Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia: Borobudur

Mei 13, 2015 § 2 Komentar

Borobudur.

Sulit bagi saya untuk tidak selalu teringat akan Borobudur. Candi yang dibangun pada tahun 700-800an Masehi dan terletak di Jawa Tengah — berdekatan dengan Yogyakarta ini begitu magis dan selalu dapat mempesona saya. Sebuah bangunan yang mulanya dibangun untuk tujuan keagamaan Budha oleh tangan dan pemikiran lokal Indonesia, pada jaman kerajaan Syailendra, yang di kemudian hari menjadi warisan sejarah dunia dan salah satu ciri khas Indonesia.

Borobudur, image courtesy of borobudurpark.co.id

Borobudur, image courtesy of borobudurpark.co.id

Detail berupa relief yang berada pada bebatuan dinding penyusun candi serta rupa petapa pada stupa, adalah hal yang menarik untuk diikuti. Jika dibandingkan pada jaman modern saja, pembuatan relief dengan cara memahat satu persatu bagian, atau membuat patung yang menyerupai manusia petapa dengan ukuran dan bentuk yang sama secara mendetail, jangka waktu pengerjaannya akan lama dan membutuhkan banyak tenaga. Bukan hitungan minggu atau bulan, melainkan juga bisa tahunan. Pengerjaan yang lama namun menghasilkan karya yang begitu mendetail dan sempurna ini cerminan nilai luhur kesabaran pada para pembangun Borobudur.

Pada Borobudur juga tercermin nilai luhur lainnya yakni kegigihan. Sesuai cerita yang beredar — dan sebagian legenda, perancang Borobudur adalah Gunadharma. Dengan tata cara yang terbaik pada jamannya tanpa kemudahan modern, Gunadharma tekun dan gigih untuk merancang sebuah bangunan yang tak hanya menjadi tempat beribadah, melainkan juga salah satu mahakarya yakni Borobudur. Kegigihan tampak dari rancangan yang memperhitungkan tempat bukit serta pemilihan rancangan yang menyerupai segitiga dengan landasan yang kuat.

Walaupun dirancang sebaik mungkin, sebuah mahakarya takkan dapat dibangun sendirian. Sesuai dengan kepribadian serta nilai luhur Indonesia, maka Borobudur pun dibangun dengan kerjasama atau gotong royong. Sebuah batu penyusun Borobudur dapat memiliki berat berkilo-kilogram. Tanpa menggunakan alat bantu seperti traktor atau excavator modern, transportasi bebatuan penyusun candi baik yang memiliki detail pahatan ataupun bebatuan fondasi, takkan bisa dilakukan sendirian. Transportasi serta penyusunan bebatuan candi Borobudur tentunya membutuhkan puluhan atau bahkan bisa jadi ratusan tenaga kerja yang bersama-sama mewujudkan sebuah tujuan, yakni mahakarya.

Ada satu lagi nilai luhur Indonesia yang tercemin pada Borobudur, yakni kerendahan hati. Sebaik-baiknya manusia menciptakan sesuatu, takkan mendekati kesempurnaan Sang Pencipta. Hal ini nampaknya disadari jelas oleh para pembangun Borobudur, bahwa semegah apapun bangunan yang mereka bangun, takkan boleh menjadikan mereka sombong. Oleh karenanya Borobudur pun dibangun dengan tujuan utama untuk peribadatan, terlihat jelas dari relief berupa cerita-cerita yang mengajarkan kebajikan, hingga stupa dan patung Budha. Borobudur bukanlah sebuah monumen yang membuat manusia menjadi congkak dan lupa bahwa ada kekuatan yang lebih agung. Sebuah kerendahan hati terhadap Sang Pencipta.

Dengan kenyataan bahwa Borobudur telah bertahan lebih dari 10 abad sejak dibangun, serta mencerminkan berbagai nilai luhur Indonesia — antara lain kesabaran, kegigihan, gotong royong, dan kerendahan hati, tak salah jika Borobudur disebut sebagai Mahakarya Indonesia. Sebuah masterpiece yang tak hanya mencerminkan keragaman Indonesia, juga dibangun asli oleh leluhur Indonesia.

