sendirian, yang ga gitu ribet. Lain halnya kalo udah berkeluarga, atau punya anak, atau mau ajak keluarga besar.

Maka pencarian untuk kendaraan yang bisa memenuhi kebutuhan untuk bisa digunakan bersama istri, anak, dan juga keluarga lainnya. Daftar kebutuhan dan penggunaan pun dibuat, jangan sampe dipake karena sekadar pengen, tapi juga karena butuh atau perlu. Singkat cerita, pilihan kendaraan pun jatuh kepada roda 4 atau mobil.

Berbagai merek dan juga tipe kendaraan roda 4 pun disaring lalu ditimbang baik-buruknya. Mulai dari faktor eksternal seperti bengkel dan juga spare part, sampai dengan internalnya seperti spek kendaraan dan juga merek. Yang keseluruhannya kemudian diperbandingkan terhadap harganya dan kemudahan proses pembeliannya (kredit angsuran, jangka waktu, DP, dll). Ya… value for money gitu deh.

Salah satu yang menarik perhatian adalah merek Nissan. Beberapa tipe yang available di Indonesia antara lain March dan juga Serena. Sehubungan saya suka tipe kendaraan roda 4 yang besar — karena biar bisa muat banyak, maka Serena sepertinya lebih layak dipilih. Kebetulan, hari Jumat minggu lalu (13 Maret 2015) saya berkesempatan buat hadir ke press conference-nya Nissan di bilangan Pondok Indah, Jaksel.

Nissan New Serena, on the road

Nissan New Serena, on the road

Di press conference itu, Nissan nge-launch Serena baru (New Nissan Serena) yang antara lain refreshment di eksterior maupun juga interior. Berdasar rilis yang saya terima, penyegaran itu bertujuan untuk memberikan sentuhan lebih merah, elegan dan prestise untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia yang mendambakan kendaraan MPV yang merefleksikan kesuksesan dan gaya pribadi miliknya. Trus, saya juga baru tau dari rilis itu kalo ternyata Nissan Serena udah jadi market leader di segmen High MPV di Indonesia sejak taun 2007. Pantes lah kalo disebut sebagai Best MPV — #SerenaBestMPV. Keren juga ya.

Overall, penyegaran di Nissan New Serena antara lain bemper depan, grille, desain hood (atap), pelek (wheel), lampu utama LED (headlamp) yang dilengkapi day time running light dan juga fog lamp finisher, lampu belakang (rear lamp), sampai aero side guard. Itu buat eksterior-nya yang langsung keliatan dari luar. Nah, kalo masuk ke interior, yang baru antara lain Audio Steering Switch, panel instrumen dengan warna baru dan juga motif yang keliatan lebih mewah pada kursi.

interior Nissan New Serena

interior Nissan New Serena

Ada banyak warna yang dirilis di Nissan New Serena ini, antara lain scarlet red, floral white, diamond silver metallic, smokey grey metallic, light steel blue, dan phantom black. Personally, saya lebih suka warna hitam. Kesannya lebih berkelas gitu deh. Selain itu, perawatannya saya anggap lebih mudah, jadi kalo ada apa-apa sama bodi, bisa lebih tersamarkan dibanding warna-warna yang lebih terang. Ke-6 pilihan warna itu juga dibagi ke 3 tipe antara lain Type X, Type Highway Star, dan Type Autech.

Nah, sekarang soal harga: Nissan New Serena ini dibandrol mulai dari 364juta sampai dengan 441juta. Saya belum liat detail harga tersebut kalo dipecah ke skema kredit mobil, DP dan cicilannya jadi berapa. Tapi buat bayangan aja ya, merek mobil lainnya dengan tipe di harga serupa, kurang lebih DP-nya variatif mulai dari 70an juta sampai dengan 100an juta dengan cicilan-nya sekitar 3-4 jutaan/bulan selama 4-5 taun. Buat saya pribadi, skema cicilan tersebut masih bisa dijangkau (kalo ga dibilang terjangkau). Kenapa? Karena saya berpendapat, target pasar dari Nissan New Serena adalah diutamakan untuk yang sudah berkeluarga. Dan yang sudah berkeluarga tersebut, tentunya penghasilannya diperkirakan di level 10an juta ke atas, dengan daya beli yang sudah cukup kuat. Intinya, profiling dari target untuk Nissan New Serena ini seharusnya mampu untuk menjangkau harga beli Nissan New Serena untuk mendapatkan kelebihan dan fitur sesuai kebutuhan — dan juga kemewahannya. :)

