Tengah Tahun

Juli 7, 2015 § 2 Komentar

Pertengahan tahun kurang lebih selalu jadi periode waktu yang terbilang sepi untuk berita olahraga. Kalo lagi ga ada event olimpiade, piala dunia, piala eropa, dan atau kejuaraan-kejuaraan lainnya, maka pertengahan tahun akan sepi dari berita terkait olahraga.

Untuk adu balap jet darat Formula 1 serta adu cepat motor balap sih, lain cerita karena periodenya berbeda dengan kebanyakan musim olahraga. Pun dengan musim olahraga di negara Amerika Serikat (atau juga Indonesia?). Iya, saya lagi ngomongin berita olahraga yang kebanyakan terjadi di benua Eropa.

Seperti yang pernah saya bilang kalo saya ngefans sama klub-klub sepakbola tertentu, maka di tengah tahun gini ya beritanya lebih ke seputar transfer in dan out. Siapa pindah ke mana, berapa biayanya, dan lain-lain. Agak membosankan dibanding berita hasil pertandingan dan atau analisa pertandingan – pre-post match.

Bukan, saya bukan analis olahraga. Saya cuman lebih suka berita-berita seputar pertandingan, bukannya soal transfer pemain atau klub sepakbolanya.

Iya. Itu saya. Suka bosan dan merasa sepi kalo di pertengahan tahun seperti ini.

kalo kamu gimana?

Klub Bola Favorit

Juni 30, 2015 § 3 Komentar

AC Milan.

Kesukaan saya terhadap AC Milan sepertinya diturunkan oleh (alm) Ayah saya. Beliau suka sekali dengan trio Belanda: Van Basten – Gullit – Riijkaard yang sukses membawa AC Milan sukses pada periode 80an akhir s.d. 90an awal. Padahal saya dulu masih kecil — umur TK-SD, tapi omongan beliau perihal trio Belanda tersebut serta menyebutkan klubnya, mau tak mau kemudian saya ikut menganggap AC Milan adalah klub bola paling bagus, paling keren, paling mantap.

Jelang lulus SD hingga awal-awal masuk SMP, saya kemudian mulai membaca-baca sendiri tabloid olahraga seperti Bola dan GO. Dulu juga ada Libero, dan terbitan khusus bola di hari-hari khusus pada harian Kompas. Sedikit banyak mulai mengikuti perkembangan dan info detail dari klub AC Milan, sejarah, dan lain-lain. Juga tahu perihal trio Belanda yang tak lagi ada di AC Milan, serta bintang-bintang selanjutnya seperti Bierhoff, dan lain-lain.

Jaman 90-an akhir hingga awal tahun 2000 prestasi AC Milan tak begitu bagus — meski juga tidak jelek. Gagal scudetto dan gagal di Champions, bukan berarti saya jadi tidak suka terhadap mereka. Kecewa memang, sedih apalagi, tapi tidak lantas membuat saya lebih menyukai klub lain seperti Lazio, Juventus, atau Inter Milan — di Italia. Saya tetap suka, tapi juga tidak lantas menjelek-jelekkan klub lain. Iya, saya termasuk orang-orang dengan paham “fans klub yang ngejelek-jelekin klub lain saat terpuruk, bukanlah fans sejati.”

Walau begitu, saya tidak menutup mata terhadap perkembangan sepakbola di liga lainnya di kawasan Eropa. Seingat saya, dulu saya sempat suka dengan Liverpool. Alasannya simpel, mereka sudah lama tidak juara Liga Inggris. Tapi karena satu dan lain hal, klub kesukaan saya di Liga Inggris pun pindah ke Manchester United.

Untuk Spanyol, tak lain dan tak bukan Barcelona jadi klub favorit saya. Alasannya rumit sekaligus sederhana: saya kagum dengan semboyan “Catalan is not Spain” yang sering digembar-gemborkan oleh fans mereka di saat Barcelona bertanding.

Untuk Jerman sendiri, dulu saya sempat ikut-ikutan juga dengan kesukaan (alm) Ayah saya, yakni menyukai Borussia Dortmund. Tapi lambat laun, entah kenapa tak ada lagi klub favorit saya di liga Jerman. Iya, klub favorit saya di masing-masing liga hanya ada di Inggris, Spanyol, dan Italia. Kalo dibilang mana yang paling favorit, sudah jelas kan di awal tulisan ini?