Semoga mahakarya Borobudur dapat bertahan selama-lamanya, serta membuat orang menyadari nilai-nilai luhur yang tersimpan kemudian menyebarkannya.

NB:
1. Postingan ini sedang saya sertakan kepada writing competition Mahakarya Indonesia – Jiwa Indonesia 2015 (#MahakaryaIndonesia2015).
2. Informasi dan sebagian foto tentang Borobudur didapatkan dari wikipedia dan juga website resminya.
3. Lokasi Borobudur bisa dilihat melalui google maps di sini.

Living Smart & Enjoying Pure Sound

April 25, 2015 § Meninggalkan komentar

Dulu, definisi hidup yang cerdas buat saya adalah yang bisa bedain antara kerjaan dan bukan kerjaan. Iya, jadi udah disekat masing-masing. Kerjaan ada waktu dan tempatnya, bukan kerjaan — keluarga, kuliah atau hobi, ya ada waktu dan tempatnya juga. Masing-masing. Spesifik.

Tapi seiring perkembangan jaman, hidup cerdas kayanya ga lagi soal bagi-bagi dan punya sekat masing-masing. Karena justru hidup kerjaan dan bukan kerjaan makin melebur. Ga lain ga bukan karena hadirnya teknologi. Salah satunya lewat smartphone android.

Smartphone android atau android smartphone kurang lebih membantu meleburkan batasan antara kerjaan dan bukan kerjaa. Bahkan, meleburkan setiap aspek kehidupan. Lagi di rumah, bisa aja ngurusin kerjaan atau hobi. Lagi di hobi, bisa jadi menjalin komunikasi dengan teman lama. Dan banyak lagi contohnya. Makanya, saya butuh smartphone yang mumpuni. Dan kaya’nya vivo X3S bisa menjawab kebutuhan itu.

Dengan layar yang lebar dan FuntouchOS — pengembangan khusus dari OS android, vivo X3S saya yakin dapat membantu saya dalam mengelola hidup saya yang makin melebur batasan-batasannya. Yang paling keliatan dari fitur utamanya dulu: yakni Hi-Fi audio. Dengan fitur itu, sambil kerja atau di jalan menuju pekerjaan, saya bisa menikmati musik yang saya setel dari device dengan kualitas yang keren. Hi-Fi sendiri adalah singkatan dari High Fidelity yang kurang lebih berarti kualitas audionya mendekati sempurna. Para audiophile mungkin lebih paham soal Hi-Fi ini.

Selain itu, kameranya yang ada 2: depan 5 MP dan belakang 13 MP juga bakal ngebantu saya jalanin hobi buat ambil foto snapshot atau foto candid gitu setiap saat. Anti lemot juga pastinya, karena prosesornya udah 1.7GHz octa core. Jadi selain gampang ambil foto dan proses foto pake aplikasi yang didownload dari google playstore, pastinya kekuatan prosesor segitu bisa bantu saya juga buat ngecek kerjaan. Baik itu pake aplikasi tambahan ataupun online.

Kalo mau tau lebih jauh soal produknya, bisa dicek aja ke sini. Keren ya? Kalo punya pasti saya bisa living smart karena dibantu gadget yang cerdas juga bisa lebih menikmati keseharian ditemani musik dan audio yang mumpuni.

*mudah-mudahan bisa punya suatu saat nanti*

NB: Kalo mau tau lebih banyak soal vivo, mereka lagi bikin lomba blog berhadiah vivo X3S lho. Cara ikutannya bikin blogpost seperti yang saya buat ini. Cek infonya lebih lengkap di sini.

#SerenaBestMPV: Kemewahan yang Terjangkau

Maret 17, 2015 § 1 Komentar

Beli sesuatu kalo butuh, jangan hanya karena pengen.

