Dan, 3 bulan telah berlalu…

Agustus 14, 2012 § 6 Komentar

Masih teringat di benak saya, ketika pulang kerja dan mendapatkan istri saya tengah berusaha untuk menidurkan anak kami yang baru berusia beberapa hari. Walau terasa lelah dan letih, namun semuanya hilang melihat keduanya dalam keadaan sehat dan (mudah-mudahan) tak kekurangan suatupun.

Ketika kemudian istri saya mulai lelah setelah menjagai dan mengasuh anak kami seharian, setelah pulang kerja pun “giliran”saya untuk tetap siaga dan menjagai dan mengasuh anak kami. Tak lupa pula mengingatkan istri agar tak telat makan, tidur dan istirahat yang cukup, dan lain-lain.

Terbangun tiba-tiba tengah malam menjadi hal yang lazim. Tak lain terbangun karena tangisan anak bayi yang ternyata popoknya basah dan harus diganti, tangisan anak bayi yang (mungkin) terbangun karena mimpi, hingga tangisan anak bayi yang ingin disusui. Semuanya menjadi biasa, dan kemudian terbiasa.

Tapi, itu 3 bulan yang lalu….

Kini, 3 bulan kemudian, begitu banyak pembelajaran dan juga hal-hal “baru” yang didapatkan dari anak bayi, maupun dalam hubungan pernikahan (baik sebagai suami istri maupun sebagai orangtua). 3 bulan yang dilewati terasa begitu cepat. Dan saya sekarang tahu apa artinya ungkapan.. “Jangan lekas-lekas besar ya, Nak..” :’)

Anak bayi saya dan istri kini usianya sudah menjelang 4 bulan. Selain ukuran badannya yang bertambah, ia pun makin cerdas dan kian gemar berceloteh! Guling-guling ketika tidur, “protes” ketika saya ayun gendong, hingga kemudian “bercakap-cakap” dengan kosakatanya yang masih sangat sederhana, adalah beberapa hal yang saya dapatkan belakangan ini.

Sungguh.. demikian lucu ia.. demikian menakjubkan ia.. demikian mengagumkan…

Seiring waktu, semoga ke depannya saya bisa terus memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan dan berikan untuk anak saya yang masih bayi, serta untuk istri saya. Seiring itu juga saya akan terus berusaha agar tidak kehilangan suatu momen sedikitpun.

“Rekap” Sebulan Kemarin

Juni 6, 2012 § 8 Komentar

Ada yang pernah bilang ke saya, masa-masa awal bayi lahir itu masa-masa paling melelahkan. Buat saya, ucapan tersebut ada benarnya, meski akan lebih benar kalau disebut masa-masa awal dari pengalaman menakjubkan! 🙂

Karena belakangan ini sepertinya saya sulit menemukan waktu untuk ngeblog, jadilah satu blogpost ini saya buat sebagai “rekap” kejadian sebulan kemarin. Yang akan menjadi inti ceritanya tentu saja adalah mengenai kehadiran putri saya.

Oiya, sebelum lebih jauh, sudah tau kan anak saya bersama istri adalah bayi perempuan? Nama panjangnya tak perlu tau ya.. cukup perlu tau nama panggilannya aja ya.. yaitu, Cissy. 🙂

Jadi, sebulan kemarin saya dan istri menyesuaikan dengan kehadiran Cissy di tengah-tengah kami. Yang semula tidur berdua aja, sekarang tidurnya bertiga. Yang semula bangun dan tidur bisa di jam berapa saja, sekarang justru bisa terbangun dan tertidur di jam berapa saja. 😆 dan masih banyak lagi.. Tapi, itu semua seru kok! 🙂

Bagi-bagi tugas pekerjaan rumah tangga, bagi-bagi waktu dan giliran untuk ngasuh/jagain Cissy, sampai kemudian mulai ngajak Cissy untuk keluar rumah, imunisasi, gantiin baju, dll. Semuanya jadi pengalaman seru di sebulan kemarin. Apalagi, Cissy juga makin bertambah usianya, makin menggemaskan. Yang semula jarang tersenyum, hingga sering tersenyum kala tidur, dan kemudian tersenyum saat sedang bangun. :’)

Oiya, saya pribadi punya satu proyek pribadi yang saya lakukan sejak hari pertama Cissy hadir di tengah-tengah keluarga kecil saya. Yakni, proyek untuk 1 hari (minimal) 1 foto Cissy. Entah itu sedang tidur, sedang bangun, sedang di kasur, sedang digendong, pokoknya saya mengabadikan (minimal) 1 foto setiap harinya. Alasannya? Ya.. yang pasti supaya saya bisa tau perkembangan Cissy setiap harinya, serta ga ketinggalan satu momen pun. Mudah-mudahaaaaannn… 🙂

Anyway, kalo ada yang pengen tau dan liat foto-fotonya Cissy, maaf aja sementara ini ga selalu saya share. Kalopun saya share, ga saya share semuanya. Tapi ya.. beberapa kali foto Cissy muncul kok di timeline twitter saya. 🙂

Simpulannya.. jadi seorang Ayah itu SERU BANGETS!

Some of Best Moments in Life…

Mei 3, 2012 § 17 Komentar

Kapan aja momen-momen terbaik dalam hidup kamu? Atau, jangan-jangan kamu ga tau kalo kamu udah ngalamin momen-momen terbaik itu? Ga nyadar gitu? Well.. itu ga salah. Karena, kadang kita baru ngeh sebuah momen itu terbaik atau paling super, ya.. setelah kelewat dan atau diingetin sama orang lain.

