Indonesia: Kekuatan dalam Pikiran

Agustus 17, 2010 § 2 Komentar

65 tahun Indonesia merdeka by KDRI

a body without a mind, is a useless body.

Begitu dahsyatnya kekuatan sebuah pikiran, sampai2 ada yang namanya telepati, de javu, premonition, prediksi, sampai telekinetik. Daya otak kita untuk sadar, berpikir, membuat rencana, hingga melakukan kegiatan memang bukan main-main karena potensinya sungguh sangat besar. Dan, itulah yang seharusnya bisa kita optimalkan agar menjadi manusia yang lebih baik, dan lebih baik, terus lebih baik.

Hari Sabtu yang lalu saya sedang iseng-isengnya menonton televisi. Maksud hati ingin langsung terlelap agar tidak telat saat sahur, akan tetapi pikiran saya tergelitik untuk menyalakan televisi. Alhasil, berbekal remote control di tangan, saya pun sibuk memindah-mindah kanal televisi di rumah. Sekitar 14 siaran stasiun televisi berhasil ditangkap oleh antena televisi saya, tapi di salah satu stasiun televisi saya pun berhenti memindahkan kanal.

Sabtu malam itu, stasiun televisi itu memiliki slot jam tayang untuk film-film yang pernah memenangi penghargaan internasional. Dan, dalam seketika saya pun terpaku pada tayangan film yang sedang diputar. Sambil mengenali pemeran utama pria dan wanita – yang notabene adalah Jim Carrey dan Kate Winslet, saya pun mereka-reka judul film yang saya senangi. Yup, itulah Eternal Sunshine of The Spotless Mind.

Film yang dirilis pada 2004 lalu itu, berkisah mengenai jatuh cinta yang kedua kalinya setelah menghapus beberapa kenangan akan hubungan cinta yang sebelumnya (kedua jatuh cinta tersebut terjadi pada orang yang sama). Uniknya, penghapusan kenangan tersebut dilakukan oleh sebuah jasa dokter dengan memetakan kenangan pada otak. Sederhananya, dengan pemetaan tersebut diketahui letak kenangan dalam otak dan kemudian dihapus dengan metode “pengrusakan otak”.

Beberapa kenangan pun berhasil dihapus dan diharapkan sang pasien — Joel (Jim Carrey) maupun juga Clementine (Kate Winslet) akan terlupa dengan hubungan cinta mereka dan memiliki hidup yang baru. Akan tetapi, entah karena memang jodoh, mereka pun bertemu kembali dan merajut hubungan cinta kembali. Romantis, meskipun jalan ceritanya agak rumit untuk diikuti.

Beranjak pada hari ini, tanggal di saat saya membuat dan mempublikasikan postingan ini adalah 17 Agustus 2010. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah perayaan untuk memperingati 65 tahun Indonesia merdeka. Yang juga dirayakan melalui twitter oleh beberapa teman-teman pengguna dan pegiat dengan hashtag #Indonesia65. Di hari ini saya berangan-angan saja, andaikata kenangan kita akan cinta terhadap negeri ini, apakah mungkin juga bisa mencintai Indonesia dan membuatnya menjadi lebih baik? Bukan lagi nasionalisme kepentingan semata, ataupun nasionalisme abal-abal dan sementara?

Saya geram dengan keadaan negeri ini. Betapa tidak? Dengan potensi kekayaan alam yang menjadi warisan nenek moyang – yang sekaligus titipan anak-cucu kita, ditambah 230an juta jiwa penduduknya, serta puluh ribuan kilometer jarak yang terbentang dariĀ  berbagai titik, tapi Indonesia belum sepenuhnya merdeka untuk menjadi bangsa dan negara yang besar. Alasannya mudah saja, karena pikiran bangsa kita belum diproyeksikan untuk menjadi lebih besar. Padahal, dulu Ir. Soekarno pernah berkata,

Beri aku sepuluh pemuda, dan akan kugoncangkan dunia!