Petuah itu lebih kurang sering saya coba terapkan ke diri saya pribadi. Sebisa mungkin, hal-hal yang saya punya dan saya beli, adalah yang benar-benar saya perluin. Bukan sekadar pengen punya atau pengen pake aja, tapi harus bener-bener menunjang keperluan/kebutuhan saya. Mulai dari kebutuhan primer – sandang pangan papan, sampai dengan sekunder, tersier, ataupun kebutuhan mewah.

Iya sih, kadang beli/punya sesuatu yang dilandasi rasa pengen itu sebenernya salah satu bentuk aktualisasi diri, atau pemenuhan kebutuhan diri sendiri untuk membuktikan sesuatu atau supaya ga penasaran. Tapi ya, ada kalanya kita pribadi juga harus tahu diri, tahu batasan dan kemampuan. Sejauh, setinggi, atau semampu apa yang bisa dijangkau.

Salah satu kebutuhan yang berkaitan erat dengan kemampuan adalah kendaraan. Personally, saya berpendapat untuk di Jakarta ini, sudah cukuplah saya ditunjang dengan kendaraan roda dua untuk transportasi pribadi. Selain karena perawatan lebih hemat, harga yang bersahabat, juga konsumsi BBM lebih sedikit. Perihal risiko keujanan atau kepanasan, kurang lebih prinsipnya sama seperti berikut,

Naik motor itu, kalo panas ga keujanan, kalo ujan ga kepanasan.

Tapi prinsip itu cuma berlaku buat saya pribadi. Sendiri. Ga berlaku kalo lagi sama istri, apalagi kalo jalan-jalan bareng anak atau keluarga lainnya. Karena naik motor itu idealnya buat sendirian, yang ga gitu ribet. Lain halnya kalo udah berkeluarga, atau punya anak, atau mau ajak keluarga besar.

Maka pencarian untuk kendaraan yang bisa memenuhi kebutuhan untuk bisa digunakan bersama istri, anak, dan juga keluarga lainnya. Daftar kebutuhan dan penggunaan pun dibuat, jangan sampe dipake karena sekadar pengen, tapi juga karena butuh atau perlu. Singkat cerita, pilihan kendaraan pun jatuh kepada roda 4 atau mobil.

Berbagai merek dan juga tipe kendaraan roda 4 pun disaring lalu ditimbang baik-buruknya. Mulai dari faktor eksternal seperti bengkel dan juga spare part, sampai dengan internalnya seperti spek kendaraan dan juga merek. Yang keseluruhannya kemudian diperbandingkan terhadap harganya dan kemudahan proses pembeliannya (kredit angsuran, jangka waktu, DP, dll). Ya… value for money gitu deh.

Salah satu yang menarik perhatian adalah merek Nissan. Beberapa tipe yang available di Indonesia antara lain March dan juga Serena. Sehubungan saya suka tipe kendaraan roda 4 yang besar — karena biar bisa muat banyak, maka Serena sepertinya lebih layak dipilih. Kebetulan, hari Jumat minggu lalu (13 Maret 2015) saya berkesempatan buat hadir ke press conference-nya Nissan di bilangan Pondok Indah, Jaksel.

Nissan New Serena, on the road

Nissan New Serena, on the road

Di press conference itu, Nissan nge-launch Serena baru (New Nissan Serena) yang antara lain refreshment di eksterior maupun juga interior. Berdasar rilis yang saya terima, penyegaran itu bertujuan untuk memberikan sentuhan lebih merah, elegan dan prestise untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia yang mendambakan kendaraan MPV yang merefleksikan kesuksesan dan gaya pribadi miliknya. Trus, saya juga baru tau dari rilis itu kalo ternyata Nissan Serena udah jadi market leader di segmen High MPV di Indonesia sejak taun 2007. Pantes lah kalo disebut sebagai Best MPV — #SerenaBestMPV. Keren juga ya.