Oiya, kalo buat Indonesia sendiri, saya sih ga fanatik amat sama klub tertentu. Semua klub bagi saya baik dan bagus. Tapi yang sudah pasti, setiap juara yang hadir setiap tahunnya selalu bisa membuat saya kagum. Karena (sepertinya) belum ada juara 2 tahun berturut-turut di Liga Indonesia — sejak Liga Dunhill 1995(?).

Kalo kamu, klub bola favoritnya siapa?

Nonton di Indonesia, atau (Kelak) di Inggris…

Juni 3, 2013 § 14 Komentar

Liverpool & Arsenal. Dua klub besar dari Liga Primer Inggris itu bakal “mampir” dan bertanding lawan tim sepakbola Indonesia dengan pemain-pemain pilihan. Seperti waktu tim LA Galaxy (dan David Beckham) ke Indonesia dulu. Salah satu momen yang saya ingat adalah saat Andik ditekel oleh Beckham.

Trus, pengen nonton pertandingan Liverpool & Arsenal di Indonesia? Jelas saya pengen. Bukan sebagai fans dari kedua klub itu – meski saya ngefans ke Luis Suarez (Liverpool) dan juga Lukas Podolski (Arsenal), melainkan sebagai fans dari tim sepakbola Indonesia. Juga sebagai fans dari pertandingan sepakbola. Dan tak kalah penting sebagai fans peristiwa sejarah. Iya, ini sejarah bagi Indonesia, dan saya ingin jadi bagian dari sejarah itu – supaya kelak bisa jadi cerita buat anak-cucu. *halah*

Tapi, sampe kepengen banget buat nonton? Engga juga. Buat pertandingan kali ini, saya termasuk yang kalo sempet dan bisa nonton ya jelaslah bersyukur, tapi kalopun ga bisa nonton ya.. gapapa. Masih ada hari esok, di mana mungkin saya bakal dateng langsung ke Inggris buat nonton langsung Liverpool vs Arsenal, entah itu di Anfield atau di Emirates Stadium. AMIN! :mrgreen: #positivity #berpikirpositif

Eiya, yang dimaksud nonton di postingan ini adalah nonton langsung di stadion ya, bukan nonton via televise atau nonton bareng di café atau sejenisnya.

Anyway… kalo ada yang nanya (pedenya sih) saya udah punya tiketnya apa belom? Jawabannya: saya belom punya tiketnya. Entah itu beli sendiri, dibeliin, atau dapet gratisan. Iya, saya belom punya tiketnya. Lebih karena, saya emang masih tentatif juga sih bakal bisa nonton langsung apa engga. Tapi ya.. kalo emang udah punya tiketnya beneran, saya pasti bakal bela-belain/usahain beneran biar bisa nonton langsung ke stadion.

PS: kalo ada yang punya tiket lebihan atau mau bagi-bagi tiket, boleh lho hubungin saya. :mrgreen:

Kalo kamu, pengen nonton sepakbola tim mana, di mana?

Chelsea FC Juara UEFA Champions League 2012

Mei 20, 2012 § 14 Komentar

Saya bukan fans Chelsea FC, tapi di final UEFA Champions League 2012 antara Chelsea FC & Bayern Muenchen FC pada 19 Mei 2012 (di Indonesia ditayangkannya 20 Mei 2012 karena perbedaan zona waktu), saya entah kenapa dukung Chelsea. Mungkin karena saya ga pengen liat mereka jadi juara 2 (lagi), mungkin karena mereka berjuang dengan tertatih-tatih di musim ini (lagi-lagi ditinggal pelatih di tengah musim), mungkin karena alasan lainnya.. Yang pasti saya dukung Chelsea di final kali ini.

Dan bener aja.. di final yang dihelat di Allianz Arena — notabene markasnya Bayern Muenchen FC, Chelsea berhasil jadi juara UEFA Champions League 2012 dengan skor 4-3 penalty (1-1). Dan, final kali ini berjalan dengan cerita tersendiri.

