Bukan (Sekadar) Cerita yang Diceritakan

April 29, 2013 § 6 Komentar

Saya suka cerita. Sebut aja: dongeng, fabel, legenda, mitos, sage, dan masih banyak lagi jenisnya. Saya suka. Beneran suka. Minimal, saya suka denger orang nyerita soal itu. Kenapa? Mereka bukan (sekadar) cerita yang diceritakan, karena cerita tersebut memiliki bermacam-macam hal terkait – dalam maksud positif. Salah satunya adalah, cerita-cerita itu membangun daya imajinasi saya. Senang rasanya membayangkan ada sebuah dunia yang dibangun/terbangun di dalam cerita tersebut.

Mungkin, itu sebabnya saya juga suka bercerita. Buktinya? Seperti cerita-cerita pendek saya di sini. Bukti lain juga bisa dilihat dari karya saya selama sempat berkarir sebagai jurnalis/editor. Selain itu, saya juga suka bercerita kepada anak saya. Tentunya, tidak semua hal saya ceritakan – tapi saya menceritakan apa yang saya tahu.

Cerita rakyat seperti Sangkurang (Legenda Tangkuban Parahu), Loro Jonggrang (Prambanan), hingga Pasir Kujang. Itu adalah beberapa cerita yang saya ingat sebagian besar detailnya, sesuai dengan cerita yang pernah saya dapatkan. Selain itu? Ada Jaka Tarub (dan 7 bidadari) – CMIIW, Banyuwangi, Danau Telaga Warna, dan beberapa lainnya.

Dari mana saya dapat cerita-cerita rakyat tersebut? Banyak sumbernya. Selain dari cerita-cerita masa kecil yang disampaikan oleh kedua orangtua dan juga kakek-nenek saya, juga didapatkan dari cerita-cerita di buku pelajaran sekolah, buku cerita rakyat, sandiwara radio – iya, dulu saya dengerin radio, hingga serial televisi tentang cerita rakyat.

Saya pun kini sedang berusaha kembali mengingat-ingat setiap cerita rakyat yang pernah saya dapatkan tersebut. Kalo misalnya samar-samar teringatnya, untung aja ada internet. Jadinya saya bisa googling sana-sini buat cari cerita-cerita tersebut. Kenapa saya berusaha buat mengingat-ingat? Karena saya hendak menceritakannya kembali untuk anak saya.

Iya, selain suka mendapatkan cerita, saya juga suka bercerita.

Nah, salah satu hal yang belum kesampaian perihal cerita ini adalah… punya buku cerita rakyat nusantara yang ada di sini. Kan keren tuh, setiap hari bisa kasih cerita baru yang asalnya dari seluruh Indonesia. Belum lagi kalo ditambah cerita dongeng dari barat seperti Cinderella, Gadis Penjual Korek Api, dan masih banyak lagi.

Kalo misal ada yang mau nyebut saya tukang dongeng? Silakan.. yang pasti, saya suka cerita dan bercerita.

Kalo kamu, paling inget sama cerita dongeng apa?

Billy Bercerita…

Januari 14, 2011 § 13 Komentar

Pada hakikatnya, setiap orang itu adalah pencerita (storyteller). Kenapa? Karena begitu manusia bisa bicara, maka dia pun bercerita. Apapun bisa jadi cerita. Mau itu cerita bohong, khayalan, peristiwa, sampai cerita yang fantastis. Semua adalah cerita.

Saya juga senang bercerita. Mau itu lewat bicara, ataupun menulis. Mau itu lewat ucapan, ataupun tulisan. Intinya, saya senang buat bercerita. Cerita khayalan, buatan, atau fiksi, sampai cerita yang bukan buatan, laporan, atau artikel untuk media massa. Yah, saya senang bercerita banyak faktornya, tapi yang pasti sudah sejak lama saya senang bercerita.

Seperti yang bisa dilihat di sini, salah satu bahan cerita saya sudah pernah dibukukan dan terbit dalam bentuk novel. Selebihnya? Bisa juga disimak di sini, sebagai rangkaian cerita yang sambung-menyambung — meski belakangan ini saya sedang kehabisan cerita bersambung.