Overall, penyegaran di Nissan New Serena antara lain bemper depan, grille, desain hood (atap), pelek (wheel), lampu utama LED (headlamp) yang dilengkapi day time running light dan juga fog lamp finisher, lampu belakang (rear lamp), sampai aero side guard. Itu buat eksterior-nya yang langsung keliatan dari luar. Nah, kalo masuk ke interior, yang baru antara lain Audio Steering Switch, panel instrumen dengan warna baru dan juga motif yang keliatan lebih mewah pada kursi.

interior Nissan New Serena

interior Nissan New Serena

Ada banyak warna yang dirilis di Nissan New Serena ini, antara lain scarlet red, floral white, diamond silver metallic, smokey grey metallic, light steel blue, dan phantom black. Personally, saya lebih suka warna hitam. Kesannya lebih berkelas gitu deh. Selain itu, perawatannya saya anggap lebih mudah, jadi kalo ada apa-apa sama bodi, bisa lebih tersamarkan dibanding warna-warna yang lebih terang. Ke-6 pilihan warna itu juga dibagi ke 3 tipe antara lain Type X, Type Highway Star, dan Type Autech.

Nah, sekarang soal harga: Nissan New Serena ini dibandrol mulai dari 364juta sampai dengan 441juta. Saya belum liat detail harga tersebut kalo dipecah ke skema kredit mobil, DP dan cicilannya jadi berapa. Tapi buat bayangan aja ya, merek mobil lainnya dengan tipe di harga serupa, kurang lebih DP-nya variatif mulai dari 70an juta sampai dengan 100an juta dengan cicilan-nya sekitar 3-4 jutaan/bulan selama 4-5 taun. Buat saya pribadi, skema cicilan tersebut masih bisa dijangkau (kalo ga dibilang terjangkau). Kenapa? Karena saya berpendapat, target pasar dari Nissan New Serena adalah diutamakan untuk yang sudah berkeluarga. Dan yang sudah berkeluarga tersebut, tentunya penghasilannya diperkirakan di level 10an juta ke atas, dengan daya beli yang sudah cukup kuat. Intinya, profiling dari target untuk Nissan New Serena ini seharusnya mampu untuk menjangkau harga beli Nissan New Serena untuk mendapatkan kelebihan dan fitur sesuai kebutuhan — dan juga kemewahannya. :)

Itulah alasan kenapa saya membuat postingan ini dengan judul demikian. Untuk target kelas pembelinya, kemewahan yang ditawarkan dari Nissan New Serena ini bukanlah mimpi, bukanlah sesuatu yang tidak bisa diraih, melainkan mampu dijangkau — dan juga kelak mampu ditunjukkan sebagai bagian dari aktualisasi diri. *halah*

Oiya, jangan lupa kalo mau beli mobil, pertimbangkan juga di mana nanti nyimpennya ya. Jangan sampe, beli mobilnya bisa, bisa pakenya juga, tapi bingung mau simpen di mana mobilnya. :P

Kira-kira, kamu termasuk target pembeli Nissan New Serena ga?

NB: images saya ambil dari website-nya Nissan Indonesia.
NB lagi: saat ini saya udah ada kendaraan roda 4 — Alhamdulillah.

Mau Nikmati Awal Tahun Baru di Mana?

November 26, 2014 § 8 Komentar

Bali.

Yes, pulau Bali adalah jawaban saya untuk tempat utama yang pengen saya kunjungi buat nikmati awal tahun baru. Dan iya, bukan akhir tahun yang saya tuju, melainkan awal tahun karena melihat sinar matahari pertama di tahun yang baru, semacam bisa meningkatkan gairah saya untuk menjalani sebuah tahun yang baru. Apalagi kalo liatnya di Bali. Pulau dewata.

