Hello 2 to 30

Maret 1, 2014 § 14 Komentar

Screenshot 2014-03-01 21.57.43

Ada yang bilang, semakin bertambahnya umur, maka orang tersebut akan semakin bijak. Entah benar ataupun tidak, saya sih berharap hal itu terjadi pada saya.

Iya, saya berharap bertambah bijak. Iya, saya bertambah umurnya. ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah.

Dulu-dulu, jelang pertambahan umur saya berharap untuk memiliki sesuatu yang baru. Bahkan, sejak jauh-jauh hari atau bahkan bulanan, saya menargetkan untuk memiliki sesuatu โ€“ berupa barang untuk bisa saya miliki di hari pertambahan umur saya. Banyak cara yang saya harap untuk mendapatkannya, mulai dari menabung sendiri, hingga dengan berharap ada yang memberikannya. Tapi semakin ke sini, harapan tersebut makin jarang โ€“ kalo ga disebut memudar.

Kini, harapan saya makin sederhana namun mungkin agak sulit untuk diwujudkan. Harapan saya di hari pertambahan umur ini adalahโ€ฆ semoga kesehatan saya tetap terjaga baik hingga seterusnya, hingga lebih tua dari saat ini. Semoga saya diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus menikmati hidup, membahagiakan keluarga saya, serta berbahagia dengan pasangan serta anak-cucu saya kelak.

Amin.

Amin.

Amin.

Untuk urusan rezeki dan kematian, saya serahkan kepada Tuhan. Karena saya percaya semuanya sudah dituliskan oleh-Nya. Tinggal sayanya aja yang perlu berusaha untuk semakin baik, semakin maju, setiap harinya.

Terima kasih untuk istri saya, yang pertama kali memberikan ucapan pada awal hari sesuai dengan domisili (sementara) saya saat ini โ€“ di Jepang. Terima kasih juga untuk orangtua, saudara kandung, rekan-rekan kantor, teman-teman sejawat, sekampus, dan masih banyak lagi yang telah memberikan ucapan untuk saya di hari ini. Terima kasih telah mengingatnya.

NB: Postingan ini diterbitkan pada jam 10:34 PM pada GMT+9 โ€“ Waktu Osaka.

Kami Ingin Jakarta Aman!

Juni 22, 2012 § 23 Komentar

Ada premis umum yang bilangโ€ฆ โ€œGa ke Jakarta namanya, kalo ga ke Monas.โ€ Oke, premis itu ga salah, tapi juga ga langsung berarti benar. Karena, masih ada premis lainnya, yang sepertinya lebih tepat dan sesuai dengan kenyataan. Mau tau? Nih, di bawah..

Ga di Jakarta namanya, kalo ga pernah kena tindak kejahatan (atau yang menjurus tindak kejahatan).

Pesimis? Berpikir negatif? Mengundang keresahan? Hmm.. ga juga. Buat saya pribadi, yang pernah kena tindak kejahatan, dan beberapa kali menyaksikan tindak kejahatan di Jakarta, hal seperti ini menjadi benar adanya. Ini benar-benar riil. Nyata. Dan ada di kehidupan kita sehari-hari.

Saya ga berniat menyebarkan aroma pesimisme atau negatif dari postingan ini, karena ini sekadar share saja. Dan, mau tau apa tindak kejahatan yang pernah terjadi ke saya? Salah satunya adalah dicopet.

Jadi, ceritanya gini.. dulu, waktu saya baru (balik lagi) ke Jakarta untuk kuliah selepas lulus SMA, saya melakukan perjalanan bersama seorang teman menggunakan kereta api KRL Jabodetabek. Berbekal pengetahuan seadanya tentang trayek KRL dan transportasi alternatif lainnya, naiklah saya bersama teman saya di suatu sore jelang Maghrib. Dan sekarang, saya bisa bilang kalo pilihan waktu tersebut adalah salah karena gerbong KRL penuh sesak dengan penumpang. Walau begitu, saat itu karena butuh jadi tetap saja naik.

Beberapa stasiun terlewati, dan kepadatan dalam gerbong seakan-akan tidak berkurang sama sekali walau ada penumpang naik dan turun. Sesak, bau asam, dan lelah bercampur jadi satu. Saya dan teman saya berusaha untuk saling menjaga, tapi yah.. namanya juga lagi apes (atau emang sudah jalannya), tindak kejahatan pun terjadi juga.