Dan, agar tetap bisa bercerita, maka kita harus berlatih. Caranya gampang saja, yakni seringlah mengingat, menuliskan kembali, atau menceritakan kembali. Kalo menceritakan kembali, gapapa dibilang sedikit sinting karena belum tentu ada orang lain yang mau mendengarkan. Tapi, justru itulah seninya pencerita (storyteller), karena dia harus bisa menarik orang banyak untuk mau mendengarkan ceritanya. Beda halnya, dengan bercerita melalui tulisan, karena kita harus bisa mempertahankan pembaca untuk tetap menyimak cerita kita dari awal, tengah, hingga akhir.

Ada kalanya bercerita pun tak harus panjang-panjang. Ini juga sebagai bentuk latihan. Dan, jujur saja, belakangan ini saya sedang gemar sekali bercerita dalam bentuk pendek, alias singkat. Iya, cerita singkat. Mungkin sebagian akan menyebutnya sebagai cerita pendek, tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai cerita singkat, karena alurnya tidak detil seperti lazimnya cerita. Begitu..

Bingung? Oke, kalau begitu tak perlu menunggu lama, dan langsung saja menuju blog saya yang lain, yang judulnya sama seperti postingan ini, Billy Bercerita, atau ketik alamat ini — http://billykei.posterous.com.

Yuk, nikmati cerita saya, dan mari kita bercerita!

IBSN: jujur atau boong?

Maret 12, 2009 § 25 Komentar

sebelum baca lebih lengkap postingan ini, gue punya pertanyaan yang musti dijawab dulu yak.. apa bedanya dari,
a. orang yang jujur
b. orang yang omongannya jujur
c. orang yang ga ngeboong
d. bigos alias biang gosip
e. tukang gosip
f. tukang boong

hayo… ada yang tau jawabannya ga? kalo misal bingung,, gue kasih clue deh nih.. –> kalo jawabannya “ga ada bedanya, kecuali antara jujur & boong.” atau jawabannya “bedanya kebagi 2 kelompok. yang pertama kelompok yang isinya pilihan a sampe c. kelompok kedua, isinya pilihan d sampe f.” –> berarti pada kaga ngarti sama konsep kejujuran.. 😛

nah loh! kecele kaga? 😀 hehehe..

okeh, kalo misal pada bingung,, mending simak baik2 tulisan gue inih. cerita soal orang2 yang termasuk ke kategori2 di atas.. « Read the rest of this entry »

teh noy

Maret 4, 2009 § 22 Komentar

Teh Noy & Yogi, the happy couple - courtesy of tentangkita-yogininoy.blogspot.com

Teh Noy & Yogi, the happy couple - courtesy of tentangkita-yogininoy.blogspot.com

kemaren malem, pas gue baru sampe rumah, gue ngeliat ada sebuah kiriman berwarna biru di atas meja yang biasa gue pake buat nyimpen barang2 gue. dan, dari bentuknya sih, gue udah curiga kalo itu undangan. tapi, dari sapa-nya, kapan-nya, dll, gue belum begitu tau. jadi, gue ga begitu yakin.

saking penasarannya, gue jadi bukannya buru2 ganti baju-cuci kaki-cuci tangan-cuci muka-dll, tapi malah langsung ngambil tu kiriman. dan, bener aja, begitu gue buka isinya beneran undangan. dan tu undangan dari teh noy, alias ninoy, alias ratna dewanda – mentor gue pas di balikpapan dulu waktu gue masih ‘tercemar’ minyak 😛

di undangannya, teh noy bilang kalo dia bakal merit, tanggal 9 maret ntar, di bogor sana, the city of rain. kota asalnya, pastinya. kota tempat keluarga besarnya. dan, dengan undangan itu, secara ga langsung gue didaulat buat dateng. 😀 secara, temen2 balikpapan belum tentu bisa dateng, karena banyaaaaakkk haaaallll…!!!