Personally, saya baru sekali ke Bali. Itu pun ga sengaja, karena harusnya “hanya” transit beberapa jam, tapi kemudian harus menginap semalam (12 jam) karena penundaan penerbangan. Seharusnya 12 jam tersebut bisa dipergunakan untuk eksplorasi Bali, tapi karena waktu itu sudah malam dan saya sudah lelah, jadinya langsung menuju penginapan yang disediakan dan terlelap. Paginya pun sudah buru-buru diangkut ke bandara untuk melanjutkan perjalanan.

Kenapa pengen ke Bali? Karena saya pengen. Polos memang. :P Karena jika dijabarkan, ada berbagai macam alasan kenapa saya pengen ke Bali. Antara lain di bawah ini…

Tanah Lot

Tanah Lot

Tanah lot. Kawasan yang terdapat pura dengan nama yang sama ini, merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Bali. Saya pengen banget bisa ke sana, melihat dengan mata saya sendiri sebuah bangunan yang tak ada duanya ini.

Tari Kecak

Tari Kecak

Tari Kecak. Tari asli Bali yang dipertontonkan oleh banyak orang ini adalah salah satu atraksi yang ingin saya saksikan secara langsung juga. Belum lagi, dengar cerita dari teman-teman dan juga kerabat, Tari Kecak paling pol kalo ditonton di saat matahari terbenam. Dengerin ceritanya aja saya udah terkagum-kagum..

Ubud. Salah satu kawasan di pulau Bali ini menjadi salah satu tujuan di Bali yang paling pengen saya kunjungi karena ia kerap menjadi lokasi UBF atau Ubud Writers Festival. Saya sendiri senang menulis, dan sepertinya adem rasanya untuk bisa membuat sebuah karya tulis di tengah-tengah asrinya alam Ubud.

Lumba-lumba di Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai Lovina

Pantai. Bali adalah sebuah pulau yang memiliki begitu banyak pilihan pantai. Salah satu yang terkenal antara lain adalah Kuta. Tapi sebenarnya saya paling pengen adalah ke pantai Lovina. Karena di sana dikenal dengan mudahnya untuk menemui lumba-lumba di perairan bebas. Seru rasanya apabila bisa menyaksikan semuanya secara langsung.

Trus, kalo sempet ke Bali apa mau sendirian? Jelas engga. Tentu akan lebih seru dengan teman seperjalanan. Buat saya sendiri, jelas saya akan mengajak istri saya. Akan menyenangkan rasanya untuk menikmati travelling yang takkan terlupakan dengan pasangan hidup. :”>

Oiya, selain banyak tempat wisata buat dikunjungi, Bali juga ga kekurangan pilihan cenderamata yang bisa dibawa pulang kembali ke kota asal. Mulai dari pia legong, pia susu, hingga kacang bali untuk makanan asli Bali. Atau bahkan membeli kaos Joger yang hanya dijual di Bali dengan penampilan yang unik.

Travelling itu seru. Apalagi kalo travelling ke destinasi impian bersama orang yang kita sayang. Trus, gampang juga kan buat booking tiket pesawat dan lain-lain via Traveloka.

Kalo kamu, pengen nikmati tahun baru ke mana sama siapa?

NB:
foto tanah lot photo credit: alex hanoko via photopin cc
foto Tari Kecak photo credit: riosundoro via photopin cc
foto Lumba-lumba di pantai Lovina photo credit: Songkran via photopin cc

#KnowledgeIsPower: Baca Banyak – Banyak Baca di Satu Tempat with Kurio

November 10, 2014 § 12 Komentar

Ada berapa website berita atau favorite-based yang kamu ikutin? Saya pribadi, ada banyak. Hampir semua website berita nasional (di Indonesia dan berbahasa Indonesia) saya ikutin dan baca hampir setiap harinya. Ga cuman baca di website langsung via desktop, tapi juga via aplikasi yang diinstal di ponsel cerdas saya. Selain itu website favorite-based berdasar topik atau interest yang saya ikutin ga sedikit, yang saya umumnya ikutin apdetannya via publikasi konten mereka di RSS feed atau timeline twitter-facebook-google+ saya.