Andaikata waktu itu ia mendapatkan sepuluh pemuda yang benar-benar sesuai, maka ia bisa jadi benar-benar menggoncangkan dunia dengan seruan Indonesia yang lantang, mengibarkan bendera Sang Merah Putih dengan bangga, dan memperdengarkan Indonesia Raya dengan khidmat!

Lalu bagaimana dengan sekarang? Mudah saja, kuatkanlah pikiran kita bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa dan negara yang besar. Tanamkan jiwa-jiwa nasionalisme yang patriotis sejak dini, memetakan pikiran dengan konsep cinta tanah air yang benar-benar teruji. Memasukkan konsep akan nasionalisme tersebut akan lebih mudah, andaikata konsep jatuh cinta yang mendalam sesuai dengan film Eternal Sunshine of The Spotless Mind, ataupun metode dalam film Inception bisa dipraktikkan.

Apapun, sudah saatnya Indonesia menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih maju.

MERDEKA!

NB: Logo Indonesia 65 tahun merdeka dibuat oleh KDRI.

Di hari kemerdekaan ini, kamu ngapain?

Sekali Merdeka, TETAP MERDEKA!

Agustus 14, 2009 § 59 Komentar

satu hal yang setiap taun jadi agenda penting dalam kehidupan saya, ga laen adalah hari kemerdekaan negeri yang saya cintai ini – Indonesia. karena kalo Indonesia ga merdeka, belum tentu saya bisa seperti sekarang ini. bisa jadi, saya adalah budak atau malah rakyat jelata yang benar2 sangat tertindas.

Indonesia adalah negeri yang sangat saya cintai. saya inget banget waktu dulu saya ‘dibuang’ ke China sama tempat saya kerja yang dulu – bukan yang sekarang. duh, meskipun saya akui saya masih ada darah keturunan, tapi entah kenapa saya tetep rindu buat pulang ke Indonesia.

Indonesia itu negeri yang damai, indah, dan ramah. berasa banget deh bedanya, tinggal di Indonesia sama di negeri laennya. coz belum tentu di negeri laen kita dapetin kehangatan dan juga kenyamanan seperti tinggal di Indonesia.

itulah makanya banyak orang2 asing yang seneng banget ada di Indonesia. dan mereka ada di Indonesia dengan cara yang berbeda2. ada yang ngebangun dan berusaha di sini, ada yang karena tuntutan pekerjaan, dan ada juga yang pengen ngobrak-abrik tatanan negara Indonesia.

jujur, saya geram banget sama nama2 yang beredar di tipi yang udah ngerusak tatanan negeri ini dengan cara ngobrak-abrik dan juga nyebar teror di mana2. emang mereka ga tau diuntung banget! udah enak tinggal di Indonesia, dapet segala macem keperluannya, tapi tetep aja ngerusak negeri ini.

saya juga benci sama mereka yang dengan seenaknya bilang kalo Indonesia bukan apa2 di dunia. karena sebenernya mereka salah. karena Indonesia adalah apa2 bagi dunia!

masih inget sama kata2nya bung karno?

beri aku 10 pemuda, dan akan kugoncangkan dunia!

jujur. kata2 itu bener2 bikin hati saya bergetar. betapa seorang bung karno yang hidupnya di jaman dulu, sangat berani mengeluarkan kata2 yang menggetarkan jiwa. karena dia tau, bahwa Indonesia adalah apa2 bagi dunia.

dan kita pun sebagai generasi penerus bangsa dan negara Indonesia ini, haruslah unjuk diri kalo kita emang mampu, mau, dan selalu mendukung agar Indonesia tetap ada! karena Indonesia Merdeka! Sekali Merdeka, TETAP MERDEKA! dan kita ga sepantasnya takut sama siapa pun! sama apa pun! karena kita INDONESIA!

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-64

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2009

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with 17 agustus 1945 at i don't drink coffee but cappuccino.