Buat yang nonton siarannya via TV macam saya — karena ga bisa nonton langsung ke sana juga :p , pasti tau 80 menit awal di waktu normal pertandingan berjalan cukup “biasa”. Kenapa? Karena meskipun berjalan cukup keras — dihiasi tackle & kartu kuning, serta deras — jual beli serangan & juga passing yang akurat, tapi nihil gol sama sekali. Yep, skor 0-0 bertahan sampai di 10 menit terakhir di waktu normal.

Menit 83 jadi pertanda pertandingan jadi seru. Karena Thomas Muller dari Bayern Muenchen cetak gol dan mereka memimpin 1-0 atas Chelsea. Beberapa menit kemudian, Mueller pun ditarik keluar lapangan — sedikit pede sepertinya pelatih Bayern Muenchen kalo bakal juara. Tapi,.nyatanya mental juara juga dimiliki Chelsea. Karena mereka berhasil ngegolin skor penyama oleh Drogba di menit 87! Dan di sini pertandingan sepakbola final UEFA Champions League 2012 jadi cukup luar biasa.

Sempat ngira kalo bakal ada gol telat di injury time kaya’ skenario final Champions 1999 (kalo ga salah) antara MU & Muenchen (juga), tapi nyatanya skor 1-1 bertahan sampe waktu normal usai. Yep, 90 menit skor 1-1.

Berlanjut ke babak extra time 2×15 menit, sempet ada juga beberapa peluang dari kedua tim buat nambah skor. Terutama penalti dari Arjen Robben yang berhasil diblok Petr Cech. Dan ya.. skor seri tetap bertahan sampai akhirnya harus adu penalti buat penentuan juara.

Saya ga gitu inget siapa aja penendang adu penalti dari masing-masing tim — Bayern Muenchen FC & Chelsea FC, tapi saya inget peristiwa yang cukup ‘berperan’ sehingga akhirnya Chelsea FC jadi juara. 2 di antaranya adalah peristiwa pertama tendangan penalti Juan Mata — penendang pertama dari Chelsea FC, yang berhasil digagalkan oleh Manuel Neuer — kiper Bayern Muenchen. Gagalnya tendangan penalti ini sempet bikin saya dagdigdug karena ini tendangan pertama. Tapi nyatanya, tim Chelsea berhasil mempertahankan semangat mereka di tendangan-tendangan penalti berikutnya. Dan peristiwa yang kedua adalah ketika Bastian Schweinsteiger — penendang penalti kelima dari Bayern Muenchen FC, gagal menendang penalti ke gawang melainkan ke tiang gawang. Otomatis, ketika kemudian penendang penalti kelima dari Chelsea FC berhasil ngegolin, gelar juara UEFA Champions League 2012 jadi milik Chelsea FC.

Ada beberapa fakta yang bisa dishare dari kemenangan Chelsea FC jadi juara UEFA Champions League 2012 ini:
1. Roman Abramovich — owner Chelsea akhirnya punya koleksi trophy UEFA Champions League setelah kurang lebih 10 tahun sejak beli Chelsea FC.
2. Roberto Di Matteo berhasil bawa Chelsea FC juara UEFA Champions League 2012 dengan status caretaker/ad interim/pengganti pelatih/manager.
3. Chelsea FC punya dobel gelar di 2012 ini: UEFA Champions League & FA.
4. Chelsea FC menang UEFA Champions League 2012 dengan posisi akhir 6 di Barclays Premier League. Otomatis, taun depan Tottenham Hotspurs yang di peringkat 4 ga bakal ke kualifikasi Champions.
5… apa lagi ya?

Anyway.. di akhir postingan i’d like to say..
Congratulations Chelsea FC!
Congratulations Roberto Di Matteo!
Congratulations Roman Abramovich!

and…
Forza Milan! :p

Nonton Bola Gratis: LA Galaxy vs. Indonesia Selections

Desember 1, 2011 § 7 Komentar

Meski saya ga punya klub lokal Indonesia yang saya idolain banget, tapi seenggaknya kalo ada pertandingan sepakbola tim nasional Indonesia, atau ada negara lain dan atau klub dari negara lain yang tanding di Indonesia, sebisa mungkin saya nonton. Kalo emang ga sempet nonton langsung, ya nonton lewat TV aja.