Singkat kata: banyak (banget). Silakan komentar

Kenapa saya baca banyak banget seperti itu? Karena siapa tau ada info yang berguna. Siapa tau info tersebut bakal kepake suatu hari nanti. Siapa tau, info tersebut bakal saya perluin suatu saat nanti. Siapa tau juga, bisa bikin saya keliatan lebih keren karena berwawasan luas. *halah* :mrgreen: Anyway, landasannya sebenernya pemahaman saya betapa pengetahuan yang luas itu bisa menjadi sebuah kekuatan tersembunyi. :)

Back to topic, sehubungan dengan banyaknya website yang saya baca/ikutin, kadang saya suka lupa waktu. Udah waktunya tidur malam, eh masih aja baca-baca. Kadang udah waktunya siap-siap berangkat kantor, eh ya masih aja baca-baca. Dan, waktu yang kepake buat baca-baca itu lebih karena susahnya pindah dari satu website ke website lainnya. Karena kepisah-pisah gitu deh. Kadang walau udah bookmark, jadi lupa juga websitenya yang mana. :lol:

Nah, buat ngurangin waktu yang kebuang karena pindah-pindah itu, akhirnya saya nyadar kalo saya butuh aplikasi atau reader yang bener-bener sesuai sama saya. Ga melulu harus saya yang nge-add website berita/konten yang saya suka, tapi juga nawarin sesuatu yang baru buat saya sebagai pembaca dan penggunanya. Syukurnya, saya pake ponsel pintar yang artinya saya bisa punya banyak pilihan aplikasi buat kebutuhan itu. Salah satunya adalah Kurio.

Kurio homepage

Kurio homepage

Yep, Kurio. Smart news app. Discover, explore, and read the content you care about all in a single app. ~ begitu tulisan di websitenya.

Sejak nginstal Kurio di ponsel cerdas saya sekitar sebulan yang lalu, lumayan lah saya kebantu buat baca-baca banyak website dan konten yang saya suka. Kenapa? Karena hampir semuanya tersedia di Kurio. Bahkan sesuai yang saya bilang sebelomnya, Kurio juga nawarin konten di topik yang baru buat saya sebagai pembacanya. Trus kalo ga suka, ya tinggal diilangin aja. Simpel. Bisa diatur di setting kok.

Contoh penggunaan Kurio di gadget saya

Contoh penggunaan Kurio di gadget saya

Dan, berkat Kurio-lah pengetahuan saya jadi lebih banyak. Karena saya baca banyak, dan banyak baca di satu tempat. Karena waktu yang semula habis buat ganti-ganti aplikasi atau pindah browser/URL, jadi ilang kan? :)

NB: soal review penggunaan aplikasi, bakal saya muat (kalo ga lupa) di postingan lain.

Tempat Kopdar Paling Seru di Jakarta: Menurut Gue

Desember 10, 2013 § 12 Komentar

Planetarium! *nyebut Planetarium buat jawab judul :P *

Gedung Planetarium Jakarta (dilihat dari sisi barat)

Gedung Planetarium Jakarta (dilihat dari sisi barat)

Sebagai salah satu lokasi yang jadi lokasi wajib kunjung buat para penggemar langit – astronomi, ilmu bintang, atau bahkan edukasi mengenai luar angkasa, Planetarium juga cocok buat jadi tempat kopi darat (kopdar) yang seru! Ralat, khusus buat blogpost ini, Planetarium itu tempat kopdar PALING SERU di Jakarta. :mrgreen:

Kenapa? Nih.. begini ya.. « Read the rest of this entry »

Siapa Mau Tinggal di Sinar Mas Land?

November 26, 2013 § 7 Komentar

Pertengahan tahun 2004 saya hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Di saat itu saya masih “hijau” akan Jakarta dan sekitarnya. Bisa dibilang, salah naik bus atau baru pertama kali naik bus ke jurusan yang baru saja, saya akan ketakutan setengah mati akan nyasar dan ga bisa pulang. Maklum, ada semacam “culture shock” yang saya alami dengan perpindahan dari sebuah kota madya ke kota metropolitan.