Itulah alasan kenapa saya membuat postingan ini dengan judul demikian. Untuk target kelas pembelinya, kemewahan yang ditawarkan dari Nissan New Serena ini bukanlah mimpi, bukanlah sesuatu yang tidak bisa diraih, melainkan mampu dijangkau — dan juga kelak mampu ditunjukkan sebagai bagian dari aktualisasi diri. *halah*

Oiya, jangan lupa kalo mau beli mobil, pertimbangkan juga di mana nanti nyimpennya ya. Jangan sampe, beli mobilnya bisa, bisa pakenya juga, tapi bingung mau simpen di mana mobilnya. :P

Kira-kira, kamu termasuk target pembeli Nissan New Serena ga?

NB: images saya ambil dari website-nya Nissan Indonesia.
NB lagi: saat ini saya udah ada kendaraan roda 4 — Alhamdulillah.

Mau Nikmati Awal Tahun Baru di Mana?

November 26, 2014 § 8 Komentar

Bali.

Yes, pulau Bali adalah jawaban saya untuk tempat utama yang pengen saya kunjungi buat nikmati awal tahun baru. Dan iya, bukan akhir tahun yang saya tuju, melainkan awal tahun karena melihat sinar matahari pertama di tahun yang baru, semacam bisa meningkatkan gairah saya untuk menjalani sebuah tahun yang baru. Apalagi kalo liatnya di Bali. Pulau dewata.

Personally, saya baru sekali ke Bali. Itu pun ga sengaja, karena harusnya “hanya” transit beberapa jam, tapi kemudian harus menginap semalam (12 jam) karena penundaan penerbangan. Seharusnya 12 jam tersebut bisa dipergunakan untuk eksplorasi Bali, tapi karena waktu itu sudah malam dan saya sudah lelah, jadinya langsung menuju penginapan yang disediakan dan terlelap. Paginya pun sudah buru-buru diangkut ke bandara untuk melanjutkan perjalanan.

Kenapa pengen ke Bali? Karena saya pengen. Polos memang. :P Karena jika dijabarkan, ada berbagai macam alasan kenapa saya pengen ke Bali. Antara lain di bawah ini…

Tanah Lot

Tanah Lot

Tanah lot. Kawasan yang terdapat pura dengan nama yang sama ini, merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Bali. Saya pengen banget bisa ke sana, melihat dengan mata saya sendiri sebuah bangunan yang tak ada duanya ini.

Tari Kecak

Tari Kecak

Tari Kecak. Tari asli Bali yang dipertontonkan oleh banyak orang ini adalah salah satu atraksi yang ingin saya saksikan secara langsung juga. Belum lagi, dengar cerita dari teman-teman dan juga kerabat, Tari Kecak paling pol kalo ditonton di saat matahari terbenam. Dengerin ceritanya aja saya udah terkagum-kagum..

Ubud. Salah satu kawasan di pulau Bali ini menjadi salah satu tujuan di Bali yang paling pengen saya kunjungi karena ia kerap menjadi lokasi UBF atau Ubud Writers Festival. Saya sendiri senang menulis, dan sepertinya adem rasanya untuk bisa membuat sebuah karya tulis di tengah-tengah asrinya alam Ubud.

Lumba-lumba di Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai Lovina

Pantai. Bali adalah sebuah pulau yang memiliki begitu banyak pilihan pantai. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Kuta. Tapi sebenarnya saya paling pengen adalah ke pantai Lovina. Karena di sana dikenal dengan mudahnya untuk menemui lumba-lumba di perairan bebas. Seru rasanya apabila bisa menyaksikan semuanya secara langsung.

Trus, kalo sempet ke Bali apa mau sendirian? Jelas engga. Tentu akan lebih seru dengan teman seperjalanan. Buat saya sendiri, jelas saya akan mengajak istri saya. Akan menyenangkan rasanya untuk menikmati travelling yang takkan terlupakan dengan pasangan hidup. :”>

Oiya, selain banyak tempat wisata buat dikunjungi, Bali juga ga kekurangan pilihan cenderamata yang bisa dibawa pulang kembali ke kota asal. Mulai dari pia legong, pia susu, hingga kacang bali untuk makanan asli Bali. Atau bahkan membeli kaos Joger yang hanya dijual di Bali dengan penampilan yang unik.

Travelling itu seru. Apalagi kalo travelling ke destinasi impian bersama orang yang kita sayang. Trus, gampang juga kan buat booking tiket pesawat dan lain-lain via Traveloka.