Tapi, ada caranya supaya nyadar sendiri tentang momen-momen terbaik itu? Jelas ada. Yakni, dengan “sedikit” menikmati setiap saat dalam hidup, dan juga mungkin dengan merenung. Buat saya pribadi, cara yang pertama lebih ampuh dan lebih sering saya lakukan, karena efeknya bisa sangat membantu dan membangkitkan semangat. Meski ga menutup kemungkinan saya juga perlu merenung dan baru kemudian menyadari, “Oh, itu tadi momen terbaik ya..” 🙂

Beberapa momen terbaik dalam hidup saya antara lain:

  1. Bisa ranking 1 (meski cuman waktu SD), dan bikin orangtua saya senang.
  2. Bisa masuk sekolah unggulan.
  3. Lulus SMA dengan nilai kelulusan cukup bagus.
  4. Wisuda dan dapat gelar Ahli Madya.
  5. Foto bareng orangtua, dan saudara kandung saya.
  6. Menikah.
  7. Kelahiran anak saya.
  8. Dan masih banyak lagi momen-momen lainnya…

Khusus untuk nomer 7, kelahiran seorang anak menjadi istimewa karena ia adalah keturunan saya dan istri, serta sekaligus merupakan pengalaman yang benar-benar mendebarkan. Anyway.. setelah proses kelahiran, juga terdapat momen terbaik lainnya dengan sang anak. Terutama, setiap pagi sebelum berangkat kerja, dan malam setelah saya pulang kerja.

Setiap pagi sebelum kerja, salah satu momen terbaiknya adalah ketika memandikan anak saya. Begitu terlihat bahwa ia adalah bayi yang mungil, dan harus dilindungi dengan telaten sampai seterusnya. Mengajaknya berbincang agar ia mau mandi, sampai kemudian memakaikan pakaian untuknya.

Sementara itu, sepulang kerja salah satu momen terbaiknya adalah ketika selesai bersih-bersih, kemudian menggendong sang anak. Rasanya segala perasaan rindu begitu tercurah dan terlepaskan begitu anak saya yang masih bayi tersebut berada dalam pelukan gendongan saya..

Alhamdulillah.. :’)

Jadi Bapak

April 20, 2012 § 18 Komentar

Sebenernya, sejak masih kuliah pun kalo ngurus buku tabungan gitu ke bank, udah dipanggil ‘Bapak’. Entah karena tampang saya yang kolot/boros/jadul (yeah, just mention it 😆 ), tapi ya gitu itu dipanggilnya ‘Bapak’, atau ‘Pak’.

Berlanjut ke dunia kerja, sapaan/panggilan ‘Bapak’ atau ‘Pak’ itu bukannya berkurang, tapi malah makin sering. Saya pernah sih saking isengnya pengen tau kenapa saya dipanggil begitu, akhirnya saya tanya ke mereka yang manggil saya pake ‘Bapak’ atau ‘Pak’. Dan jawabannya sedikit bikin kecele, karena sebagian besar jawabnya bukan karena tampang, melainkan suara saya yang cukup ‘dewasa’, dan juga pembawaan saya yang ‘kebapakan’ — jujur, sampai sekarang saya masih ga tau arti dari pembawaan kebapakan itu.. :mrgreen:

Anyway, lambat laun saya pun ngebiarin aja deh dipanggil ‘Bapak’ atau ‘Pak’ di depan nama saya. Bukannya saya mulai nyaman, tapi lebih karena saya enggan berkali-kali bilang kalo saya masih muda dan ga pantes dipanggil ‘Bapak’ atau ‘Pak’.. *ngakunya sih* :p Tapi ya sudahlah.. Bisa jadi panggilan itu juga karena sikap hormat dari mereka.. Jadi, banyak faktor juga..

Tapi sekarang sepertinya saya ga bisa mengelak lagi kalo dipanggil ‘Bapak’ atau ‘Pak’. Selain emang usia terus bertambah (mudah-mudahan perubahan tampang pertambahannya ga berbanding lurus, atau berbanding kuadrat :p ), status saya pun udah layak disebut ‘Bapak’ atau ‘Pak’ sejak menikah.

Dan per hari ini, bukan sekadar layak lagi..tapi memang saya sudah jadi bapak.

Yep, sekarang saya sudah jadi bapak dari seorang putri cantik yang baru dilahirkan tadi pagi jam 8:53 WIB oleh istri saya. Seorang putri yang nantinya akan (mudah-mudahan) menjadi seseorang yang solehah, berbakti, dan membanggakan. Seseorang yang baik, dan terus menjadi lebih baik. Dan, saya bersama istri sebagai orangtua darinya, akan siap dan sedia untuknya. Amiiiinnn…. :’)

Mohon doanya ya… Terima kasih.. 🙂

naughty childhood

Oktober 9, 2009 § 22 Komentar

kenakalan apa yang pernah kamu lakuin pas masih anak2, dan sampe sekarang masih keinget – baik itu sama diri sendiri maupun sama orang laen?

saya punya sedikit. er.. koreksi, maksudnya.. banyak banget! 😛 tapi ga semuanya itu merugikan, karena yang namanya nakal waktu kecil kan gara2 rasa pengen tau yang sangat besar *membela diri*

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with anak at i don't drink coffee but cappuccino.