Berkat pindah ke Jakarta pula saya mulai sering mendengar mengenai Sinar Mas Land. Pada waktu itu, beberapa teman kampus saya ada yang tinggal di Serpong, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Saya sendiri yang masih “hijau” akan Jakarta, hanya bisa manggut-manggut ketika mereka berbicara mengenai kawasan-kawasan seperti BSD City, Grand Wisata, Legenda Wisata, dan lain-lain yang menjadi proyek hunian dari Sinar Mas Land.

Moda transportasi yang beragam, kawasan perumahan yang tertata, kawasan pelayanan terpadu, adalah sebagian dari konsep kawasan yang jadi salah satu model hunian impian saya. Dan itulah gambaran yang saya dapatkan dari cerita-cerita mengenai Sinar Mas Land.

Berkat penasaran dan ingin tahu lebih jauh, saya pun coba mengunjungi sendiri kawasan terpadu yang masih grup dari Sinar Mas Land. Saya mengunjungi BSD City & Legenda Wisata sebagai dua dari sekian banyak proyek hunian yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Ternyata benar seperti cerita yang telah saya dengar, kawasan-kawasan tersebut merupakan kawasan terpadu: ada hunian, tempat belanja kebutuhan sehari-hari, akses transportasi (jalan raya, jalan perumahan, maupun juga shuttle bus), hingga sekolah, taman bermain, dan area terbuka hijau.

Peta BSD City - contoh pengembangan kawasan hunian terpadu milik Sinar Mas Land

Peta BSD City – contoh pengembangan kawasan hunian terpadu milik Sinar Mas Land

Kota satelit – kalo merujuk istilah yang saya pelajari sewaktu sekolah dulu. Adalah sebuah kota yang berada di sekitar kota utama, namun memiliki fasilitas-fasilitas mandiri yang membuat warganya tak selalu tergantung kepada kota utama. Proyek-proyek hunian: residensial maupun kawasan dari Sinar Mas Land menurut saya berjenis kota satelit ini.

Salah satu hal yang patut dicermati dari kota satelit – kawasan terpadu di Sinar Mas Land ini adalah.. kualitas kehidupan dari para penduduknya. Seperti sudah diketahui, masih di dalam satu kawasan hunian saja, seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Sudah hampir dapat dipastikan, warganya akan lebih kecil risiko dari stress, terhindar dari kemacetan tak perlu, serta diliputi rasa aman.

Bisa dibayangkan jika menjadi penduduk dari kawasan terpadu Sinar Mas Land itu, kegiatan hariannya apabila tak ke kota utama adalah bangun pagi disuguhi matahari cerah dan kawasan terbuka, lalu ke pusat perbelanjaan atau mengajak main keluarga, atau mengantar ke pusat pendidikan seperti sekolah dan universitas. Ga perlu takut nyasar karena salah bis. Ga perlu juga bermacet-macet ria di perjalanan jauh. Hidup rasanya lebih tentram.

Saya sendiri, sebagai warga ibukota Jakarta punya mimpi untuk memiliki properti di kawasan terpadu Sinar Mas Land. Bukan sekadar untuk “menyingkir” dari ibukota, melainkan juga untuk mendapatkan best living moment bersama keluarga. Jadi, kalo ditanya “Siapa mau tinggal di proyek huniannya Sinar Mas Land?” Saya pasti bakal (ikutan) jawab “SAYA MAU!”

Kalo kamu, mau ga tinggal di proyeknya Sinar Mas Land?

NB: blogpost ini tengah saya ikutsertakan di Sinar Mas Land Writing & Photo Contest 2013.

Where Am I?

You are currently browsing the lomba category at i don't drink coffee but cappuccino.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.654 pengikut lainnya.