Tentang Sepatu Bercorak Bunga-bunga Berwarna Ungu Itu..

Juli 17, 2012 § 19 Komentar

Yang ngefollow saya di twitter, tentu tau kalo saya pernah ngepost foto sepatu bercorak bunga-bunga berwarna ungu. Iya, itu sepatu saya. Sepatu kets yang belakangan ini saya pake sehari-hari.

Saya kurang inget kapan saya beli sepatu itu. Mungkin sekitar taun 2010, atau 2011 awal. Yang pasti, saya beli sepatu itu karena saya lagi perlu sepatu kets cadangan. Ga ada niatan buat brand-minded, apalagi motive/color-minded. Yang penting, cukup di kaki, dan di saku. :mrgreen:

Singkat cerita, di salah satu gelaran bazaar toko perlengkapan olahraga – kalo ga salah di Depok, saya pun nyari-nyari sepatu kets untuk cadangan itu. Filtering pertama adalah harga – iya, saya punya batasan harga dan juga anggaran maksimal untuk sepatu. Filtering kedua adalah ukuran sepatu, alias nomer – nomer sepatu saya adalah 44-45. Filtering ketiga adalah warna, dan corak – tapi sebenarnya warna dan corak apapun pasti saya beli kalo dua filter pertama terpenuhi.

Dan, dari ketiga filtering itulah, saya pun akhirnya “berjodoh” dengan sepatu ini.

Ada hal unik yang sering menyertai sepatu ini setiap kali saya kenakan. Yakni, cuaca di hari saya mengenakan sepatu itu pasti bisa berubah drastis dari yang mulanya cerah menjadi berawan, mendung pekat, atau bahkan hujan deras. Saya sudah lupa berapa kali saat saya kenakan sepatu ini, seringkali saya kehujanan di jalanan. Sampai-sampai ada beberapa kenalan saya yang bilang kalo sepatu ini adalah sepatu untuk pawang hujan, tak lain karena coraknya yang bunga-bunga dengan warna yang ajaib pula, yakni paduan ungu, pink, dan warna-warna lembut lainnya.

Seiring berjalannya waktu, sepatu ini pun tak terlalu sering saya kenakan. Tak lain karena “jabatannya” yang hanya sebagai cadangan. Saya pun mengenakan sepatu lainnya – entah itu sepatu kets, ataupun semi-formil untuk ke kantor, dan atau acara lainnya.

Kurang lebih 6 bulan belakangan, sepatu ini makin sering saya kenakan. Tentu saja, karena “jabatannya” sudah naik menjadi sepatu kets utama – karena sepatu kets sebelumnya sudah harus dipensiunkan. Selain itu, salah satu sepatu semi-formal saya hilang sebelah. Jadi ya, sepatu kets bercorak bunga-bunga berwarna ungu ini pun makin sering saya kenakan.

Semenjak saya kenakan dari awal-awal pembelian, hingga sekarang, banyak sekali komentar yang saya terima. Mulai dari yang bilang aneh, lucu, hingga sedikit bilang kalo saya ke-cewek-an. Untungnya, semua komentar itu saya biarkan saja. Toh, itu hak mereka. Seperti hak saya untuk tetap mengenakan sepatu ini. 🙂

Dan ternyata, sepatu ini pernah muncul di salah satu seri film Harry Potter! Tepatnya, Harry Potter & The Half-Blood Prince. Di filmnya, sepatu ini dikenakan oleh Luna Lovegood di salah satu scene – thanks to Chika yang berhasil mengenali sepatunya saat sedang ke pameran tentang Harry Potter di Singapore. ^^

Mudah-mudahan sepatu kets ini ga cepet rusak, supaya ga cepet-cepet saya pensiunkan – meski sudah muncul robek di sana-sini. 😦

Kalo kamu, punya cerita apa tentang pakaian kamu dan sama dengan yang dikenakan di film-film?

The Shoe Story, part 1: Pedestrian

Juni 10, 2010 § 21 Komentar

Manusia diciptakan dengan 2 kaki, tentunya untuk berjalan. Yep, berjalan. Berjalan dengan kakinya sendiri, menjelajah dunia, melintasi jarak, dan menikmati kehidupan. Dan, oleh karena itulah kaki pun harus selalu dalam kondisi prima yang dapat mendukung agar manusia dapat berjalan. Kebayang kan, kalo lagi pengen jalan tiba2 kakinya berasa ga nyaman. Wah.. pasti ga bisa ke mana2 dongs..

Itu juga yang saya alamin. Ya, bisa dibilang saya adalah seorang pejalan. Bukan hanya sekadar ‘pejalan’ yang artinya konotatif, tapi juga denotatif. – err… sederhananya adalah saya suka jalan kaki sekaligus juga menjalani kehidupan.

Hadooh.. koq jadi belibet ginih? *keplak diri sendiri* 😆

Okay.. okay.. let’s get back to business – sok sibuk. 😛 « Read the rest of this entry »

The Shoe Story, part 0

Mei 25, 2010 § 28 Komentar

Kalo pertama kali ketemu orang, apa sih yang pertama kali diliat? Coba kita runut ya.. Muka? Mata? Alis? Telinga? Idung? Mulut? Bibir? Lipstik? Kumis? Gigi? Bau mulut? Rambut? Bentuk badan? Bahasa tubuh? Parfum? Baju? Kalung? Celana panjang atau rok? Cara ngomong? Barang bawaan? Perhiasan gelang? Jam tangan? Atau apa lagi? Kalo belum saya sebut di atas, boleh lho nanti ditulis di komentar.. :mrgreen:

Anyway, ada ga sih yang ngeliat pertama kali-nya langsung ke arah kaki? Iya. Kaki. Bagian tubuh yang jadi penopang badan kita hampir setiap harinya itu, kadang sering dilewat dan bahkan ga jadi prioritas buat jadi “unsur penilaian” pas pertama kali ketemu seseorang. Padahal, ada pepatah lho yang bilang kalo segala bisa menjadi mungkin yang bermula dari kaki.

Mau tau pepatahnya? Nih,

“Kalo pengen tau kepribadian seseorang, maka kenali kakinya. Karena dari kaki, bisa naik ke hati, dan bukannya dari mata turun ke hati.” 😛 #maksa 😆

« Read the rest of this entry »

berharap hari hujan

Agustus 4, 2009 § 23 Komentar

kalo orang laen berharap hari ini cerah, mohon maap sebenar2nya.. coz, saya berharap hari ini ujan.. pengharapan yang percuma ajah, coz ternyata hari ini ga ujan dan justru cerah.. DAMN!

saya sangat berharap hari ini ujan, ga laen karena saya lagi males banget buat aktivitas luar ruang. ya, saya kadang suka males kalo diajakin outdoor activities. apalagi kalo saya ga ahli di aktivitas ituh. beuh,, udah berasa pengen nempelin pantat ke beton superrrr kuattt..!!

ga sekadar bedoa doang yang saya lakuin supaya hari ini beneran ujan. tapi juga ngelakuin hal yang sifatnya tradisionil, ada sangkut paut sama legenda dan mitos, plus lagi berbau2 sombong dikit.. –> nah ini baru ga nyambung! 😛

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with sepatu at i don't drink coffee but cappuccino.