Di gerbong KRL yang penuh sesak, entah gimana ceritanya saya terdorong ke bagian yang agak gelap karena lampunya mati. Di situlah, saya mulai merasakan saku celana depan dan belakang saya mulai diraba-raba. Mulanya saya pikir itu orang iseng, semacam PK, jadi saya coba abaikan (sambil berdoa mudah-mudahan tidak terjadi pelecehan). Tapi nyatanya, rabaan tersebut mulai terasa hendak mengambil dompet! Saat itulah saya pun langsung menahan dompet saya dengan tangan kanan yang sedari awal sudah saya simpan di dekat saku, sementara tangan kiri saya mencoba bertahan di KRL dengan meraih apapun yang bisa digapai. Sesal pun timbul, karena saya sama sekali tak membawa tas atau kantong yang bisa saya simpan di dada untuk menyimpan dompet. Tak lama, tangan itu pun pergi.

Dalam penuh sesaknya gerbong KRL, saya menerka-nerka tangan siapa tadi yang hendak mengambil dompet saya. Saya pun berharap agar tidak ada lagi percobaan pencopetan itu, tapi harapan tinggallah harapan. Beberapa saat kemudian kembali lagi saya diraba-raba, kali ini dari 2 arah dengan 2 tangan yang berbeda.

Sambil mengumpat dalam hati, saya memaksakan diri untuk menurunkan tangan kiri saya untuk menahan kedua usaha copet tersebut. Tapi usaha mereka terus dilakukan, seraya memaksa untuk mengambil sudut dompet saya dari sela-sela tangan saya. Sedikit putus asa, saya kemudian sedikit berteriak di tengah riuhnya gerbong KRL ke teman saya, mengajaknya turun di stasiun terdekat. Syukurnya, teman saya mengiyakan walau ia tahu stasiun tujuan masih jauh.

Sambil terus menahan agar dompet saya tak berpindah tangan, dan anehnya gerilya copet tersebut masih berlangsung, saya bergeser dan mendorong-dorong kerumunan penumpang agar bisa mendekati pintu keluar. Walau tak persis, namun saya berhasil mendekati pintu keluar dan dompet masih di saku celana sementara gerilya si copet sudah berhenti. Tapi, itu sepertinya tak menghabiskan akal si copet.

Beberapa menit setelah saya berhasil pindah ke dekat pintu keluar bersama teman saya, stasiun terdekat pun segera tiba. Lagi-lagi, turun dari gerbang KRL pun harus ekstra kerja keras, karena didesak sana-sini. Dan di situlah terjadi tindak kejahatan berupa pencopetan!

Karena dompet saya tak berhasil dicopet, si copet yang sepertinya sekomplotan ini, mengincar jam tangan saya. Saat saya mendesak-desak kerumunan orang di pintu KRL untuk turun, tangan kiri saya, yang terpasang arloji, yang sedang memegang pegangan agar tidak jatuh, tiba-tiba saja didekati oleh sebuah tangan yang dengan lihainya menarik arloji saya hingga putus dan diambil. Ingin mulut untuk berteriak, tapi entah kenapa hati mengikhlaskan saja. Segera setelah selamat keluar dari KRL, dan berada di peron, saya pun mencari duduk sambil mengecek dompet, uang, dan ponsel di saku. Semuanya utuh.

Teman saya yang kemudian berada di samping saya di peron, kemudian bertanya apakah sedari tadi ada yang berusaha untuk mencopet. Saya jawab ada, bahkan arloji saya jadi korban. Dan, dia juga memberitahu bahwa sedari tadi ia merasakan tasnya, serta saku celananya diraba-raba. Makanya, saat saya mengajaknya turun di stasiun terdekat, ia pun langsung mengiyakan.

Sedih rasanya kehilangan arloji itu. Tapi ya, kadang-kadang harus dilihat sisi positifnya, setidaknya dompet, uang, dan ponsel saya masih utuh. Dan paling penting adalah, tidak ada pisau yang menodong, atau saya tidak didorong keluar gerbong KRL saat kereta berjalan. Membayangkannya saja sudah ngeri.. โ€“ walau kemudian, bertahun-tahun setelahnya saya menyaksikan sendiri todongan dengan pisau, atau usaha mendorong penumpang keluar KRL.

Sejak peristiwa pencopetan itulah, saya pun menjadi lebih berhati-hati. Lebih waspada. Dan paling penting, melatih diri untuk lebih cerdas memilih waktu dan moda transportasi. Membaca situasi pun lama kelamaan menjadi sebuah โ€œkeahlianโ€ yang hadir dengan sendirinya. Karena, kejahatan di Jakarta ini bisa terjadi kapan saja, di mana saja, terhadap siapa saja, dan dengan modus apa saja. Oiya, selain dicopet, saya juga pernah โ€œdipojokinโ€ preman kala di bus kota, โ€œdiancamโ€ pengamen, dipalak, hingga hampir dicelakakan di jalan raya saat menggunakan alat transportasi pribadi.