Kalo kamu, pengen nikmati tahun baru ke mana sama siapa?

NB:
foto tanah lot photo credit: alex hanoko via photopin cc
foto Tari Kecak photo credit: riosundoro via photopin cc
foto Lumba-lumba di pantai Lovina photo credit: Songkran via photopin cc

#KnowledgeIsPower: Baca Banyak – Banyak Baca di Satu Tempat with Kurio

November 10, 2014 § 12 Komentar

Ada berapa website berita atau favorite-based yang kamu ikutin? Saya pribadi, ada banyak. Hampir semua website berita nasional (di Indonesia dan berbahasa Indonesia) saya ikutin dan baca hampir setiap harinya. Ga cuman baca di website langsung via desktop, tapi juga via aplikasi yang diinstal di ponsel cerdas saya. Selain itu website favorite-based berdasar topik atau interest yang saya ikutin ga sedikit, yang saya umumnya ikutin apdetannya via publikasi konten mereka di RSS feed atau timeline twitter-facebook-google+ saya.

Singkat kata: banyak (banget). Silakan komentar

Kenapa saya baca banyak banget seperti itu? Karena siapa tau ada info yang berguna. Siapa tau info tersebut bakal kepake suatu hari nanti. Siapa tau, info tersebut bakal saya perluin suatu saat nanti. Siapa tau juga, bisa bikin saya keliatan lebih keren karena berwawasan luas. *halah* :mrgreen: Anyway, landasannya sebenernya pemahaman saya betapa pengetahuan yang luas itu bisa menjadi sebuah kekuatan tersembunyi. :)

Back to topic, sehubungan dengan banyaknya website yang saya baca/ikutin, kadang saya suka lupa waktu. Udah waktunya tidur malam, eh masih aja baca-baca. Kadang udah waktunya siap-siap berangkat kantor, eh ya masih aja baca-baca. Dan, waktu yang kepake buat baca-baca itu lebih karena susahnya pindah dari satu website ke website lainnya. Karena kepisah-pisah gitu deh. Kadang walau udah bookmark, jadi lupa juga websitenya yang mana. :lol:

Nah, buat ngurangin waktu yang kebuang karena pindah-pindah itu, akhirnya saya nyadar kalo saya butuh aplikasi atau reader yang bener-bener sesuai sama saya. Ga melulu harus saya yang nge-add website berita/konten yang saya suka, tapi juga nawarin sesuatu yang baru buat saya sebagai pembaca dan penggunanya. Syukurnya, saya pake ponsel pintar yang artinya saya bisa punya banyak pilihan aplikasi buat kebutuhan itu. Salah satunya adalah Kurio.

Kurio homepage

Kurio homepage

Yep, Kurio. Smart news app. Discover, explore, and read the content you care about all in a single app. ~ begitu tulisan di websitenya.

Sejak nginstal Kurio di ponsel cerdas saya sekitar sebulan yang lalu, lumayan lah saya kebantu buat baca-baca banyak website dan konten yang saya suka. Kenapa? Karena hampir semuanya tersedia di Kurio. Bahkan sesuai yang saya bilang sebelomnya, Kurio juga nawarin konten di topik yang baru buat saya sebagai pembacanya. Trus kalo ga suka, ya tinggal diilangin aja. Simpel. Bisa diatur di setting kok.

Contoh penggunaan Kurio di gadget saya

Contoh penggunaan Kurio di gadget saya

Dan, berkat Kurio-lah pengetahuan saya jadi lebih banyak. Karena saya baca banyak, dan banyak baca di satu tempat. Karena waktu yang semula habis buat ganti-ganti aplikasi atau pindah browser/URL, jadi ilang kan? :)

NB: soal review penggunaan aplikasi, bakal saya muat (kalo ga lupa) di postingan lain.

Tempat Kopdar Paling Seru di Jakarta: Menurut Gue

Desember 10, 2013 § 12 Komentar

Planetarium! *nyebut Planetarium buat jawab judul :P *

Gedung Planetarium Jakarta (dilihat dari sisi barat)

Gedung Planetarium Jakarta (dilihat dari sisi barat)

Sebagai salah satu lokasi yang jadi lokasi wajib kunjung buat para penggemar langit – astronomi, ilmu bintang, atau bahkan edukasi mengenai luar angkasa, Planetarium juga cocok buat jadi tempat kopi darat (kopdar) yang seru! Ralat, khusus buat blogpost ini, Planetarium itu tempat kopdar PALING SERU di Jakarta. :mrgreen:

Kenapa? Nih.. begini ya.. « Read the rest of this entry »

Siapa Mau Tinggal di Sinar Mas Land?