Dan, kebetulan banget.. pas LA Galaxy mau mampir ke Indonesia di Asia Pacific 2011 Tour mereka, saya Alhamdulillah BISA NONTON! Semua berkat tiket gratis dari kuis yang dibuat sama bistip.

Proses dapet tiketnya singkat aja ya saya ceritanya, pokoknya saya lagi ngeliat update dari @infosuporter, ngasih link soal kuis dari @bistip, dan isi form deh. Beberapa hari kemudian, diumumin dan ternyata saya diumumin jadi salah satu orang yang dapet free ticketsnya! Alhamdulillah.

Setelah dikirimin e-mail, dan juga petunjuk buat ngambil tiketnya di hari H pertandingan tanggal 30 November 2011 kemarin, saya pun ketemu CP dari bistip di Plasa Senayan. Di situlah, ketemu Willy dan juga Panggi (yang selama ini cuma “ketemuan” lewat googleplus dan koprol). 😛

Anyway, dari meeting point, lanjutlah ke Stadion Utama Gelora Bung Karno jalan kaki. Sempet susah juga nyari pintu masuk buat kategori 2, tapi ya.. dinikmati aja. Kapan lagi bisa nonton David Beckham, Robbie Keane, Landon Donovan, dkk versus tim Indonesia Selections, yang antara lain ada bintang-bintang dari timnas Indonesia U-23 macam Andik Virmansyah, Diego Michiels, dipadu sama Firman Utina dan juga Bambang Pamungkas, dkk? :mrgreen:

tiket LA Galaxy vs Indonesia Selections dari bistip 😀 berlatar belakang SUGBK

Masuk stadion, duduk di kategori 2, dan nonton. Oiya, pas Andik ditekel keras sama David Beckham itu, saya liat langsung dari bangku kategori 2 lho. Kebetulan, kategori 2-nya ada di belakang gawang LA Galaxy pas babak 1. ^^

andik ditekel beckham

Seru juga nonton pertandingannya. Coz, terlepas dari gol yang jadi skor akhir pertandingan, di babak pertama itu, tim Indonesia Selections cukup bisa ngasih perlawanan ke gawang tim LA Galaxy. Jual beli serangan gitu deh.. *ala pengamat bola*

Daaaann… sayangnya saya ga bisa nonton sampe kelar 2 x 45 menit pertandingan itu. Ga lain, karena saya harus jemput istri pulang kuliah. Jadilah, kelar babak pertama sekitar jam 8 malem gitu, saya pun pulang duluan.

Anyway, thanks buat @bistip! YOU ROCKS!

NB: foto beckham itu dari situsnya ESPN.

Kapan ya, kira-kira Beckham ke Indonesia lagi?

Laju Sang Garuda

Desember 8, 2010 § 16 Komentar

FANTASTIS! itu ungkapan yang paling tepat kalo ngeliat penampilan tim nasional sepakbola Indonesia maen di piala AFF 2010. gimana ga? dari 3 pertandingan di fase penyisihan grup, semuanya diakhiri dengan kemenangan! bahkan, di 2 pertandingan waktu ngelawan Malaysia & Laos, bisa menang dengan selisih gol besar! dan, lebih kerennya lagi, di pertandingan terakhir ngelawan Thailand, meski sempet ketinggalan, tapi tetep bisa ngebalikin keadaan, dan akhirnya menang! HEBAT!

saya sendiri berkesempatan buat nonton secara langsung timnas Indonesia, sewaktu ngelawan Laos, sabtu kemaren (4 Desember 2010). berbekal dari sering maen game ionopolis dari Pocari, dan juga ngisi formnya, saya dapetin satu tiket buat nonton secara langsung di kursi VIP di stadion utama Gelora Bung Karno!