Duh Jakarta, penduduknya ini yang setiap hari harus bergelut mencari sesuap nasi, juga harus bergelut dengan kondisi keamanan yang tidak terjaminโ€ฆ ๐Ÿ˜ฆ

22 Juni ini Jakarta ulang tahun, dan sudah seharusnya dilantangkan โ€œKami Ingin Jakarta Aman!โ€

NB: blogpost ini bukan dalam rangka dukungan terhadap calon gubernur/wakil gubernur tertentu, bukan dalam rangka pilkada DKI, juga bukan tanda ketidaksetujuan terhadap pejabat tertentu.

#plus1 day

Maret 1, 2012 § 6 Komentar

Hari ini, adalah hari #plus1 buat saya. Kenapa? Karena buat saya, hari ini adalah bertambahnya hari pertama, di tahun yang “baru” buat saya. Iya, tahun yang “baru”.

Kalo yang pernah liat ktp saya, dan atau baca postingan saya di tanggal yang sama, pada taun kemaren, pasti tau apa artinya tahun yang “baru” itu. Kalopun engga tau, ya gapapa. ๐Ÿ™‚

Yang pasti hari ini, apapun yang saya lakukan, dan publish, bertemakan #plus1.

Beberapa kejadian di hari #plus1 antara lain,
1. Pagi-pagi pas berangkat kerja, keujanan di jalan, jadi untuk pertama kalinya saya minta istri saya untuk berangkat ke kantornya naik taksi.
2. SIM A & Paspor saya abis masa berlakunya per hari ini — dan belom diperpanjang pula. :mrgreen:
3. Dapet invitation & login pertama di kaskus new (beta). ๐Ÿ™‚
4. Tiga kali dalam sehari konsumsi makanan-minuman dari “kios yang berasa gahul”
5. Dapet kue ultah dari temen-temen kantorrrr… :’)
6. Baru ngeh kalo berat badan udah 72 kg! ๐Ÿ˜†
7. Ga makan nasi putih seharian.. :p
8. TERNYATA HARI INI KEMBARAN SAYA–JUSTIN BIEBER JUGA ULTAH! ๐Ÿ˜†

Mohon doa supaya di tahun yang “baru” ini saya bisa lebih baik, dan selalu bisa memberikan yang terbaik.. Amiiinn.. ๐Ÿ™‚

after 23

Maret 1, 2010 § 21 Komentar

akhirnya hari ini datang juga.. sebuah hari yang ‘cuman’ terjadi sekali dalam setaun. sebuah hari dimana saya harus lebih mawas diri lagi, dan juga lebih mengerti akan hidup. hari yang bisa jadi paling berkesan, karena memang.. terjadinya hanya sekali dalam setaun.

dan, sejak beberapa taun terakhir ini saya punya semacam kebiasaan. yah, ga bisa dibilang ritual sih, coz itu cuman acara biasa aja. tapiiii… saya sih nganggep itu sebagai hal yang khusus, karena ya itu.. cuman sekali doang dalam setaun saya bisa ngelakuinnya

jadi begini, satu malam jelang hari seperti ini, saya terbiasa mengkhususkan diri untuk nunggu sampe tengah malam, lewat beberapa menit dan kemudian baru tidur. yah,, bisa juga tidur dulu dan baru bangun sih.. tapi daripada kelewat, saya sih lebih baik nunggu aja tengah malam itu.

dan yah.. sambil nulis beberapa hal yang udah pernah terjadi, dan juga nulis hal2 yang akan terjadi *mudah2an*, saya pun menunggu tengah malam itu. ga lupa pula sambil ditemenin lagu2 yang mantab dan nostalgic banget..

satu hal yang udah pasti terjadi di hari ini adalah, saya punya rencana jangka menengah baru. yup, salah satunya udah tertera di resolusi 2010 itu. hihi.. coba aja tebak2an, tapi yang pasti sih udah tertera di sana..

anyway, nunggu tengah malam ternyata ngasih kesan tersendiri. hening, fokus, dan lebih bersyukur jadi hal yang saya alamin. jarang2 banget saya bisa begitu.. coz, kalo hari2 biasanya porsi pikiran saya udah cukup penuh sama hal2 yang emang harus diurus saat itu juga, ketimbang mikirin saya sendiri dan juga ke depannya..

dan.. ketika tengah malam itu tiba, wah.. rasanya bener2 daleeeemmm banget. ada sebuah perasaan yang menyelusup dan juga membuat semuanya jadi lebih indah.. dan, saya tau kalo saya harus bersyukur lebih banyak, lebih sering, dan juga lebih berkualitas..