sambil ngebaca undangannya, gue pun mutusin buat nelepon teh noy. yah, mau ngasitau kalo undangannya udah sampe dan juga sekalian iseng aja denger suaranya – secara, udah lama banget ga ketemuan.
« Read the rest of this entry »

awas, anjing galak

Februari 11, 2009 § 22 Komentar

Awas, Anjing Galak! courtesy armansyah.web.id

Awas, Anjing Galak! courtesy armansyah.web.id

pernah liat ga tulisan begitu? atau justru ga pernah? hmm.. pas jaman2 gue masih kecil dulu sih, tulisan gitu sering diliat di pager2 rumah gedongan.. orkay2 gitu dehh.. tapi, anehnya sekarang udah mulai jarang, dan justru dijadiin istilah..

hayo… udah bisa nebak belum, istilahnya apa? 😉

jadi,, seperti kebiasaan di jaman kemajuan tehnologi sekarang ini, kirim2 kabar bisa lewat SMS. dan, itu juga yang gue alamin.. – ya jelas lah,, gue kan ga gaptek kaya’ john pantau 😛 anyway,, semuanya bermula pas gue dapet SMS dari seorang temen SMA gue yang udah hampir 4 taun ga ketemu.. – kalo ga salah..
« Read the rest of this entry »

Perjalanan Hidup (8) – Menghadapi Dunia Kerja

Januari 29, 2009 § 13 Komentar

postingan ini, seri terakhir dari Perjalanan Hidup. selaen emang, cuman segituh aja sebagian hidup yang gue jalanin selama ini – setelah ringkas sono-sini karena biar ga kepanjangan, karena hidup ini juga masih gue jalanin. 😉

dulu, pas masih kecil, gue sempet ditanya sama ortu gue. “Billy, kalo udah gede, mau jadi apa?” dan, waktu itu spontan aja gue jawab, “mau jadi tukang becak.” waktu itu, gue ga begitu ngerti, kenapa koq tiba2 jadi tukang becak aja, jadi masalah. tapi, meski begitu, mungkin ada makna filosofis yang nyebabin gue bilang begitu – kalo dipikir2 sekarang. yaitu,
1. tukang becak ga usah ribet ngurusin kerjaan. cukup pake tenaga, dan bukannya otak.
2. tukang becak bisa kerja kapan aja.
3. tukang becak bisa keliling2 kota, sambil dibayar.
4. tukang becak nolong orang yang naek becaknya supaya cepet sampe ke tempat tujuan dan aman pula.
5. tukang becak mendukung lingkungan – ga pake bahan bakar fosil dan ga mencemari udara.
6. tukang becak sehat2.
7. tukang becak kerja sambil ngejalanin hobi.

heheh,, mencari pembenaran aja ya gue? 😛
« Read the rest of this entry »

Perjalanan Hidup (6) – Hijrah Ke Jakarta

Januari 27, 2009 § 9 Komentar

yah, sekarang gue mau nerusin seri perjalanan hidup, yang udah masuk ke edisi ke-6 semenjak gue mulai kira2 2 minggu yang lalu.. edisi ini, gue kasih subjudul, Hijrah Ke Jakarta.. caelah,, udah kaya’ judul lagunya Changcuters aje ye.. *itu kan, Hijrah ke London! apa samanya? 😉

jadi, di tengah sepinya ruang YM gue – heran dah, belakangan ini makin dikit aja yang OL.. tau deh, pada invis atau emang ga OL.. hh.. ribet dah – gue nginget2 lagi masa2 gue pas pindah (lagi) ke jakarta dulu..

so, ceritanya bermula persis setelah pengumuman kelulusan SMA dulu.. hari dan tanggal persisnya gue lupa, tapi yang pasti waktu itu gue disuruh dateng ke sekolah sama wali kelas gue buat tanda tangan ijazah dan STL – surat tanda lulus.. jaman itu, STTB udah diganti sama ijazah kan?? 2004 gituh.. 😉
« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with cerita at i don't drink coffee but cappuccino.