meski ujan pas sore hari sebelom berangkat ke senayan, tapi tetep aja demi timnas sih kudu nonton. coz, udah lama saya penasaran pengen nonton langsung timnas maen sepakbola di Gelora Bung Karno. rasanya, kurang afdol aja gitu kalo belom pernah nonton sekalipun, seumur hidup. :mrgreen:

sampe senayan, langsung ngambil tiket di salah satu stand Pocari dan langsung masuk ke stadion, biar dapet kursi yang cucok buat nonton. coz, kalo ga sampe cucok, nanti bukannya seru nonton, malah repot berdiri2 segala. *riwil*. anyway, singkat kata, dapetlah sebuah kursi di bagian VIP barat, di nomer 20an kalo ga salah. persis di bawahnya bagian media.

dari sore sih, nontonin Malaysia vs. Thailand dulu, yang ternyata seri. ga begitu seru, dan juga kursi penonton ga begitu rame. coz, pasti kebanyakan orang pada nonton cuma buat timnas Indonesia, bukan timnas orang laen. sampe akhirnya jelang jam 7.30an malem, timnas mulai siap2 dan pemanasan buat tanding.

ga lama, langsung deh tanding sepakbola dimulai. agak ketar-ketir juga nontonin di awal2 game, coz Laos bisa maen cukup bagus dan ngancem gawang Indonesia beberapa kali. terutama waktu tendangannya kena tiang gawang. asli, seisi stadion Gelora Bung Karno langsung tercekat dengan suara yang riuh rendah.

tapi, begitu ada kesempatan Indonesia nyerang dan akhirnya Christian ‘El Loco’ Gonzalez nyerang dan dijatohin di kotak penalti, hampir semua penonton langsung sorak-sorai, karena timnas dapet penalti. apalagi, setelah Firman Utina bisa ngegolin penalti itu, dan kedudukan pun jadi 1-0.

selanjutnya, udah bisa ditebak, Indonesia makin gila dalam bermain sepakbola, dan bisa menang sampe 6-0! seperti yang bisa disimak di sini.

aslinya, setiap kali Indonesia ngegolin atau bahkan mau ngegolin, kebanyakan penonton yang ada di stadion utama Gelora Bung Karno pada berdiri. dan, kalo sampe ngegolin langsung teriak seneng! — termasuk saya dongs.. 😀 dan, suasana game sendiri di stadion waktu itu bener2 seru banget. ada kembang api yang nyala di langit sekitar stadion yang dinyalain suporter setiap kali gol, dan juga ada gelombang ombak penonton. pokoknya, seru banget! bener2 sebuah malam & pertandingan yang ga bakal dilupain gitu aja..

mudah2an, berbekal hasil FANTASTIS di babak penyisihan grup Piala AFF 2010, Indonesia bisa terus sampe final & menang! kita udah terlalu lama puasa kemenangan akan meraih gelar atau trofi bergengsi. terakhir kali Indonesia bisa jadi jawara, kalo ga salah waktu SEA Games 1991. setelah itu, berkali2 masuk ke final, tapi kurang beruntung. jadi, untuk kali ini, dengan didukung oleh pemain-pemain senior berpengalaman, & juga yang bertalenta muda harapan masa depan bangsa, timnas sepakbola Indonesia sudah saatnya untuk berjaya! Tetaplah melaju hai Garuda! Kepakkan sayapmu menuju puncak tertinggi!

Nonton Indonesia di semifinal yok!

NB: foto diambil dari sini.

blunder

Mei 14, 2009 § 44 Komentar

kalo kiper lagi ga fokus maen bola, trus diserang sama tim lawan, pasti tu kiper bakal berpeluang buat ngelakuin blunder, dan akhirnya gawangnya pun bisa dibobol. gol. satu keuntungan buat lawan, tapi kerugian yang sangat banyak buat si kiper.

blunder. itu yang saya rasain baru2 ini. yah, ga laen kasusnya hampir mirip sama si kiper itu. cuman bedanya, saya ga lagi maen bola, dan juga ga ada gawang yang saya jaga, ataupun tim laen yang lagi saya lawan. saya cuman lagi ngejalanin hidup dan keseharian saya aja. as usual. tapi blunder yang terjadi, bikin semuanya jadi fatal unusual. curhat dikit ah di mari..

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with sepakbola at i don't drink coffee but cappuccino.