kalo ada yang penasaran koq ya tumben2an saya bikin posting begini, ya.. sila diliat aja setaun yang lalu. kaya’ gimana tuh, postingan saya..

dan ya.. it’s my ‘after 23’.. happy birthday to myself..

anniversary

Juli 31, 2009 § 31 Komentar

sekadar postingan singkat, buat memperingati kejadian yang terjadi beberapa hari belakangan ini. terutama yang berkaitan sama blog ini, dan juga hidup saya.

tepat hari ini, 31 juli 2009, blog ini masuk ke tahun kedua berada di wordpress.com. umur yang cukup panjang, yang ngehasilin lebih dari 200 post, dan juga lebih dari 2500 komentar, plus traffic yang juga banyaknya nyampe 17ribu lebih..

mudah2an, semenjak hari ini blog ini bisa jadi lebih panjang lagi umurnya, ngehasilin banyak post2 yang apa adanya saya – seperti yang udah saya tulis di tagline ‘suatu yang teruntai dari seorang penjelajah kehidupan’. falsafah yang simpel, tapi tetep bisa dan mudah2an ketika dibagi jadi sesuatu yang berguna, ngehibur, dan masih banyak lagi – asal jangan jadi yang jelek2 ya.. ๐Ÿ˜‰

sebuah pandangan yang juga bisa jadi bahan masukan buat mandang sesuatu bukan dari sisi mainstream a la major label, tapi bisa jadi downstream a la indie movement. *lah, jadi musik ginih?*

selain soal blog ini, saya juga memperingati hari terbitnya novel saya yang pertama. yang udah terbit semenjak 3 tahun yang lalu. yang belum juga bisa saya tandingi lagi pake novel yang selanjutnya, karena saya belum juga beruntung dapet penerbit yang mau nerbitin. ๐Ÿ˜› *loh, koq jadi curhat lagi?*

ehehe.. kalo misal pengen tau bukunya apah, silakan klik link the billy di blog ini. atau di sini. di situ bakal keliatan covernya gimana, dan mudah2an pada beli yaa.. trus, kasi comment deh di akun facebook saya. ๐Ÿ˜€

so, di hari anniversary ini, mungkin ga ada syukuran yang berbentuk nyata di dunia riil. tapi at least, saya berdoa dan berharap mudah2an segala macam yang terbaik terjadi dalam kehidupan saya, karena saya akan berusaha yang terbaik untuk mendapatkannya.*efek baca buku wirausaha dan juga motivasi plus semangat pengembangan diri*

kalo kamu gimana? ada yang kamu peringati beberapa hari ini?

suatu yang teruntai dari seorang penjelajah kehidupansuatu

menuju 365

Juli 28, 2009 § 42 Komentar

dulu saya termasuk orang yang ga begitu suka pake wordpress (wp) dan lebih seneng pake blogger atau malah blog FS. alesannya gampang aja sih, saya udah keburu kepincut sama blogger karena ituh termasuk salah satu platform blog yang saya pake dari jaman baheula. ๐Ÿ˜€ dan, kalo wp itu platform yang baru plus banyak aturannya. beda sama blogger yang ngasih kebebasan ๐Ÿ˜‰

belum lagi, dulu saya paling males buat daftar sini-situ. kan, kalo mau buka blog di wp musti punya akun dulu. dan, saya paling males buat daftar akun yang khusus buat ngeblog doang. coz, kalo di blogger kan semenjak dia integrated sama google, jadinya gampang kalo saya udah login satu, bisa ke mana2. begitu juga di FS, login satu di profil, bisa sekalian buat ngeblog juga.

tapi, lama2 itu berubah. apalagi, semenjak saya beberapa kali dapet trouble yang dibuat secara sengaja maupun ga sama orang laen yang ga suka sama apa yang saya tulis di blog saya yang dulu.

« Read the rest of this entry »

my day

Maret 1, 2009 § 30 Komentar

jarang2 gue ngalamin hari seperti hari ini. yah, sepanjang hidup gue, mungkin baru 23 kali. itu juga kalo ga salah itung – maklum, matematika gue kadang2 ga akurat. ๐Ÿ˜› tapi yang pasti sih, ga kurang lah dari 23.. hehe

dari 23 kali itu, ga semuanya gue inget. namanya juga manusia. kadang2 inget, kadang2 lupa,, kadang2 malah ga nyadar kalo lagi ngalamin ๐Ÿ˜€ after all, memori gue kan ga kaya’ komputer yang bisa diupgrade atau ditambah bytes-nya.. ๐Ÿ˜› tapi yah, beberapa diantaranya gue inget koq, meski.. sepertinya ga ada yang spesial deh sampe gue terus2an inget
« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with ulang tahun at i don't drink coffee but cappuccino.