November 26, 2013 § 7 Komentar

Pertengahan tahun 2004 saya hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Di saat itu saya masih “hijau” akan Jakarta dan sekitarnya. Bisa dibilang, salah naik bus atau baru pertama kali naik bus ke jurusan yang baru saja, saya akan ketakutan setengah mati akan nyasar dan ga bisa pulang. Maklum, ada semacam “culture shock” yang saya alami dengan perpindahan dari sebuah kota madya ke kota metropolitan.

Berkat pindah ke Jakarta pula saya mulai sering mendengar mengenai Sinar Mas Land. Pada waktu itu, beberapa teman kampus saya ada yang tinggal di Serpong, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Saya sendiri yang masih “hijau” akan Jakarta, hanya bisa manggut-manggut ketika mereka berbicara mengenai kawasan-kawasan seperti BSD City, Grand Wisata, Legenda Wisata, dan lain-lain yang menjadi proyek hunian dari Sinar Mas Land.

Moda transportasi yang beragam, kawasan perumahan yang tertata, kawasan pelayanan terpadu, adalah sebagian dari konsep kawasan yang jadi salah satu model hunian impian saya. Dan itulah gambaran yang saya dapatkan dari cerita-cerita mengenai Sinar Mas Land.

Berkat penasaran dan ingin tahu lebih jauh, saya pun coba mengunjungi sendiri kawasan terpadu yang masih grup dari Sinar Mas Land. Saya mengunjungi BSD City & Legenda Wisata sebagai dua dari sekian banyak proyek hunian yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Ternyata benar seperti cerita yang telah saya dengar, kawasan-kawasan tersebut merupakan kawasan terpadu: ada hunian, tempat belanja kebutuhan sehari-hari, akses transportasi (jalan raya, jalan perumahan, maupun juga shuttle bus), hingga sekolah, taman bermain, dan area terbuka hijau.

Peta BSD City - contoh pengembangan kawasan hunian terpadu milik Sinar Mas Land

Peta BSD City – contoh pengembangan kawasan hunian terpadu milik Sinar Mas Land

Kota satelit – kalo merujuk istilah yang saya pelajari sewaktu sekolah dulu. Adalah sebuah kota yang berada di sekitar kota utama, namun memiliki fasilitas-fasilitas mandiri yang membuat warganya tak selalu tergantung kepada kota utama. Proyek-proyek hunian: residensial maupun kawasan dari Sinar Mas Land menurut saya berjenis kota satelit ini.

Salah satu hal yang patut dicermati dari kota satelit – kawasan terpadu di Sinar Mas Land ini adalah.. kualitas kehidupan dari para penduduknya. Seperti sudah diketahui, masih di dalam satu kawasan hunian saja, seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Sudah hampir dapat dipastikan, warganya akan lebih kecil risiko dari stress, terhindar dari kemacetan tak perlu, serta diliputi rasa aman.

Bisa dibayangkan jika menjadi penduduk dari kawasan terpadu Sinar Mas Land itu, kegiatan hariannya apabila tak ke kota utama adalah bangun pagi disuguhi matahari cerah dan kawasan terbuka, lalu ke pusat perbelanjaan atau mengajak main keluarga, atau mengantar ke pusat pendidikan seperti sekolah dan universitas. Ga perlu takut nyasar karena salah bis. Ga perlu juga bermacet-macet ria di perjalanan jauh. Hidup rasanya lebih tentram.

Saya sendiri, sebagai warga ibukota Jakarta punya mimpi untuk memiliki properti di kawasan terpadu Sinar Mas Land. Bukan sekadar untuk “menyingkir” dari ibukota, melainkan juga untuk mendapatkan best living moment bersama keluarga. Jadi, kalo ditanya “Siapa mau tinggal di proyek huniannya Sinar Mas Land?” Saya pasti bakal (ikutan) jawab “SAYA MAU!”

Kalo kamu, mau ga tinggal di proyeknya Sinar Mas Land?

NB: blogpost ini tengah saya ikutsertakan di Sinar Mas Land Writing & Photo Contest 2013.

Geocell: Si Tangguh Penahan Beban

November 17, 2013 § 1 Komentar

Minggu yang lalu saya melakukan kurang lebih 4 kali perjalanan jarak jauh dari Jakarta. Bandung dan Tasikmalaya, adalah kota-kota yang saya kunjungi. Mau tak mau, karena saya bukan konglomerat yang punya pesawat pribadi, alhasil saya pun menggunakan jalan darat melalui jalan raya dan jalan tol, karena mau naik kereta api, agak khawatir sama jadwalnya yang bisa mendadak ngaret.

Sepanjang 4 kali perjalanan jarak jauh itu, mau tak mau saya merasakan berbagai macam kondisi jalanan. Dari jalan lurus, berkelok, mulus, hingga berlubang-lubang, dan perbaikan! Bayangkan, di saat musim hujan seperti ini, masih saja ada perbaikan jalan yang memakan beberapa ruas jalan sehingga mengakibatkan perjalanan sedikit terhambat. Belum lagi, jalan berlubang yang cukup berbahaya apabila dalam atau pengemudi kendaraan kurang lihai sehingga terjerembap yang bisa menyebabkan kerusakan minor pada kendaraan.

Perbaikan pada jalan raya, maupun juga jalan bebas hambatan (jalan tol) menurut saya pribadi bisa dikurangi frekuensinya atau bahkan dihindari sama sekali. Nah, salah satunya pasti dengan menggunakan produk teknologi terkini. Salah satunya adalah geocell – seperti yang pernah saya sebutkan di blogpost saya sebelumnya.

Yups, di salah satu paragraf saya sebutkan bahwa Geocell lebih sering digunakan dalam pembuatan lapisan jalan raya. Berhubung saya penasaran, maka saya pun cari tahu lebih banyak soal ini. Berdasar info dari salah satu kenalan saya – David Mulyono, Geocell ini bisa nambah dan bikin stabil daya dukung pada struktur tanah yang lemah, secara efektif dan long term. Selain itu, Geocell juga bisa mendistribusikan beban lateral secara merata pada tanah yang daya dukungnya rendah. Sederhananya, beban terbagi rata, sehingga tidak ada potensi amblas pada salah satu titik. Kebayang dong, jalan raya atau jalan tol dilewatin mobil truk angkut, trus macet. Kalo udah gitu dan sering, titik-titik tertentu di jalan raya bisa amblas atau rusak. Atau lapangan parkir terbuka tuh, kadang suka ketemu kan titik-titik yang mulai amblas ke dalam tanah karena keseringan jadi tumpuan ban mobil. Nah, kalo pake Geocell tentunya areal parkir lebih rata dan ga bakal amblas.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lebih lanjut, saya kemudian jadi tahu kalo Geocell juga bisa ngejaga pergerakan tanah secara horizontal maupun juga vertikal. Hal ini tentu berguna banget pada aplikasi Geocell di pembuatan lapisan jalan raya, maupun juga buat dinding sungai penahan erosi seperti yang udah saya tulis di blogpost sebelumnya. Dipikir-pikir, seru juga teknologi Geocell ini kalo diterapkan di seluruh aspek pekerjaan umum seperti pembangunan jalan raya – terutama pembangunan jalan raya baru, jalan tol baru, atau perbaikan jalan yang sudah rusak. Tentunya, bikin sekali bagus di awal dan kemudian awet, bakal lebih mempermudah pekerjaan selanjutnya kan karena maintenance untuk merawat agar tetap berfungsi baik tentunya lebih murah ketimbang tambal sulam – berkali-kali secara berkala. (perbaikan jalan rutin itu ya aneh menurut saya sih)

Geocell sebagai salah satu inovasi ilmu pengetahuan teknologi terkini, sudah seharusnya jadi jalan keluar bagi perihal pekerjaan umum. Bukan cuman pekerjaan perbaikan, melainkan juga permulaan untuk pekerjaan umum yang baru. Karena aplikasi dari Geocell ini tak hanya bisa diterapkan pada jalan raya, tapi juga bisa diterapkan pada pondasi jalur kereta api, pondasi jalur pipa, dan lain-lain. Ga salah kan kalo kemudian Geocell ini disebut sebagai si tangguh yang dapat menahan beban.

Kalo penasaran sama Geocell ini, selain bisa ditanya-tanya lebih jauh sama Litbang Kementerian PU, juga bisa sama David Mulyono ini lho..

Jadi penasaran, Geocell ini bisa diterapkan buat pekerjaan pembangunan kompleks hunian gitu juga ga ya?

NB: Blogpost ini tengah saya ikutsertakan pada Sayembara Penulisan Blog 2013 Balitbang PU, Kementerian Pekerjaan Umum, Republik Indonesia.

Menanggulangi Erosi Sungai dengan Geocell

November 11, 2013 § 3 Komentar

Indonesia adalah sebuah negara yang akrab dengan air. Laut, danau, dan sungai, adalah berbagai bentukan air yang berada di wilayah Indonesia. Keberadaan bentukan air tersebut berkaitan dengan kehidupan manusia, karena air adalah salah satu kebutuhan pokok manusia sehari-hari.

Banyaknya bentukan air yang ada tersebut tak lepas dari potensi-potensi yang dapat merugikan manusia. Abrasi ataupun erosi dapat terjadi akibat kehendak alam, maupun juga akibat dari perilaku manusia yang tak bertanggungjawab. Saya pribadi merasa sebal sekaligus prihatin, ketika tahu bahwa tanah di sekitar sungai di Indonesia mengalami erosi yang dapat menimbulkan bahaya bagi penduduk sekitar.

Sebagai makhluk yang memiliki akal dan budi, manusia kemudian mencari cara untuk menanggulangi potensi kerugian tersebut sambil tetap menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan. Ilmu pengetahuan pun diberdayakan melalui penelitian, serta metode trial-error untuk menghasilkan sebuah produk dan cara penanggulangan terbaik. Salah satunya adalah dengan menggunakan Geocell, solusi bagi erosi sungai.

Berdasarkan artikel yang saya baca di webnya Balitbang PU di sini,

Geocell merupakan salah satu jenis bahan geosintetis yang terbuat dari HDPE (High Density PolyEthylene) atau salah satu senyawa plastik. Secara fisik, Geocell memiliki bentuk seperti sarang tawon – hexagon (segi enam) yang saling bertumpuk. Penampang tersebut diperkirakan cukup efektif untuk bangunan pelindung tebing terhadap adanya erosi.

 

Contoh Penerapan Geocell

Contoh Penerapan Geocell. Klik pada gambar untuk mengetahui sumber.

Ketika kemudian saya iseng googling untuk Geocell, saya pun menemukan berbagai informasi bahwa di luar negeri teknologi tersebut sudah cukup banyak diterapkan. Salah satunya diterapkan oleh Terram dengan produk Geocell-nya, yang berfungsi untuk meng-stabil-kan tanah dan pengendalian erosi. Selidik punya selidik di artikel awal yang saya baca tadi, ternyata sudah disebutkan pula beberapa produsen Geocell, yakni Presto Products Company, serta US Products Inc.

Beberapa keunggulan Geocell sebagai solusi bagi erosi antara lain,

  • Usia pakai yang lama di lereng yang stabil
  • Mudah dibawa dan dipasang di lokasi
  • Pemasangan cepat dan sederhana
  • Mudah dibongkar dan dapat digunakan kembali
  • Tahan terhadap unsur biologis dan kimiawi dari tanah

Keunggulan-keunggulan tersebut tentunya sesuai dengan kebutuhan untuk menanggulangi erosi, serta menahan laju hilangnya lahan/tanah akibat gerusan air. Selain itu, juga sesuai dengan concern akan produk yang awet dan ramah lingkungan. Walau begitu, Geocell masih harus diimpor dari luar negeri karena belum ada pabrik yang memproduksi di Indonesia. Sehingga sudah hampir pasti harganya ya mahal.

Oiya, sebagai pembuktian Geocell sebagai solusi bagi erosi, Balitbang PU (sesuai artikel yang saya baca tadi), udah ngelakuin pemasangan Geocell  di K. Mungkung yaitu di Desa Patihan Kelurahan Karang Tengah Kabupaten Sragen. Penelitian ini adalah penerapan pertama geocell sebagai pelindung tebing terhadap erosi, karena sebelumnya geocell lebih sering digunakan sebagai lapisan jalan raya.

Dari penelitian Balitbang PU yang kemudian dipublikasi ini, saya jadi belajar kalo ilmu pengetahuan yang ditelaah oleh manusia bisa memberikan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat – atau pekerjaan umum. Mudah-mudahan sih, hasil penelitian ini kelak diterapkan juga secara menyeluruh. Amin!

Menurut kamu gimana?

NB: Blogpost ini tengah saya ikutsertakan pada Sayembara Penulisan Blog Balitbang PU, Kementerian Pekerjaan Umum, Republik Indonesia.

Where Am I?

You are currently browsing the lomba category at i don't drink coffee but cappuccino.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.290 pengikut lainnya.